Living In Another World Is Hard!

Living In Another World Is Hard!
Chapter 44 : Akhir Pertarungan Di Kota Suci



"Bicaranya sudah selesai sekarang waktunya serius."


Eros mengayunkan kipasnya dan sebuah udara yang digabungkan dengan api hitam menyembur ke arah Yujin. Yujin menebasnya dengan pedang lalu bergerak ke arah Eros.


Dia mengayunkan pedangnya kembali dengan cepat yang diimbangi dengan sebuah kipas, akibat dari serangan tersebut ledakan terjadi di mana-mana bersama kilatan cahaya yang menyilaukan.


"Evil Sword."


Gelombang tebasan bayangan keluar dari pedang Yujin, Eros menahannya sesaat dengan kipas miliknya sebelum dia memantulkannya ke samping membuatnya menghancurkan pilar-pilar di sekelilingnya, dengan sigap dia bergerak dengan cepat Yujin mengayunkan pedangnya dan itu sulit dipercaya bahwa wujud Eros berubah menjadi kabut hitam lalu menembus tubuh Yujin sebelum muncul di belakangnya. Yujin hendak berputar namun dirinya lebih dulu ditendang hingga menabrak pilar-pilar dengan dentuman keras sebelum berhenti setelah membentur bagian terakhir.


"Cross Bullet."


Eros mengirimkan tebasan angin bertubi-tubi, Yujin merubah dirinya ke mode iblis lalu membentuk dinding untuk melindunginya, itu cukup baik dalam bertahan.


Di waktu yang sama Eros juga telah beralih ke mode iblis lalu melangkah maju, Yujin mengikuti dan mereka bertarung dengan kecepatan tidak masuk akal, dari satu tempat ke tempat lainnya lalu berada di udara dengan bunyi memekakkan telinga.


Pertarungan mereka nyaris tidak terlihat bagi siapapun yang menyaksikannya secara langsung. Tubuh Eros bisa berubah menjadi asap, satu hal yang bisa dilakukan Yujin adalah memukul tepat saat dia akan menyerang.


Sebuah goresan pedang muncul di wajah Eros yang cukup terkejut tentang hal barusan sebelum dia seutuhnya melompat mundur, ia mengibaskan kipasnya dan udara terselimuti api hitam menyembur pada Yujin menelannya dalam balutan kegelapan, meski begitu dia masih berdiri tanpa kehilangan keseimbangan.


"Kau hanya menggunakan kekuatan iblis, jangan bilang kau tidak bisa menggunakan sihir."


Jawabannya tepat. Yujin tidak begitu tertarik membalas dan ia memilih menyerang dengan jarak jauh.


Di tangannya ia menciptakan sebuah bola hitam yang ditembakannya dengan kecepatan tinggi lalu meledak menciptakan kawah raksasa berdiameter 50 meter, di tengah kawah itu Eros tertawa tanpa terluka.


"Ini benar-benar menarik, seorang yang dipanggil dewi tapi malah menggunakan kekuatan iblis, sementara dirinya tidak bisa menggunakan sihir... luar biasa, mari anggap pertarungan ini seimbang untuk saat ini."


"Apa yang kau katakan?"


"Aku pikir dengan kemampuanmu kau bisa membunuh iblis lainnya."


Eros mengambil waktu sejenak lalu melanjutkan.


Yujin tahu bahwa iblis di depannya sangat tertarik dengan kesenangan, itu membuktikan bahwa ia juga melakukan penyamaran hanya demi itu.


Yujin membetulkan posisinya lalu menyarungkan kembali pedangnya.


"Tidak aku sangka kau akan menurut," katanya mengejek.


"Tujuan hidupku hanyalah membuat wilayah yang dapat ditinggali, membunuh iblis adalah tujuan Asuramaru. Aku bisa bersabar dengan itu... lain kali aku akan membunuhmu."


"Begitu juga aku."


Seluruh dunia mulai kembali dan itu menjadi perpisahan mereka.


Di luar kota suci, Yujin menemukan semua orang telah menunggunya.


Liliana dalam wujud manusia berkata lebih dulu.


"Sepertinya kita kehilangan kereta kita, mungkin aku akan dengan senang hati menjadi tunggangan kita saat ini."


"Kurasa begitu."


"Mengejutkan Yujin mengatakan hal itu."


Yujin sebenarnya hanya merasa lelah saja dan ingin menyelesaikan pembicaraan secepat mungkin.


Vesta menyela.


"Aku akan mengobatimu Yujin, tolong duduklah."


"Terima kasih."


Sementara Testarossa hanya menatap jauh ke arah kota di depannya yang sebagiannya terbakar oleh api hitam.