
Testarossa sampai di tempat dimana satu iblis lagi berada, iblis itu melayang di udara dengan buku di tangannya.
"Aku bisa merasakan seseorang datang kemari, tapi di sangka bahwa itu berasal dari ras iblis dari dunia ini."
Di sekelilingnya adalah tumpukan mayat yang menggunung ke langit.
"Apa yang sebenarnya kalian lakukan?"
"Aku akan mengatakannya, kami akan membawa seluruh iblis dari dunia kami kemari."
"Sesuatu yang akan dipikirkan iblis, aku juga pasti akan melakukannya."
"Kalau begitu bukannya akan lebih bagus jika kita bisa bekerja sama."
Testarossa tersenyum sinis.
"Mungkin itu hanya di masa lalu jika sekarang aku lebih suka bertarung untuk melindungi dunia ini."
"Maka matilah."
Seluruh tangan bayangan muncul di bawah kaki Bele, jumlahnya sekitar puluhan yang langsung mengincar targetnya.
Testarossa melompat ke sana kemari untuk menghindarinya.
"Percuma saja, jangkauan lengan iblisku tidak terbatas, Testarossa bersembunyi di belakang bangunan dan seketika bangunan itu hancur berkeping-keping.
Kekuatan itu sudah cukup meremukan tubuh manusia, Testarossa dengan wajah santai mengirimkan tombak es yang dengan sigap menghantam bayangan tersebut hingga hancur sebelum kembali ke bentuk semula.
Testarossa melompat ke udara dan di saat yang sama seluruh bayangan itu menembus tubuhnya dari segala arah hingga dia menyemburkan darah dari mulutnya.
"Guakh."
"Sudah berakhir, cepat sekali."
"Aku juga berfikiran sama."
Suara itu memukul Bele dari arah belakang, sebelum dia menyadarinya jantungnya sudah tertembus tangan Testarossa hingga ia bisa melihat sendiri bagaimana jantung miliknya berdetak di tangan musuhnya.
"Kau, bagaimana bisa ada dua?"
"Kekuatanku adalah waktu, orang yang kau bunuh itu memang aku tapi aku dari masa lalu, aku yang sekarang adalah yang ada di sini."
"Sungguh tidak masuk akal, seseorang yang bisa melakukan itu tidak mungkin a..."
Sebelum selesai mengatakannya jantung Bele dihancurkan hingga tubuhnya roboh ke samping.
Di tempat lain Yujin telah masuk ke kediaman pahlawan yang sudah ditinggalkan semua orang, dia berjalan ke aula tengah dan melihat Mosel duduk di singgasana empat pahlawan.
"Akhirnya kau datang juga aku sudah menunggumu."
"Di mana pahlawan?"
"Mereka ada di sini."
Yujin melihat bahwa keempat pahlawan telah dirubah menjadi makhluk hidup.
"Mereka masih bisa digunakan khususnya dengan senjata mereka, serang dia."
Keempat pahlawan bergerak dengan kecepatan mereka, namun hanya dengan satu tebasan kepala mereka terpenggal hingga bergelinding di lantai.
"Tanpa ampun," kata Mosel.
Yujin menyarungkan pedangnya dan itu menciptakan tebasan lain. Mosel bisa melihatnya karenanya dia segera melompat menghindar.
Ia mengarahkan tangannya dan dari belakangnya anak-anak bermunculan, tentu saja mereka setengah hidup dengan tubuh kering mengering yang sebelumnya terus bermain dengannya.
Mosel adalah iblis yang suka mengendalikan perasaan orang-orang, dia menghancurkan siapapun secara mental menyiksanya dengan keputusasaan, walau dia tidak memiliki kemampuan bertarung tinggi paling tidak dia bisa bermain-main dengan itu.
Hal demikian juga yang bisa ia gunakan untuk membuat seluruh pahlawan mempercayainya begitu saja, dia adalah makhluk yang menggunakan kelemahan manusia dengan baik.
Sayangnya hal itu tidak berguna pada Yujin.
Kedua tangan Mosel terlempar ke udara, sementara anak-anak yang digunakan sebagai pertunjukan sudah mati dengan kepala mereka terpenggal.
"Ka-kau, membunuh mereka!" teriaknya terkejut.
"Itu akan meredakan penderitaan mereka dibandingkan dijadikan boneka."
"Kau bukan manusia."
Ujung pedang Yujin menembus mulut Mosel.
"Sudah berakhir."
"Dasar monster."
Itu menjadi perkataan terakhir Mosel sebelum seluruh tubuhnya dipotong-potong beberapa bagian.