
Mereka mengambil pakaian yang tergantung di jemuran lalu mengenakannya, itu hanyalah sebuah mantel dengan tudung untuk menutupi kepala mereka agar bisa berbaur dengan orang-orang di sepanjang jalan.
Mereka menggunakan ekor tiruan di belakang mereka agar sekilas terlihat seperti demi-human.
"Pahlawan berikutnya hanya seorang diri, dan juga katanya dia bereinkarnasi menjadi Beast seorang demi-human singa yang kuat dan gagah, begitulah yang dikatakan Selestria."
"Ternyata dewi itu baik juga menjelaskan semuanya."
"Aku pikir itu informasi yang tidak terlalu berguna untuk kita, apa ada yang lain?" tanya Testarossa.
"Ia memiliki pertahanan terkuat serta penyerangan yang sama pula, armor suci dan pedang durandal adalah apa yang diberikan untuknya."
Yujin berfikir bahwa terlalu beresiko menggunakan katananya juga walaupun sebenarnya ini juga buatan dewi.
Mereka menyusuri jalanan utama dan tepat di depan mereka seorang anak kecil berlari masuk ke dalam gang dengan beberapa penjaga mengejarnya.
"Sialan anak itu, kejar dia."
Kelompok Yujin memutuskan mengikutinya, saat anak itu terpojok di gang sempit suara Yujin mencapai mereka.
"Kurasa sudah cukup di sana."
Yujin menyentuhkan tangannya di pedang jika mereka berniat menyerang secara tidak terduga.
"Anak ini selalu mencuri makanan di kota ini, kami hanya ingin membawanya ke istana dan memberinya hukuman dari raja, kemungkinan raja akan dengan senang mempekerjakan dirinya agar tidak mencuri lagi."
Sang anak berteriak.
"Omong kosong, kalian menaikan harga pajak hingga kami tidak mampu membayar, sebagai hasilnya kalian malah memperkejakan ayahku ditambang dan sampai sekarang dia belum kembali, kalau saja kalian tidak menangkapnya aku tidak perlu mencuri dan ibuku tidak perlu menderita karena sakit."
"Kurasa itu sudah cukup menjelaskan."
Liliana mendobrak mereka lalu memberikan pukulan hingga mereka semua tak sadarkan diri. Beruntung bahwa wajah mereka disembunyikan karenanya tidak akan ada yang menyadari hal ini.
Yujin mendekat ke arah anak tersebut yang merupakan demi-human rakun.
"Bisa bawa kami ke ibumu, dia pasti bisa disembuhkan."
Vesta membuka tudungnya dan anak tersebut terkejut.
"Manusia?"
"Tidak apa-apa, kami berada di pihakmu."
Anak itu mengangguk lalu membawa kelompok Yujin ke dalam kediamannya yang berada di daerah pinggiran. Dia membuka pintu untuk membiarkan semua orang masuk."
Ibunya muncul selagi terbatuk-batuk.
"Kamu sudah pulang, banyak orang yang mengeluh karena kamu berulah lagi, ibu bilang jangan mencuri lagi."
"Lalu siapa mereka?"
Kelompok Yujin membuka tudung mereka membuatnya terkejut.
"Ma-manusia?"
"Mereka bukan orang jahat, mereka akan membantu kita... lagipula sebelum raja itu diangkat kita juga bisa hidup berdampingan."
"Sebaiknya jaga bicaramu uhuk..uhuk."
Vesta buru-buru meraih sang ibu.
"Maaf gadis muda."
"Tidak masalah, apa Anda harus mengkonsumsi obat tertentu?"
"Tidak, penyakitku sudah semakin parah aku rasa sudah tidak ada obat yang bisa menyembuhkannya."
Vesta melirik ke arah anak tersebut yang memalingkan wajahnya.
"Tidak masalah, jika begitu maka sihir adalah pilihan yang terbaik."
Tubuh ibu tersebut diselimuti cahaya selanjutnya tanpa dikatakan lagi dia seketika sembuh.
"Eh?"
"Selamat kini Anda sudah sembuh."
Vesta mengatakannya seperti sebuah undian saja.
"Serius?"
"Tentu saja, kini Anda sudah sehat."
Yujin bisa mengerti apa yang dirasakannya, setelah beberapa saat mereka mulai menyadarinya dan berterima kasih secara serempak.
Mereka duduk di ruangan tamu dengan air minum yang dibagikan untuk semua orang.
"Semenjak raja ini menyulut peperangan, akhirnya banyak orang menderita, ini di luar dugaan kami, ia tadinya seorang pahlawan yang menyelamatkan negara ini dari monster namun sekarang ia malah menjadi monster sesungguhnya."
"Mungkinkan peperangan yang lain juga terjadi olehnya?" tanya Vesta.
"Benar, semua orang takut jika tanah mereka dikuasai oleh raja yang sekarang, karena itulah kerajaan lainnya berlomba-lomba untuk melakukan hal sama untuk meningkatkan kekuatan mereka, pada akhirnya perang sesungguhnya akan melibatkan dua kerajaan saja yang masih bertahan dan menjadikan hanya satu kerajaan di benua ini."
Yujin berfikir jika dia bisa menghentikannya maka kedamaian ini akan tercipta dan Maribel akan mengurungkan niatnya.