
"Kami bertujuan untuk menghentikan perang dan membuat semua orang menerima hasilnya, tolong mengertilah," kata Vesta dengan tatapan penuh arti sedangkan keluarga raja tampak menimbang-nimbang sampai satu kesimpulan dilontarkannya.
"Aku akan melakukannya asal pemuda di sana, bertarunglah denganku... beberapa orang masih meragukan bahwa kami adalah pihak yang kalah."
"Ayahku disebut sebagai raksasa terkuat bahkan dalam wujud manusianya."
Testarossa sedikit mendecapkan lidahnya.
"Seharusnya dia menerima tawaran kita, bukan malah memberikan penawaran."
Yujin segera menghentikan Testarossa dengan tangannya.
"Anda khawatir bahwa kami tidak bisa melindungi kerajaan ini dari kerajaan demi-human jika mereka menyerang ke tempat ini."
"Benar, alasan kenapa kamu memperluas wilayah karena hal tersebut."
"Maka aku akan menerimanya, jika aku kalah kalian tidak perlu melakukan persyaratan yang kami berikan dan hanya menonton di pinggir peperangan nanti."
Semua orang tersenyum dengan puas.
Di sebuah tepat mirip Colosseum Yujin berdiri sembari ditonton banyak penduduk kota ini termasuk rekan petualangnya.
Di depannya raja para raksasa telah mengambil pedang yang diberikan salah satu pelayannya. Ia melepaskan pakaiannya selagi tersenyum penuh arti.
"Nah Yujin, sebaiknya kamu tidak menahan diri... aku akan menyerangmu dengan semua kekuatanku."
"Tentu saja."
Ketika gong dibunyikan, raja melesat maju, gerakannya begitu cepat hingga sulit ditangkap oleh mata siapapun, meski begitu Yujin menahannya dengan santai menciptakan kehancuran di pijakannya.
"Hoh, walau tubuhku kecil aku masih mengeluarkan kekuatan sama dengan seorang raksasa."
"Begitu."
Raja terlihat kecewa dengan reaksi datar Yujin yang seolah tidak peduli.
Yujin membalas dengan memutar dirinya, raja tersebut menahan tebasannya namun malah dirinya yang terlempar menabrak dinding.
"Sikapmu memang sombong bocah tapi kau benar-benar kuat, aku jadi bersemangat."
Dentrang.... dentrang... dentrang.
"Oi, oi anak muda, kamu belum menunjukkan sihirmu.. apa kau sengaja menyembunyikannya."
"Tidak juga."
Lebih tepatnya Yujin dari awal tidak bisa menggunakan sihir, meski begitu teknik berpedangnya bukan sesuatu yang mudah diatasi seseorang. Dia memosisikan dirinya dalam bertahan, menangkis dan memblokir serta menyerang dengan tusukan.
Sejauh yang semua orang ingat tidak banyak orang yang bisa seimbang melawan raja mereka, sementara Yujin hanya menatap datar raja terlihat jauh bersenang-senang.
Dia seolah menemukan sesuatu yang ia cari selama ini, perasaan saat bertarung.
Dia melompat dengan gerakan putaran, Yujin melompat ringan menghindar, kemudian dengan sedikit tendangan lutut dia mampu mengenai perut raja tersebut disusul dengan tendangan ke belakang lehernya hingga terlempar jauh beberapa meter ke belakang.
"Luar biasa, tidak banyak orang yang bisa melakukan hal barusan padaku, anak muda kau memang luar biasa."
"Apa sudah menyerah?"
"Tentu tidak, ini baru dimulai."
Sementara kehancuran terjadi di arena, semua penonton tidak ada yang berkata sepatah pun, seolah semua tatapan terfokus dengan hal terjadi di depan mereka.
"Aku sempat berfikir Testarossa, apa sebenarnya Yujin itu sangat kuat, bahkan setelah kehilangan kekuatan iblis."
"Kamu baru menyadarinya, sejak awal Yujin sama sekali tidak menggunakan kekuatannya paling tidak ia selalu menempatkan 10 persen dari kemampuannya."
"Serius?"
"Memangnya kenapa aku mengikutinya, aku tidak ingin memiliki tuan lemah dariku."
"Ah begitu... berarti Vesta?"
"Ada apa?"
"Kamu memindahkan orang yang sangat kuat."
"Kurasa keberuntunganku sangat tinggi," katanya tersenyum senang.