Living In Another World Is Hard!

Living In Another World Is Hard!
Chapter 37 : Kota Suci Dan Gadis Suci



"Silahkan Yujin, ini bayaran kalian."


"Terima kasih."


Itu adalah sebuah guild di sebuah kota wilayah manusia tertentu, Yujin membagi uang dan membagikannya di antara mereka.


Vesta, Liliana dan juga Testarossa.


"Yah, berpetualang dengan Yujin adalah hal terbaik untuk menghasilkan banyak uang, kini aku bisa memakan makanan apapun yang aku suka hwahaha."


Hanya Liliana yang bisa tertawa sekeras itu sebagai seorang wanita, di sisi lain Testarossa memainkan kepingan koin di tangannya seolah bosan dan untuk Vesta terlihat menikmati teh di tangannya.


Yujin menambahkan.


"Dari sini kita akan bergerak ke Utara, di sana ada sebuah lahan kosong yang bisa kita bangun sebagai pemukiman."


Liliana dan Testarossa yang mengetahui maksud Yujin menatapnya dengan terkejut. Bagi mereka berdua wilayah di sana bukan sesuatu yang asing untuk diketahui.


"Jangan bilang wilayah itu, bukannya di sana wilayah yang sangat berbahaya yang diisi monster-monster ganas, para naga juga bahkan menghindari tempat itu."


"Itu benar, aku bukan takut pada mereka akan tetapi, jika berada di sana hanya akan menjadi tempat yang melelahkan jika harus bertarung terus menerus."


Vesta memiringkan kepalanya ke arah Yujin.


"Wilayah itu tidak memiliki pemilik kita bisa mengklaim tanahnya."


Ketiganya menjatuhkan kepala mereka ke bawah.


"Jadi begitu."


Bagi ketiganya itu terlihat seperti seseorang mempertaruhkan nyawanya hanya demi sebidang tanah, dengan kelompok ini Testarossa hanya berharap akan baik-baik saja walaupun idenya cukup gila.


Liliana muncul dengan pemikiran yang lebih gila.


"Jika yang Yujin inginkan membuat pemukiman, kita harus berfikir siapa yang akan menempatinya dan juga bagaimana mereka akan tetap aman.. kudengar hal itu bisa kita lakukan dengan membuat pelindung agar menjaga keseluruhan wilayahnya... mari curi pedang suci."


"Kau benar-benar, pedang suci berada di Kota Suci apa kau ingin membuat kita jadi musuh mereka," bahkan untuk iblis seorang Testarossa harus berfikir dua kali untuk menjadikan mereka musuh.


"Itu tidak boleh, pedang suci adalah pedang yang diturunkan dari dewi dunia ini, jika kita mengambilnya kita benar-benar akan dimusuhi."


"Bukannya Vesta juga dewi, bukan hal aneh dewi bertarung melawan dewi lainnya."


"Itu jelas aneh," bantahnya pada Liliana.


Pedang suci memiliki sebuah kekuatan untuk menjauhkan monster dengan membentuk pelindung di sekitar kota jika ditancapkan di salah satu kota, jelas sekali itu merupakan kesempatan bagus bagi mereka lagipula kota suci bukan berada di tempat berbahaya walau tidak memilikinya mereka akan baik-baik saja.


Pedang suci ada untuk melawan raja iblis, sekarang mereka sudah berdamai jadi secara harfiah pedang suci tidak digunakan lagi


Yujin memikirkannya dan mencapai satu pemikiran di benaknya.


"Mari curi pedang suci dan kita pikirkan masalahnya nanti."


Jelas sekali dia mengangkat bendera perang terhadap dua dewi yang mengelola dunia ini, namun untuk Yujin siapa peduli. Dia bergerak sesuai keinginannya dan jika harus memihak dewi, di dekatnya sudah ada satu.


Dengan mengendarai kereta, mereka telah memutuskan untuk pergi ke kota suci.


"Aku tidak enak pada Roroa tapi pedangnya sangat dibutuhkan," kata Yujin


"Kalau tidak enak jangan dilakukan," balas Vesta.


"Tapi kita membutuhkannya untuk hidup damai."


"Ah, aku tidak bisa membayangkan apa yang terjadi."


Melihat wajah Vesta yang gelisah menjadi hiburan tersendiri untuk perjalanan ini. Kota Suci sebuah kota besar dengan sistem pemerintahannya dipegang oleh gadis suci.


Gadis suci memiliki hak untuk mengatur segala peraturan serta apapun yang terjadi di dalamnya, walau semuanya terjaga, kota itu dikatakan sebagai kota yang sedikit mendiskriminasi kaum laki-laki. Sementara para wanita mengambil pekerjaan tinggi, para laki-laki hanya dijadikan sebagai bapak-bapak rumah tangga, kuli lepas dan juga tukang kebun. Sistem mereka begitu jelas hingga kelompok Yujin tidak perlu bertanya lagi dengan hal tersebut saat memasuki gerbangnya.


"Kota ini memang sangat luas tapi orang-orangnya sableng," pernyataan keras dari seorang iblis yang berkunjung ke kota suci.


Testarossa mampu menyembunyikan tanduknya karenanya tidak ada yang mencurigainya sama sekali.