Living In Another World Is Hard!

Living In Another World Is Hard!
Chapter 32 : Pertarungan Di Ibukota Bagian Akhir



Elmon tertawa terbahak-bahak tanpa memperdulikan darah yang keluar dari seluruh tubuhnya.


"Aku masih belum kalah bocah."


Bam.


Sebuah asap mengepul dari tubuhnya memaksa Yujin untuk melompat selagi menarik pedangnya. Asap itu mulai naik setinggi beberapa puluh meter ke udara lalu dari dalam sana menyeruak kaki-kaki tajam menyerupai kaki laba-laba raksasa atau sebenarnya itu memang seekor laba-laba raksasa.


Di punggungnya terdapat ratusan tulang berulang dari kepala manusia dan wajahnya menyerupai sosok Elmon sendiri.


"Tidak aku sangka aku harus menggunakan wujud seperti ini untuk mengalahkanmu."


Dua kaki depannya menyerang Yujin membuat terdorong beberapa langkah dengan luka di tubuhnya. Yujin menghindari serangan berikutnya selagi berlari dan memberikan tebasan. Percikan tercipta saat pedangnya berbenturan dengan setiap kaki tersebut.


"Bagaimana manusia, kau tidak akan bisa sekuat iblis."


"Bodoh dari awal manusia lebih kuat dari kalian."


"Apa?"


Dari kejauhan Vesta telah membidik selagi menarik busurnya, dia dengan wajah serius terus melesatkan anak panahnya untuk mengenai mata Elmon.


Beberapa dari matanya tertembus hingga dia berteriak kesakitan.


"Sialan ini sihir suci."


Lebih tepatnya sihir suci yang dibentuk sebagai anak panah.


Di saat yang sama dari atas langit Liliana yang telah pulih muncul untuk memberikan tendangan gunting, itu tepat mengenai punggung Elmon membuatnya terjerumus ke dalam tanah dengan bunyi memekakkan telinga.


Tanah disekelilingnya hancur bertepatan saat Liliana melompat turun.


"Sialan, kalian semua... jangan remehkan aku."


Elmon berteriak mengirim embusan angin gelap yang membuat semua orang menutupi wajah mereka.


Dia membuka mulutnya membuat bola hitam raksasa. Ketika dia menembakannya itu menghancurkan semua yang dilaluinya menjadi jalur magma sebelum menghantam pegunungan dan melenyapkan mereka dengan ledakan luar biasa.


Beruntung Yujin telah menarik keberadaan Liliana sebelum dia terhantam serangan barusan.


"Menakutkan sekali Yujin, barusan aku pasti mati... aduh."


"Matilah kalian semua."


Yujin menyarungkan pedangnya lalu mengarahkan tangannya, sama seperti Elmon dia menciptakan bola hitam di tangannya yang ditarik dari debu-debu di sekelilingnya, ukurannya kecil dibandingkan milik Elmon sendiri.


Sekilas siapapun yang melihatnya akan berfikir apa itu akan berhasil? Bola hitam dari Elmon telah dijatuhkan dan bola hitam dari Yujin telah dikirimkan juga.


Kedua bola itu bertubrukan di tengah dan saling mendorong satu sama lain terdistorsi menciptakan sinar yang menenggelamkan keberadaan kota dengan warna gelap dan putih.


Beberapa saat kemudian bola hitam milik Elmon tertembus dan langsung menembus perutnya.


"Apa yang?"


Sebelum pertanyaannya terjawab tubuh Elmon tertelan ledakan menjatuhkan serpihan tubuhnya layaknya sebuah hujan darah.


Orang-orang yang selamat hanya bisa pasrah dengan tubuh mereka terbalut warna merah.


"Semakin kecil ukurannya maka semakin efektif serangannya," ucap Yujin sebelum tubuhnya kehilangan kesadaran lalu terbaring di tanah.


Liliana mendekatinya.


"Aku kira kau baik-baik saja ternyata ambruk juga."


"Tubuhku belum terbiasa menggunakan kekuatan ini."


"Ampun, tapi berkatmu kita semua selamat."


Di sisi lain Vesta, Roroa dan juga Talia yang sudah bangkit terlihat merasa lega juga.


"Padahal kita harus melanjutkan perjalanan lagi, aku pikir aku perlu istirahat sampai besok."


Yujin menutup matanya dan bangun di ruangan asing dengan Vesta di sebelahnya yang menunggunya dengan khawatir.


"Jangan dulu bergerak Yujin, apa ada yang masih sakit?"


"Aku tak apa, berapa lama aku tertidur?"


"Hanya beberapa jam saja."


Yujin menyadari bahwa seluruh tubuhnya dibalut oleh perban.