
"Namaku Villain, dibandingkan Asuramaru bukannya lebih baik memiliki kontrak denganku."
"Jika bukan keadaan, aku tidak benar-benar membutuhkan hal semacam itu."
"Jawaban yang cukup berani di saat seperti ini."
Melihat Yujin yang tenang, Villain memiringkan kepalanya.
"Kenapa kau begitu tenang, posisimu tidak diuntungkan."
"Kau harus mengetahui satu hal, bahwa aku tidak sendirian."
"Apa?"
Srak.
Kepala Villain diledakkan oleh pukulan Testarossa hingga akhirnya tidak tersisa lagi, itu adalah penyelesaian yang cepat dan tepat.
Rantai yang mengikat Yujin menghilang.
"Kerja bagus Testarossa."
"Bukan apa-apa, hanya saja."
Keduanya mengalihkan pandangan ke arah lain yang di sana menampilkan seorang wanita yang bertepuk tangan.
"Kalian melakukannya dengan baik, dengan begini aku tidak perlu repot-repot membunuh mereka seorang diri."
"Iblis itu?" tanya Testarossa.
"Maafkan aku belum memperkenalkan diri, namaku Eros, ini kedua kalinya kita bertemu bukan."
Tatapannya di arahkan pada Yujin.
"Apa kita harus menghadapinya juga?"
"Tidak perlu."
Mendengar jawaban cepat Yujin membuat Testarossa kebingungan. Namun, Yujin di sisi lain seolah bisa mengetahui siapa yang ada di depannya.
"Apa ini hobimu Asuramaru?"
Eros menyeringai dengan rentetan gigi berjeruji yang merobek ke telinga, itu cukup menakutkan.
"Ketahuan kah. Padahal aku dengan baik menyembunyikan diri."
Yujin bisa merasakan kehadiran iblis dan membedakannya melalui mananya, dia hanya berfikir bahwa gelombang mana iblis di depannya mirip dengan Asuramaru.
"Kau benar-benar memanfaatkanku sampai sejauh ini."
"Sementara semua orang mewaspadaimu aku sendiri membunuh sisanya, mereka yang telah memulai maka inilah yang mereka dapat."
Sebelum Asuramaru dihabisi oleh seluruh ketiga belas iblis, dia mengambil tubuh Eros dan membunuhnya dari dalam. Singkatnya Asuramaru sejak awal terlalu kuat untuk dihadapi mereka.
Iblis ini terlalu licik dan juga memiliki hobi yang menyusahkan. Eros atau Asuramaru menjentikkan jarinya dan iblis lain berjatuhan dari atas.
Eros melompat ke udara saat sebuah pedang terbang untuk mengenainya.
"Jadi begitu, pantas saja dari awal ada yang aneh tentangmu."
Dari atas langit jatuh seorang pria dengan rambut merah panjang serta mengenakan jubah hitam, dia dikenal sebagai iblis terkuat dari tiga belas iblis bernama Lucifer.
Ia menciptakan seluruh pedang di sekelilingnya sebelum melesatkannya dengan kecepatan tinggi mengarah ketiga orang di depannya.
Eros atau Asuramaru tidak bisa mengelak hingga seluruh tubuhnya tertusuk dari segala arah.
"Tubuh ini tidak memiliki kekuatan untuk melakukannya."
"Seharusnya aku membunuh seluruh iblis setelah mengalahkanmu, ini membuatmu berpeluang masuk ke salah satunya."
"Sudah terlambat menyesalinya, sekarang kau akan berhadapan dengan senjata yang aku buat dengan tanganku sendiri."
Yang dimaksudnya tentu saja Yujin yang telah menerjang ke depan, dia mengayunkan pedangnya yang menciptakan tebasan api.
Beruntung bahwa Lucifer dengan lihai bisa menghindarinya dengan baik, di sisi lain Testarossa telah berlari dari samping.
Jika bukan pedang yang menghalanginya, dia akan mampu mengalahkannya dengan cukup mudah.
Lucifer menghentakkan kakinya dan seketika dari bawah tanah bermunculan pedang-pedang raksasa yang menyeruak ke atas.
"Zona Dimensi. Hutan pedang."
Eros sempat ingin menghindar namun satu pedang menembusnya lalu mengangkatnya ke udara.
"Lagi-lagi aku tertusuk," teriaknya.
Testarossa dan Yujin berhasil meloloskan diri dengan menciptakan paviliun yang mereka jadikan pijakan.
Yujin berubah ke mode iblis sesungguhnya, dari tubuh Testarossa juga mengeluarkan kekuatan yang hampir serupa.
"Kalian benar-benar keras kepala."
Tanpa memperdulikan perkataannya mereka bergerak maju.
Lucifer memunculkan pedang di kedua tangannya, dan itu menjadi pertarungan epic di antara mereka.
Testarossa terbaring di tanah dengan Yujin menatap langit, sedangkan Lucifer juga mengalami hal sama dengan posisi sebaliknya setelah pedang Yujin berhasil menembus jantungnya.
Seluruh pedang menghilang begitu juga awan yang berada di atas langit sebelumnya.
"Kalian berdua babak belur."
"Seharusnya kau juga melihat dirimu sendiri," balas Testarossa pada Eros yang dengan sigap menutupi lubang di tubuhnya.
"Bagaimana pun, terima kasih banyak... dengan ini aku bisa menjaga kontrak yang selama ini dibuat leluhurku untuk mempertahankan dunia semestinya."
"Kau sepertinya tidak berniat memakan manusia?"
"Ayolah, tidak semua iblis seperti itu, yah kurasa, tugasku sekarang sudah selesai."