Living In Another World Is Hard!

Living In Another World Is Hard!
Chapter 25 : Jamuan



Seperti hal yang ditetapkan Yujin di awal perjalanan mereka, mereka tidak akan terlalu berlama-lama tinggal di suatu tempat. Ketika Yujin sampai pada pokok masalahnya dia akan meninggalkan tempat ini.


Di masa lalu seorang telah memberikan pada Yujin sesuatu yang membuatnya tidak bisa mengabaikannya. Sebuah hal penting yang dimiliki oleh seorang manusia yaitu sebuah hati nurani untuk saling menolong satu sama lain.


"Gerakan itu cukup bagus Yujin, kamu belajar dengan baik."


Itu adalah sebuah dojo yang hanya diisi Yujin ketika berumur 11 tahun dan seorang wanita berumur 30an yang menjadi kepala keluarga utama klan Tsubaki.


"Apa, apa ada yang mengganjal pikiranmu? Kamu bisa mengayunkan pedang lebih cepat dari apapun bukannya itu sudah bagus."


"Tidak, hanya saja aku tidak mengerti banyak hal tentang hidup."


Wanita itu menghembuskan nafas panjang sebelum tersenyum dengan senang.


"Hal seperti itu tidak bisa dipelajari, hidup adalah sesuatu yang kau jalani setiap harinya, bukannya apa yang kamu lakukan sekarang adalah hidup."


"Aku tidak merasa senang, sedih ataupun kesal, apa menurut sensei itu yang artinya hidup?"


Karena Yujin telah dilatih dari kecil untuk menjadi sebuah mesin semua perasaan yang ditanyakan olehnya adalah sesuatu yang asing baginya.


Wanita yang dipanggil sensei mencondongkan tubuhnya lalu meletakan tangannya di kepalanya.


"Tak apa untuk memikirkannya namun bagiku Yujin tetaplah manusia seperti yang lainnya, bahkan ketika semua orang bilang kamu monster kamu adalah keluargaku, satu hal yang ingin aku tanyakan, ketika kamu melihat orang lain senang apa yang kamu rasakan?"


"Aku bersyukur."


"Dan ketika orang lain sedih?"


"Aku juga merasa prihatin."


"Itulah yang disebut sebagai hati nurani, jika kamu masih memilikinya maka kamu adalah manusia."


"Bagaimana agar itu tidak menghilang?"


Wanita tersebut diam selagi memikirkannya, dia meletakan tangannya di dagu sebelum membalas.


"Jika ada seseorang yang perlu bantuan, kamu harus menolong mereka."


Sebuah suara menyadarkan Yujin dari lamunannya. Ia membuka matanya dan melihat bahwa Vesta telah menatapnya dari jarak yang sangat dekat hingga satu sama lain bisa merasakan nafas masing-masing.


"Ada apa?"


"Reaksimu sangat datar, jamuannya sudah siap.. mari bergegas."


"Baiklah."


Yujin mengikuti Vesta dan Liliana di depan untuk menyaksikan sebuah meja panjang yang sepenuhnya diisi oleh berbagai banyak makanan, itu sesuatu yang tidak mungkin bisa dihabiskan oleh sedikit orang namun di kelompok Yujin ada Liliana yang merupakan seekor naga sebanyak apapun makanan yang tersedia dia mampu menghabiskannya.


"Aku sudah menunggu kalian, cepatlah duduk dan silahkan nikmati semuanya."


Selain ratu, Arnold dan Talia turut bergabung di jamuan ini.


"Kalau begitu selamat makan."


Liliana mengambil daging dan memasukannya ke dalam mulutnya, bagaimana cara dia makan tidak ada yang memprotesnya di sisi lain Vesta berusaha sebaik mungkin untuk makan dengan garfu dan pisau di kedua tangannya.


Dia melakukannya dengan baik hanya dengan cara meniru. Roroa berdeham sekali lalu melanjutkan.


"Lalu Yujin berapa lama kamu akan tinggal di sini?"


"Tidak lama, besok siang mungkin kami akan melanjutkan perjalanan."


"Bukannya itu terlalu singkat."


"Kami hanya singgah di suatu tempat untuk beristirahat saja, sisanya kami akan terus melanjutkan perjalanan."


"Lalu perjalanan kemana itu?"


Yujin membalas dengan menggelengkan kepalanya, ini bukan bentuk jawaban penolakan melainkan memang Yujin sendiri tidak memutuskan hal itu, tapi untuk sementara dia hanya bertujuan untuk pergi ke wilayah iblis.


Ketika dia mengatakan sebuah deklarasi perdamaian mata semua orang kecuali anggotanya terbelalak terkejut.