
Waktu demi waktu kini silih berganti. Begitu tak terasa, libur dua minggu di yang diberikan oleh sekolah setelah mereka ujian kenaikan kelas kini sudah akan habis. Masuk sekolah kini sudah di depan mata.
Vanya yang selama ini hanya menghabiskan liburannya dengan di rumah saja atau jalan bersama Dipta. Terkadang merasa merindukan markas nya, berkumpul untuk balapan bersama dengan teman-temannya. Namun karena ia sudah berniat akan berubah jadi Vanya berusaha untuk menahannya.
Pernah sekali Vanya bermain bersama teman-temannya namun mereka tidak kumpul di markas itu pun saat siang hari. Dan ia sudah mendapatkan izin dari Dipta. Hanya bersama Eva, Ino, juga David. Namun Vanya sudah merasa begitu senang.
Dua hari lagi mereka sudah akan masuk sekolah. Dan hari ini siang nanti Dipta akan mengajak nya untuk membeli keperluan mereka untuk masuk sekolah nanti. Dan saat ini Vanya tengah memeriksa semua keperluan sekolah nya. Jika ada yang habis atau hilang maka ia akan segera membelinya bersama dengan Dipta nanti.
Setelah memeriksa dan mencatat apa saja yang perlu Vanya beli nantinya di ponsel miliknya. Vanya segera menuju ke arah kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Karena ia baru saja selesai lari pagi di sekitar perumahannya.
Tak membutuhkan waktu lama untuk Vanya bersiap. Setelah selesai Vanya segera menuju ke arah kamar nya dan memeriksa ponselnya yang ternyata ada pesan dari kekasih nya.
Dipta (pacar): Aku otw ya.
Hanya sebuah pesan singkat sekitar lima belas menit yang lalu. Sepertinya sebentar lagi juga Dipta akan sampai. Jadi Vanya segera memperbaiki penampilan dan make up tipis yang ia gunakan.
Dan benar saja tak sampai dua puluh menit kini suara ketukan pintu di depan kamar nya kini membuat Vanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya. Vanya segera membuka pintu kamar nya dan melihat kini Dipta berada di depannya sambil tersenyum.
“Kebiasaan asal masuk,” ucap Vanya sambil menggelengkan kepalanya. Kini ia sudah siap dengan pakaian nya yang rapi.
“Lagian kamu juga yang ngasih kunci nya,” ucap Dipta sambil memamerkan kunci rumah Vanya yang berada di kunci motornya.
“Dasar,” ucap Vanya sambil menggelengkan kepalanya sedangkan Dipta kini hanya tersenyum saja.
“Mau sarapan dulu,” ucap Vanya saat kini mereka keluar dari rumah besar milik Vanya. Dipta kini tengah mengunci pintu rumah Vanya.
“Mau sarapan apa?” tanya Dipta saat sudah selesai mengunci pintu rumah Vanya.
“Nasi goreng,” jawab Vanya dengan senyumannya yang kini membuat Dipra mengangguk mendengar nya.
Setelah kini motor yang sudah di tumpangi oleh Vanya juga Dipra mulai melaju meninggalkan rumah besar milik Vanya. Membelah jalanan yang cukup padat dengan kecepatan ringan.
“Aku pengen deh satu kelas sama kamu. Semoga aja rolling tahun ini aku sekelas sama kamu,” ucap Vanya saat kini mereka tengah berada di jalan.
Memang seari kelas sepuluh mereka tidak pernah untuk satu kelas. Perkenalan mereka pun tak cukup baik. Semua karena Vanya yang sering di hukum dan Dipta yang saat itu masih anggota osis dan sering menghukum nya. Entah bagaimana selanjutnya perasaan suka malah saling tumbuh di antara mereka. Sifat Vanya yang baik yang tak banyak diketahui orang membuat Dipta akhirnya jatuh hati pada laki-laki itu.
“Semoga aja ya,” ucap Dipta sambil mengelus tangamn Vanya yang kini melingkar di pinggangnya.
“Kalau gak sekelas semoga kelas kita sebelahan. Tapi mau nya sekelas aja,” ucap Vanya dengan kekehannya yang kini juga membuat Dipta tertawa mendengar nya.
“Iya Pacar,” ucap Vanya dengan gemas pada Dipta. Hingga kini ia memeluk Dipta begitu erat. Namun tak lama ia juga mengurai kembali pelukannya itu.
Hingga setelah perjalanan yang cukup memakan waktu karena macet. Kini akhirnya mereka sampai di sebuah mall yang begitu besar. Vanya segera turun dan membuka helm nya lalu segera menyerahkan helm nya pada Dipta.
“Mau beli apa dulu?” tanya Dipta saat ini mereka mulai berjalan memasuki mall tersebut.
Vanya berpikir sejenak. Karena ia bingung mereka harus kemana lebih dulu.
“Makan dulu deh. Tadi juga tempat nasi goreng biasanya lagi tutup. Aku laper,” ucap Vanya pada Dipta yang kini tertawa mendengar nya. Tempat nasi goreng yang mereka datangi memang berada tak jauh dari mall itu.
“Ok kita makan dulu. Abi itu beli Atk baru deh beli sepatu ya? Atau kamu ada yang mau dibeli lagi?” tanya Dipta pada Vanya yan kini menggelengkan kepalanya.
“Udah ada kok yang lainnya, tinggal Atk sama sepatu aja,” uap Vanya yang Dipra balas dengan anggukan.
Kini mereka berjalan dengan bergandengan tangan. Hingga banyak yang kini menatap mereka dengan tatapan iri. Vanya dan cantik dan Dipta yang tampan. Pasangan visual yang begitu sempurna.
Mereka memilih untuk menuju tempat makan cepat saji agar mereka tak perlu menunggu waktu yang lama. Karena setelah ini mereka masih harus membeli barang mereka yang lainnya.
Sesuai yang telah direncanakan. Setelah makan mereka membeli atk. Vanya juga Dipta membeli semua atk yang dibutuhkan. Setelah selesai barulah kini mereka menuju ke arah toko sepatu.
“Dipta. Aku mau beli sepatu olah raga juga,” ucap Vanya yang kini menarik Dipta menuju ke arah sepatu olahraga yang berada di sana.
“Dipake pas hari olahraga aja ya! Gak boleh aneh-aneh makek ini di luar jam olahraga,” ucap Dipra pada Vanya yang kini menjawabnya dengan anggukan.
“Iya Dipta. Mending bantuin aku pilih,” uap Vanya pada Dipta yang kini menjawabnya dengan anggukan.
Vanya setelah nya segera memilih sepatu yang akan ia beli dengan bantuan Dipta.
“Beli yang model nya samaan yuk Dip. Kayak gini, warna nya aja yang beda,” ucap Vanya sambil menunjukkan model sepatu yang sama namun dengan warna yang berbeda.
“Boleh,” ucap Dipta dan kini laki-laki itu mengambil sepatu berwarna biru tua sedangkan Vanya berwarna Biru.
Setelah memilih sepatu untuk olah raga mereka juga memilih sepatu hitam. Kini milik Vanya, Dipta lah yang memilih nya agar gadisnya itu tidak membeli dengan warna campuran. Vanya hanya menurut saja dan membiarkan Dipta yang memilih nya. Vanya memilih untuk duduk di salah satu kursi yang berada di sana sambil memainkan ponselnya.
Seharian Vanya dan Dipta memilih untuk menghabiskan waktu mereka bersama. Setelah membeli keperluan sekolah. Dipta juga mengajak Vanya untuk menghabiskan libur mereka yang tak banyak itu untuk jalan-jalan.
*