He Is My Bad Boy

He Is My Bad Boy
Ekstra part [I like me better when I'm with you]



Peter membuka matanya dengan perasaan bahagia, pagi ini terasa sempurna apalagi sejak ia menikah dengan Christine seminggu yang lalu, semuanya terasa sempurna, dan ia merasa lengkap.


New York City adalah tempat yang indah dan sangat modern. Menemukan seseorang yang tepat di kota besar seperti ini akan terasa sangat sulit, begitu juga dengannya. Beberapa kali bergonta-ganti pasangan dan tidak pernah sesuai dengan dirinya membuatnya bosan dengan wanita.


Dan pagi itu terasa berbeda ketika ayahnya mengatakan kalau ia dijodohkan dengan anak sahabat ayahnya, ia tidak terlalu tertarik sebelumnya. ia juga tidak berniat melihat foto yang ditunjukkan ayahnya, ia hanya tahu namanya, Christine Haliane.


Tapi beberapa hari kemudian, pagi terasa aneh karena ayahnya mengatakan kalau wanita yang dijodohkan dengannya menolak dan kabur dari rumah cukup membuatnya kesal.  apa-apaan itu? seharusnya dia yang menolak wanita itu, bukan dia yang ditolak.


Ia berusaha membalas perbuatan Christine dengan cara yang buruk, dan membuatnya harus menelan pil pahit ketika kenyataan menghantamnya jika hidupnya terasa buruk tanpa wanita itu.


Setelah beberapa minggu bersama dengan wanita itu, menghabiskan waktu dan menghadapi kekeras kepalaan gadis itu membuat hidupnya sedikit berwarna, namun warna itu kembali hilang saat ia membuat kesalahan. Kesalahan terbesar dalam hidupnya.


Kesalahan itu membuat hidupnya hampa, dan ia sadar jika ia sudah jatuh cinta pada gadis itu sejak pertama kali mereka berciuman di Pesta. Ia menjalani kehidupannya dengan datar tanpa wanita itu, dan ia sadar ia membutuhkan Christine.


Tapi semuanya sudah berlalu, disinilah ia sekarang terbangun di tempat tidur yang sama dan disebelahnya Christine masih tertidur pulas. Peter tersenyum dan mengecup pipiChristine berkali-kali membuat gadis itu, istrinya terbangun.


“Jam berapa sekarang?” tanya istrinya dengan suara khas bangun tidur.


“Masih pagi,”


Christine menatap Peter dengan sayu, “Lalu kenapa sudah bangun?”


“Entahlah, aku tidak bisa tidur.”


“Kenapa?”


“Karena aku terlalu bahagia, aku bangun pagi dan melihatmu ada disampingku membuatku sangat bahagia,”


Christine tersenyum lembut, “Ayo tidur lagi, aku masih mengantuk”


“Tapi aku menginginkanmu sekarang,” Peter mulai mengecupi bibir Christine dan mulai melancarkan aksinya. Christine tersenyum dan menyambut Peter dengan senang. Dan mereka melakukan kegiatan panas mereka dengan perasaan bahagia dan penuh cinta.


“Aku selalu membayangkan wajahmu saat seperti ini, dan sekarang aku bisa melihatnya secara langsung, aku sangat mencintaimu.”


Christine hanya tersenyum, tidak bisa berkata apa-apa lagi. Ia sangat suka ketika Peter memujanya seperti ini dan memperlakukannya dengan lembut. Setelah melakukannya mereka kembali tertidur.


Peter terbangun karena mencium wangi kopi yang sangat nikmat, ia melirik ke sebelahnya dan kosong. Ia langsung bangun kemudian memakai boxer dan kaosnya lalu berjalan menuju dapur dan menemukan Christine tengah memakai kemejanya yang terlihat kebesaran sambil memasak dan membelakanginya.


Peter menarik kursi di meja makan membuat Christine berbalik.


“Kau sudah bangun, mau minum kopi?” tawar Christine, Peter mengangguk dan menunggu Christine memberikan kopinya.


“Kopimu nikmat” ucap Peter kemudian mengecup pipi Christine.


Christine tersenyum, “Mandilah, setelah mandi turun dan kita akan sarapan.”


Peter mengangguk, sekali lagi ia mengecup pipi Christine setelah itu langsung berlari menuju kamar mandi. Tidak butuh waktu lama untuknya menyelesaikan mandinya, ia juga sudah sedikit kelaparan karena kegiatan subuh mereka tadi.


Peter memakai kaos biasa dan celana pendek santai, kemudian kembali ke dapur dan melihat sarapan sudah tersedia rapi di meja makan. Mereka makan sambil sesekali tertawa bahagia.


Selesai makan Christine merapikan meja makan dan membersihkan piring kotor mereka. Sedangkan Peter memilih menonton tv. Beberapa saat menonton Christine datang dan duduk di pangkuan suaminya, mereka bersantai ria dengan Peter yang memeluknya posesif.


“Peter..” panggil Christine lembut.


“Hmm?”


“Aku bahagia,”


“Aku juga,” Peter mencium pipi Christine yang ada dihadapannya. “Seharusnya aku menikahimu dari dulu, jika saja aku tahu kalau menikah itu sangat indah seperti ini, melihatmu saat aku bangun tidur.”


“Tapi sebelum bersamaku, kau memiliki banyak wanita,” rajuk Christine.


“Tapi tidak ada satupun dari mereka yang menjadi kekasihku, mereka hanya pasangan-pasanganku saat ke pesta, bisa dikatakan kau kekasihku yang pertama dan terakhir, aku akui aku memang baj*ngan tapi aku tunduk dibawah kuasamu”


Christine menatap Peter dalam.


“Dulu aku tidak ingin memiliki kekasih karena aku sangat menyukai kesendirianku, sendiri tanpa ikatan dan bermain sepuasku. Aku menyukai saat aku sendiri tapi setelah bertemu denganmu, aku menyukai saat bersamamu, aku merasa hampa tanpamu,”


Christine mencium kening Peter lembut dan lelaki itu menikmatinya.


“Aku memang suka saat sendirian, tapi sejak aku menciummu di pesta dulu aku jadi lebih suka saat bersamamu, bersamamu terasa lebih baik daripada sendiri,”


Peter menatap mata Christine dalam, mata itu tidak pernah berhenti menatapnya dengan tatapan cinta dan ia sangat menyukai itu. Iakemudian mendekatkan kepalanya pada Christine, istrinya itu memejamkan mata dan menyambut bibir Peter dengan perasaan bahagia.


Hidupnya terasa lengkap dan ia menyukainya.


“I like me better when I’m with you”


“I like me better when I’m with you too”