He Is My Bad Boy

He Is My Bad Boy
43. Guilty



Kevin tersenyum miris di ruang kerjanya. Ia tahu Christine terbebani dengan pernikahan ini terlebih lagi melihat gelagat adik perempuannya itu setelah pulang dari makan malam dengan Erick. Kevin mengusap wajahnya. Ia melakukan ini demi Christine, jadi Ia tidak akan membiarkan Peter kembali masuk ke dalam kehidupan Christine.


Adiknya itu akan segera menikah dengan Erick, jadi tidak boleh ada pengganggu. Satu-satunya pengganggu yang bisa mengacaukan pernikahan itu hanya Peter.


Dan ia sudah menyingkirkannya. Setidaknya sampai hari pernikahan Christine dan Erick nanti.


Tapi entah kenapa, Kevin merasa kalau tindakan yang dilakukannya ini justru salah. Ia seperti berusaha memisahkan dua insan yang saling mencintai. Hal ini ia simpulkan dari Peter, saat lelaki itu menyanggupi permintaannya beberapa hari yang lalu.


Flashback


"*Kesepakan apa yang kau inginkan?" tanya Peter dengan sebelah alis terangkat.


"Yah, kau bisa menolaknya kalau kau mau." balas Kevin santai.


"Katakan dulu kesepakatan apa?" tanya Peter tidak sabaran, jarang-jarang lelaki yang dihadapannya ini menawarkan kesepakatan.


"Aku tahu kau menyewa detektif untuk mengawasi adikku dari jauh. Dan aku juga tahu kau yang mengacaukan pertunangan Christine dengan Erick." kata Kevin tersenyum miring, ia bisa menangkap raut wajah terkejut di wajah Peter dan Kevin cukup menikmatinya.


"Jadi apa kesepakatan yang ingin kau tawarkan padaku?" tanya Peter berusaha untuk tidak menunjukkan kekhawatirannya atau ia akan dianggap kalah oleh calon ipar sialan satu ini.


"Aku ingin kau tidak berada di Amerika selama seminggu ini, dan kau boleh kembali setelah hari Senin." kata Kevin datar, sedangkan Peter langsung memasang wajah curiga. Melihat raut wajah curiga itu Kevin semakin terlihat meyakinkan.


"Kenapa aku harus meninggalkan Amerika?" tanya Peter curiga.


"Sudah kukatakan padamu kau boleh menolak kesepakan ini, dan selama kau di luar negeri kau tidak boleh mencari tahu berita apapun tentang Christine." ucap Kevin santai.


Peter semakin mengerutkan dahinya, merasa ada yang tidak beres di sini, tapi ia tetap ingin mendengarkan kesepakatan yang ditawarkan oleh Kevin ini.


"Dan apa yang akan kudapatkan jika aku meninggalkan Amerika selama seminggu seperti yang kau tawarkan?"


"Yaah, aku akan merestui hubunganmu dengan adikku." ucap Kevin santai, "jadi bagaimana?" tanyanya tegas.


"Bisa kau beritahu alasannya kenapa kau tiba-tiba datang dan menawarkan kesepakatan?"


"Hmm, ah... A-aku tidak punya alasan."


"Lalu kenapa mendatangiku seakan kau sedang terburu-buru dan memaksaku untuk keluar negeri secepatnya?"


"Aku tidak memaksamu! Sudah ku katakan kalau kau bisa menolaknya jika kau tak mau!" Sentak Kevin kesal walau sejujurnya dia benar-benar berharap kalau Peter sialan ini akan menerima tawarannya ini.


"Apa kau benar-benar akan merestui hubungan kami?" yang dijawab dengan anggukan tegas oleh Kevin. Raut curiga Peter langsung tergantikan dengan senyum bahagia.


"Apa itu tandanya kau menerima kesepakatan ini?" tanya Kevin yang dibalas oleh anggukan semangat dari Peter dan mulai membayangkan masa depannya bersama Christine.


"Kenapa?" tanya Kevin membuat Peter langsung menoleh ke arah Kevin sambil mengangkat sebelah alisnya.


"Apa maksudmu?" tanya Peter bingung.


"Kenapa kau menerima kesepakatan ini?" tanya Kevin ulang dengan ekspresi penasaran.


"Tentu saja aku menerimanya, menurutmu kenapa tidak ku hamili saja Christine jika aku ingin mendapatkannya?" tanya Peter membuat Kevin menunjukkan ekspresi marah, tapi ia menahannya.


"Kenapa?" tanyanya geram.


"Karena aku ingin hubunganku dengan Christine bukan karena keterpaksaan, aku ingin hubunganku dengan Christine diakui oleh semua orang terutama olehmu, kakak yang sangat disayangi oleh Christine. Sekalipun aku tahu jika aku menghamili Christine dan mengatakan kalau aku akan bertanggung jawab dengan menikahinya, bukanlah sesuatu hal yang sulit karena kami saling mencintai dan dia pasti akan menerimaku. Aku hanya tidak mau, kau, kakak yang paling dia sayangi adalah orang yang paling terpaksa menerima pernikahan kami. Aku ingin kau menerima pernikahan kami karena kau tahu kalau kami menikah karena saling mencintai " ucap Peter panjang lebar.


Kevin terdiam mendengar kalimat Peter yang panjang.


"Apa kau sudah pernah tidur dengannya?"


"Tidak, aku ingin menyentuhnya saat ia sudah jadi milikku seutuhnya. Itu akan terasa lebih menakjubkan!" ucap Peter sambil tersenyum.


Flasback off*


Damn it!!!


Kevin mengumpat keras! ia tidak tahu lagi apa yang harus dia lakukan jika ia kembali mengingat kalimat Peter yang panjang itu. kalimat itu sangat panjang tapi cukup membuatnya tersadar.


Ia bisa mengingat dengan jelas ketika Peter bisa mengatakan kalau lelaki itu bisa saja mendapatkan Christine dengan cara yang ********, karena lelaki itu pada dasarnya memang ********. Tapi lelaki itu tidak melakukannya karena masih memikirkan dirinya!


Kevin kembali mengingat percakapan terakhir mereka sebelum Kevin meninggalkan ruang kerja Peter.


"*Kau bertanya kenapa aku menerima kesepakatanmu bukan?" ucap Peter kala itu, menghentikan langkah Kevin dan menoleh pada Peter yang masih terduduk di sofa.


"Seminggu tanpa kabar dan foto dari Christine memang akan terasa sangat berat untukku, tapi setelah seminggu itu aku bisa memiliki Christine selamanya. Seminggu bukan apa-apa jika dibandingkan aku akan bersamanya selamanya." ucap Peter kemudian berdiri dan kembali ke mejanya tanpa menoleh ke arah Kevin*.


Kata-kata Peter saat itu sukses membuat Kevin dihantui rasa bersalah. Bukankah seharusnya ia senang karena berhasil membuat Peter tidak akan menerima kabar tentang pernikahan Christine dan Erick, Peter tidak akan mengganggu acara pernikahan Christine dan Erick.


Dan acara itu akan berjalan dengan lancar tanpa gangguan. Tapi mengapa ia merasa bersalah pada Peter?!


SIAL!!