He Is My Bad Boy

He Is My Bad Boy
69. Not ready.



Christine segera berhenti menangis, apa ia keterlaluan karena menangis? Kenapa Peter bisa panik sekali seperti ini? Tapi tidak perlu waktu lama untuk membuat Christine sadar kalau Peter memang tidak ingin membuatnya menangis.


“Jangan menggodaku lagi.” rajuknya manja. Ia tersenyum menyadari kadar cinta Peter adanya masih tidak berubah.


Peter mengehela napas lega, gadisnya ini sudah berhenti menangis. Sulit sekali baginya membuat gadis yang dicintainya kembali, setelah kembali malah dibuatnya menangis. Bagaimana kalau nantinya Christine pergi lagi?


“Aku menggodamu karena aku suka melihatmu memerah seperti tadi, tapi sepertinya aku sudah keterlaluan. Maafkan aku ya,”


“Kau membuatku malu,”


“Aku suka saat melihatmu malu-malu seperti tadi”


“Sepertinya kau memang selalu menyukaiku.”


“Aku memang selalu menyukaimu apapun yang ada padamu aku menyukainya kecuali air matamu, aku tidak suka, sangat tidak suka.”


“Bagaimana dengan air mata kebahagiaan?”


“Aku pasti akan sangat menyukai yang itu,”


“Aku mencintaimu Peterku.”


“Aku juga mencintaimu Christine. Teramat sangat mencintaimu.  Jadi bagaimana?”


Christine menatap Peter tidak mengerti, ia bingung apa maksud dengan bagaimana.Apa maksudnya coba?


“Bagaimana apanya?”


“Kau mau menikah denganku atau tidak?”


Eh?! Jadi tadi ia benar-benar tidak salah dengar? Tapi kenapa tadi ia tanya lelaki yang ada dihadapannya ini malah bertanya balik? Christine menatap kesal pada Peter.


“Jadi tadi aku tidak salah dengar?”


“Tidak,”


“Tapi kenapa tadi kau bertanya balik?”


Dengan senyuman dan tanpa merasa bersalah sama sekali Peter menjawab “Aku suka melihatmu kebingungan.”


Christine memutar bola matanya kesal. Suka melihat kebingungan? Apa itu artinya Peter suka melihat ini menunjukkan wajah bodohnya?


"Kalau hanya di depanku maka jawabannya ya. Tapi aku tidak suka melihatmu seperti itu jika di depan banyak orang. Bahkan Allen sekalipun!"


"Kau benar-benar sangat posesif!"


“Ya, itu nama tengahku. Jadi bagaimana?”


Christine merundukkan kepalanya “Tapi kakak tidak menyukaimu,”


Keheningan menyelimuti mereka selama beberapa saat, tangan Peter masih tetap memeluk tubuh Christine.


“Dia akan setuju, sekalipun ia tidak menyukaiku tapi ia akan setuju.”


Christine langsung mendongak menatap Peter dengan raut wajah kaget, “Bagaimana mungkin kakak akan setuju sedangkan ia tidak menyukaimu. Kakak akan menentang pernikahan ini Peter, bahkan kakak bisa saja me-”


Belum selesai Christine berbicara, bibir perempuan itu sudah dibungkam oleh Peter dengan bibirnya, hanya mengecupnya tapi tetap saja membuat Christine melayang.


“Kenapa kau sangat berisik baby?”


“Peter ini ak-”


Lagi-lagi Peter mengecup bibir Christine, kali ini mengecup bibir Christine agak lama dan memberinya ******* kecil. Setelah merasa Christine sedikit tenang, Peter melepaskan ciumannya dan menatap Christine dalam dan jauh ke mata gadisnya itu.


Tempat yang paling menenangkan untuk diselami, temapat yang tidak akan bisa berbohong sekalipun lidah berbohong. Sudh berapa lama Peter tidak menyelami bola mata indah gadisnya ini? Kenapa mata ini terasa semakin indah?


“Kau percaya padaku kan?”


Christine membalas menatap bola dan menatap keteguhan dimata Peter, ya ampun mata lelaki ini semakin membuatnya terpesona dan tanpa sadar Christine menganggukkan kepalanya. Lagipula ia tidak mau lagi ragu pada lelaki ini yang membuatnya merasa sengsara.


Peter tersenyum bahagia melihat Christine menganggukkan kepalanya tanda setuju. Ah memang sudah seharusnya seperti ini.


“Kalau begitu, ayo kita temui Kevin!”


“Eh, sekarang?”


Peter mengangguk mantap.


“Ayo!” Peter berjalan dan menarik tangan Christine agar mengikutinya.


Ya ampun ia masih belum siap kareba belum  berbaikan dengan Kevin.