He Is My Bad Boy

He Is My Bad Boy
63. Life without you..



Malam ini Peter akan menginap di penthouse nya di New York, beberapa minggu belakangan ini ia sudah tidak lagi bekerja di Manhattan melainkan ayahnya sudah menyuruhnya untuk menggantikannya di New York.


Ia sudah menjabat sebagai CEO perusahaan kebanggaan milik keluarganya itu, walaupun belum resmi tapi ia sudah beberapa kali membuat harga saham perusahaan itu naik dan tentu saja itu membuat Josh sangat bangga padanya.


Tapi akhir-akhir ini Peter seperti tidak punya semangat hidup, kerjaannya di kantor semakin hari semakin banyak. Membuat Josh sedikit khawatir melihat putranya itu seperti mayat hidup.


Peter memasuki penthouse nya dengan tidak semangat, waktu sudah menunjukkan pukul sebelas malam. Besok pagi ia harus bertemu dengan ayahnya untuk mendiskusikan mengenai peresmiannya menjadi CEO Courch Corp. Setelah bertemu dengan ayahnya, ia juga harus mengikuti rapat dengan para pemegang saham.


Peter menghembuskan napasnya lelah, sepertinya pengaruh Christine sangat besar pada hidupnya. Lihat saja sekarang, hidupnya seakan tidak berguna dan berfungsi dengan benar. Ia benar-benar seakan sudah tidak punya harapan hidup.


Peter merebahkan tubuhnya di kasur king size miliknya dengan pikiran yang masih tertuju pada Christine. Apa yang sedang dilakukannya sekarang? Apa ia sudah tidur? Apa Christine masih membencinya? Apa Christine sudah melupakannya? Ya Tuhan ia benar-benar hampir gila karena memikirkan Christine.


Peter mencoba memejamkan matanya, tapi tetap saja ia tidak bisa terlelap. Tubuhnya lelah tapi pikirannya tidak merasa lelah sama sekali. Ia tidak akan bisa tidur dengan bayangan Christine yang masih ada di pikirannya.


Peter berjalan menuju dapur untuk mengambil segelas air untuk menjernihkan pikirannya. Peter berjalan menuju ruang tamu dan ia teringat saat dulu Allen menceramahinya karena mempermalukan Christine.


Dan sekarang ia sadar kalau Allen benar, ia menyesal, sangat menyesal, teramat sangat menyesalinya. Saat itu Allen mengatakan kalau Christine sudah jatuh cinta padanya, dan Peter sadar sejak saat itu ia sudah hidup dibawah bayang-bayang Christine.


Ya Tuhan apa yang sudah ia lakukan? Jika seandainya saja dulu ia tidak mempermalukan Christine, ia tidak akan terlihat seperti orang gila seperti sekarang. Kevin tidak akan menolak dirinya sebagai adik ipar bukan? Apa ia sedang terkena karma? Jika saja Peter bisa memutar waktu maka ia akan kembali ke saat dimana ayahnya dan ayah Christine memutuskan untuk menjodohkan mereka, dan ia akan dengan senang hati menerimanya.


Peter akan langsung menemui Christine dan akan langsung menikahinya saja, jika ia tahu hidup tanpa wanita itu benar-benar mengerikan.


Saat ini Peter benar-benar merasa takdir hidupnya menyedihkan dan sangat menyedihkan. Apa yang harus ia lakukan agar bisa kembali bersama Christine? Kevin tetap tidak ingin merestuinya, apa ia harus mengemis Christine padanya? Jika itu bisa membuatnya bersama dengan Christine maka ia akan melakukannya.


Tapi sayangnya pembohongan yang dilakuan Kevin saat itu benar-benar membuatnya kesal dan hampir membunuh calon kakak iparnya itu. jika saja seandainya Erick tidak mengatakan kalau pertunangan itu batal, maka tidak bisa dipastikan akan bagaimana keadaan Kevin saat ini.


Peter memasuki kamarnya dan langsung merebahkan diri di kasurnya, ia menatap langit-langit penthause nya itu dengan tatapan kosong dan lambat laun matanya terpejam karena merasa lelah.