He Is My Bad Boy

He Is My Bad Boy
52. Holiday?!



Setelah Christine menutup panggilannya, Lexy langsung menghubungi Allen dan bertanya dimana si


Peter sialan itu sekarang. Sayangnya, jawaban Allen juga tidak membantu sama sekali. Kekasihnya itu juga tidak mengetahui keberadaan Peter. Lexy mendesah kasar. Semua ini hanya membuat ia semakin kesal. Hal itu jelas membuat Allen penasaran hingga akhirnya bertanya.


Lexy akhirnya memilih menceritakan semuanya pada Allen alasan dibalik kekesalannya. Mengapa ia sangat kesalpada Peter padahal tidak semuanya karena Peter. Padahal dia sendiri mengambil bagian dalam kekecewaan Christine.


Alasan pertama yaitu karena Christine marah padanya karena dulu ia tidak jujur pada Christine. Kedua karena dia tidak tahu kalau ternyata pernikahan Christine dipercepat. Lexy juga tidak tahu kalau ternyata beban yang Christine tanggung sangat berat. Alasan yang terakhir adalah karena Peter menghilang dan membuat mood Christine semakin buruk, bahkan sahabatnya itu sampai menangis. Ia tahu karena suara sahabatnya tadi terdengar serak.


Sontak saja mendengar itu Allen jadi ikutan kesal dan terkejut secara bersamaan. Kesal karena Peter membuat kekasihnya kesal dan terkejut karena kenyataan kalau Christine akan segera menikah dengan orang lain. Dan yang paling membuatnya frustasi adalah Peter menghilang dan tidak bisa dihubungi. Sahabatnya itu hilang di saat yang sangat-sangat tidak tepat.


Setelah Lexy memutus panggilan mereka, Allen yang kebetulan saat ini memang berada di Manhattan, segera pergi ke kantor Peter. Untungnya lokasinya saat ini tidak terlalu jauh dari kantor Peter. Sialnya tepat seperti perkiraannya, Peter tidak ada di kantor dan tidak akan kembali ke kantor hingga Senin depan.


Allen memejamkan mata menahan setiap rasa kesal dan amaran yang nyaris sampai di ubun-ubunnya. Bukan karena tidak menemukan Peter di kantor! Tidak, jelas bukan karena itu melainkan alasan mengapa lelaki itu tidak ada di kantor. Liburan. Tolong di bold, italic dan underline LIBURAN. Saat-saat kritis seperti ini bagaimana bisa Peter masih sempat liburan? Liburan! Sial!


Raut wajah Hanna berubah kesalĀ  ketika Allen, orang yang mengaku sahabat atasannya itu datang dan marah-marah padanya. Ia tidak tahu apa-apa tapi tiba-tiba dimarahi oleh anak yang jauh lebih muda darinya.Hanna juga ingin memarahi Peter, karena pekerjaan bossnya itu masih banyak yang belum disentuh sama sekali!


sahabat Peter, Hanna tidak bisa mempercayainya begitu saja. Siapa tahu lelaki ini akan mengambil keuntungan disaat atasannya itu sedang tidak ada.


Beberapa ancaman dan bukti dikatakan Allen pada Hanna agar wanita paruh baya itu memberikan kontak siapapun yang bisa menghubungkannya pada Peter. Tetap saja sekertaris Peter yang bernama Hanna itu kekeuh tidak mau memberitahukan kontak untuk menghubungi Peter. Tapi pada akhirnya ancaman Allen mambuat Hanna


mulai bimbang dan ketakutan. Bagaimana tidak, Allen mengatakan kalau Peter benar-benar akan mengamuk jika terlambat mengetahui alasan kenapa dirinya memilih dating jauh-jauh dari New York hanya untuk memberikan kabar ini.


Hanna menelan ludahnya dengan kesusahan. Semua


orang tahu jika Peter mengamuk, maka kantor itu akan terasa seperti neraka dalam dunia. Semua orang yang datang ke kantor akan merasa seperti sedang ikut uji nyali, Peter benar-benar semenakutkan itu jika sedang marah.


Dengan perasaan ragu, Hanna akhirnya memberikan nomor telepon resort tempat Peter liburan. Alasan si Allen-Allen itu sangat kesal pada bosnya itu sebenarnya terdengar tidak masuk akal baginya. Tapi Ancaman yang dikatakan oleh Allen itu memang berhasil membuatnya takut.


Hanna tidak ingin melihat Peter mengamuk, karena itu akan sangat mengerikan. Ia tidak ingin melihat itu, sangat-sangat tidak ingin.