FIGHTING GIRL VERSUS BADBOY

FIGHTING GIRL VERSUS BADBOY
#99



Damon menelepon supir Velvet dan dia langsung menuju mall tempat Velvet berbelanja sekarang. Setibanya disana, Damon langsung turun dan mencari Velvet di sekeliling mall meskipun itu tak mudah mencarinya.


"Ya Tuhan ... Dia selalu mencari masalah dan aku sama sekali tak bisa memarahinya," gumam Damon kesal.


Lalu dia mencari di restoran dan masih tak menemukan Velvet dimanapun. Tiba tiba tuan Shel menelepon Damon dan mengatakan Velvet sudah ada di dalam mobil. Mereka kini sedang perjalanan pulang ke mansion.


Velvet tiba di mansion dan masuk ke dalam. Dia menaruh semua barang belanjaannya di ruang tamu dengan dibantu oleh tuan Shel.


"Terima kasih paman," ucap Velvet tersenyum dan memberikan satu bungkusan pada Shel.


"Apa ini Nyonya?" tanya Shel.


"Ini untuk paman. Aku tak tahu ini akan kuberikan pada siapa. Pakailah pakaian ini," jawab Velvet.


"Tapi ini pakaian mahal, Nyonya," ucap Shel.


"Uang suamiku terlalu banyak paman. Jadi ini saatnya menghamburkannya. Ambillah. Aku akan marah jika paman tak mengambilnya," jawab Velvet.


"Baiklah. Terima kasih nyonya," kata Shel menunduk hormat.


Setelah itu Velvet masuk ke kamar dan meninggalkan barang belanjaannya di ruang tamu. Velvet membuka semua pakaiannya dan masuk ke kamar mandi.


Velvet membasuh wajahnya dan kemudian mandi air hangat sebentar di bawah shower. Setelah itu, Velvet langsung membasuh tubuhnya dengan handuk.


Velvet berkaca di depan cermin dan melihat perutnya yang sudah terlihat sedikit membuncit. Velvet tersenyum sembari mengusap perutnya,


Lalu tiba tiba pintu kamar mandi terbuka dan Damon tampak ada di depan pintu. Dia menatap Velvet dan masih terdiam. Mereka saling menatap hingga akhirnya Velvet memalingkan wajahnya dan memakai handuknya kembali.


Velvet tak menghiraukan Damon. Dia bahkan melewati Damon tanpa melihat dan mengatakan apapun pada Damon.


Damon mengikuti Velvet ke kamar dan memperhatikan Velvet yang sedang mengambil bajunya di walking closet. Velvet membuka handuknya dan memakai pakaian dalamnya di depan Damon.


Perut buncitnya terihat jelas di mata Damon dan itu membuat kekesalannya pada Velvet menghilang begitu saja.


"Kau marah padaku?" tanya Damon akhirnya.


Velvet tak menjawabnya dan menuju ranjangnya kemudian memasang selimutnya. Dia memejamkan matanya tanpa mempedulikan Damon lagi.


"Oke aku salah. Maafkan aku, sayang," kata Damon menghampiri Velvet di ranjang.


"Jangan mendekatiku. Aku tak akan mengganggumu lagi. Kau bebas kemanapun tanpa harus bilang padaku. Pergilah... Aku ingin tidur," kata Velvet.


Damon tahu ini akan menjadi drama yang panjang lagi seperti sebelum sebelumnya dimana mood Velvet sedang ada di level terbawah.


"Aku tahu kau ingin marah padaku tetapi kau tak bisa melakukan hal itu. Mulai saat ini aku tak akan mengganggumu lagi. AKu tak membutuhkanmu. Aku bisa mengurus diriku sendiri bahkan aku bisa makan malam dan pergi sendiri tanpa dirimu," lanjut Velvet.


Damon membuka jas dan pakaiannya lalu menuju ranjang dan memeluk Velvet tanpa mengatakan apapun. Karena Damon tahu, jika dia menjawab maka bisa dipastikan ini akan menjadi opera sabun yang penuh drama.


Damon sudah cukup mahir menghadapi Velvet yang sering bersikap aneh semenjak kehamilannya.


Jadi dia akan tetap diam saja tanpa harus mengatakan apapun jika Velvet sudah berkata seperti itu. Karena besok, Velvet akan kembali lagi seperti biasanya seperti tak terjadi apapun.


Velvet kemudian memejamkan matanya setelah menikmati belaian lembut Damon di perutnya. Damon mencium puncak kepala Velvet.


"Good night, Baby. I love you," bisik Damon.


JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORIT DAN HADIAH YAA...❤❤❤