
Gerry kemudian memanggil sekretarisnya melalui sambungan telepon di meja Damon dan menyuruhnya untuk menelepon Damon.
Damon yang kini sedang meeting, selalu mematikan telepon masuk dari pegawai kantornya. Karena setelah ini, Damon akan segera menuju ke sebuah restoran untuk makan malam.
Damon akan menelepon Velvet ketika sudah selesai meeting nanti.
"Maaf nyonya. Sepertinya Tuan Damon masih sibuk meeting," ucap Gerry hati hati.
Lalu Velvet menangis lagi.
"Jadi dia sudah tak menghiraukanku sekarang? Apa aku sudah tak menarik lagi?" kata Velvet menahan tangisnya.
Gerry menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Dia sangat bingung apa yang harus dilakukannya.
"Apa menurutmu dia sedang menghindariku?" tanya Velvet pada Gerry.
"Tidak nyonya. Tuan sedang meeting penting. Dan Tuan belum tahu bahwa anda kemari," jawab Gerry.
"Jadi aku tidak penting lagi baginya?" tanya Velvet terisak.
"Bukan begitu nyonya. Tuan tak tahu anda disini. Dan itu karena anda tak memberi tahu Tuan sebelumnya bahwa anda akan kemari," jawab Gerry.
"Jadi maksudmu ini salahku?" tanya Velvet lagi dengan sedikit kesal.
"Bu.. Bukan begitu nyonya," kata Gerry. serba salah.
"Lalu aku harus makan malam sendirian malam ini?" tanya Velvet yang jelas saja Gerry tak tahu jawabannya.
Gerry tak menjawab apapun karena dia takut jika jawabannya salah lagi.
Lalu Velvet beranjak dari kursinya dan berjalan dengan wajah marah dan penuh air mata. Gerry mengikutinya dari belakang karena dia ingin memastikan istri bosnya ini baik baik saja sampai di bawah lobby.
"Jangan mengikutiku," bentak Velvet pada Gerry yang mengikuti di belakangnya.
"Tapi aku harus menemani anda sampai ke mobil, Nyonya," jawab Gerry,
"Aku tak semanja itu sampai kau harus mengantarku ke bawah," kata Velvet dan kemudian masuk ke dalam lift menuju ke bawah lobby.
Gerry tak bisa melakukan apapun karena Velvet sudah memberikan ultimatumnya.
Dia ingin menghilangkan rasa kesalnya pada Damon dengan berbelanja. Mungkin itu bisa sedikit membantunya.
Sesampainya di mall, Velvet langsung keluar dari mobil.
"Jangan mengikutiku tuan Shel. Aku ingin berjalan jalan sendirian saja," kata Velvet pada supirnya.
"Tapi nyonya ... Tuan tak mengizinkan nyonya pergi sendirian," jawab Shel.
"Aku bukan anak kecil yang tak tahu jalan pulang," ucap Velvet kesal dan menutup pintu mobilnya.
Sang supir tak mempunyai pilihan lain selain menuruti perkataan majikannya.
Velvet masuk ke dalam pusat perbelanjaan dan berkeliling sendirian disana. Dia membeli barang barang tak penting.
"Aku akan membuat tagihan kartu kreditmu benar benar membengkak, Tuan Damon," gumam Velvet kesal.
Ternyata benar, berbelanja membuat mood Velvet membaik kembali. Dia bahkan lupa makan malam dan tak sadar bahwa hari sudah malam. Hingga ponselnya berbunyi dan itu dari Damon.
"Hah... Aku tak akan mengangkat telepon darimu, Tuan," gumam Velvet dengan senyum liciknya
Lalu Velvet pergi ke sebuah restoran di mall itu.
Velvet bahkan berlama lama makan di restoran Mall agar Damon bingung mencarinya.
"Kau kesal denganku? Kau yang membuatku kesal terlebih dulu," gumam Velvet ketika melihat ratusan pesan chat yang dikirimkan Damon pada ponselnya karena Velvet sama sekali tak mengangkat teleponnya.
Dan Velvet sama sekali tak membalasnya. Dia hanya membacanya saja sambil menyantap makan malamnya dengan sangat lahap.
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORIT DAN HADIAH YAA..❤❤
**PENGUMUMAN..
Sudah keluar novel Dillon n willow ya.. cuss meluncuur**