FIGHTING GIRL VERSUS BADBOY

FIGHTING GIRL VERSUS BADBOY
#40



Malam ini, Wiillow tak pulang ke apartemen Heidi karena ayahnya baru saja datang dari California dan dia harus menemani sang ayah di apartemennya sendiri'


"Dimana Willow, Aunty?" tanya Velvet yang baru saja datang dari kampusnya.


"Ayahnya datang, kau sudah makan makan, Vel?" tanya Heidi.


"Sudah aunty. Tadi aku makan malam bersama teman teman kampusku di dekat sana," jawab Velvet.


"Kapan kau akan mengubah warna rambut anehmu itu? Mataku sakit melihatnya," kata Heidi.


Velvet tertawa pelan.


"Aku akan mengubahnya menjadi pirang, bagaimana menurut aunty?" tanya Velvet.


"Ck... Jangan macam macam Vel. Kau cantik dengan rambut coklatmu," jawab Heidi.


"Oh ya, aku menindik hidung dan bibirku, aunty mau lihat?" kata Velvet.


"OH MY GOD... Aku akan menyekapmu jika kau menambah tindikanmu lagi. Come on honey, jangan menyakiti tubuhmu," kesal Heidi.


"Aku hanya ingin tau rasanya saja," jawab Velvet dengan santai dan masuk ke dalam kamarnya.


"Awas jika kau menambah tindikanmu lagi, aku akan benar benar akan menyekapmu di kandang kuda milikku di ranch," kata Heidi dengan teriakan legendnya.


Velvet tertawa mendengarnya. Bulan kemarin Velvet manambah tindikan di telinganya dan itu masih bisa dimaklumi oleh Heidi. Tapi sekarang adalah batas tolerir Heidi pada Velvet agar tak menambah tindikannya lagi.


Tak lama, Velvet keluar lagi dari kamarnya.


"Pusarku juga ku tindik, aunty," teriak Velvet dari pintu kamarnya dan segera menutupnya lagi.


"VELVEEEEEEEETTTTT," teriak Heidi dari ruang tengah.


 


Keesokan harinya, Damon bekerja seperti biasanya. Damon ditugaskan untuk memegang perusahaan intinya di New York. Sedangkan Dillon di California.


Beberapa cabang masih dijalankan oleh Rey dari jauh dengan bantuan Damon dan Dillon serta asisten asisten mereka. Dan hal itu membuat Damon dan Dillon sibuk luar biasa di awal awal mengurus perusahaan keluarga Rey karena harus sering bepergian ke luar negeri.


Damon tak sabar menunggu malam hari karena dirinya akan bertemu dengan Velvet untuk yang pertama kalinya setelah 5 tahun lebih berpisah. Ah tidak, hampir 6 tahun tepatnya.


Malam harinya, Heidi tampak sibuk di dapur. Velvet yang baru datang dari kampus melihat kesibukan Heidi di dapur yang sangat jarang dilihatnya.


"Apa akan ada perayaan?" tanya Velvet.


"Hai sayang, kau sudah datang rupanya. Ayo cepatlah mandi, akan ada tamu sebentar lagi," kata Heidi.


"Siapa?" tanya Velvet.


"Apa aku mengenalnya?" tanya Velvet.


"Dia relasi bisnisku, ayo cepatlah, jangan cerewet," kata Heidi yang sibuk menyiapkan makanannya di meja makan minimalisnya.


"Oke," jawab Velvet dan langsung menuju kamarnya.


Setengah jam kemudian, bel pintu apartemen Heidi berbunyi. Dan dia langsung menuju pintu untuk membukanya.


"Halo Damon, ayo masuk nak, maaf ini diluar perusahaan jadi aku tak memanggilmu tuan. Tak masalah kan?" kata Heidi tersenyum.


"No problem aunty," jawab Damon tersenyum dan bersikap santai pada Heidi.


Damon kemudian masuk dan Heidi langsung menyuruhnya menuju ruang makan karena makanan telah siap.


"Sebentar, aku akan memanggil gadis tengil itu, ah maksudku Velvet," kata Heidi.


Damon tersenyum dan mengangguk. Dia menunggu dengan menopang sembari melihat ke arah kamar dimana itu adalah kamar Velvet karena Heidi memanggil Velvet di depan pintu.


"Honey.. Apakah kau tidur? Ayo cepat keluar. Kita akan makan malam sekarang," panggil Heidi.


"YAAAAA... Tungguuuuuu," teriak Velvet dari dalam.


Sebuah suara teriakan yang entah mengapa dirindukan oleh Damon karena dulu Velvet sering meneriakinya.


Lalu Heidi kembali ke meja makan dan duduk di sebelah Damon. Beberapa menit kemudian, Velvet keluar dengan hanya menggunakan kaos ketat pendek yang hampir terlihat pusarnya dan celana hotpants dari bahan jeans.


"Oh God. Dia seperti mau main saja memakai baju seperti itu," gumam Heidi pelan dan itu terdengar oleh Damon


Damon langsung menoleh ke arah Velvet yang berjalan menghampiri meja makan. Senyum khas Damon tampak terlihat dan matanya bertumbukan dengan mata Velvet yang tiba tiba menghentikan langkahnya ketika melihat Damon.


"Halo, lama tak bertemu.. Kau tetap saja terlihat tengil," kata Damon tersenyum miring.


Velvet terdiam dan masih melihat ke arah Damon.


"Hmm. Kau juga, senyuman menyebalkanmu masih membuatku kesal," jawab Velvet berusaha santai meskipun sebenarnya dadanya berdetak kencang.


Velvet melanjutkan langkahnya menuju meja makan.


"Rambutmu seperti gulali rasa bubblegum," lanjut Damon yang melihat warna rambut biru Velvet.


Dan ucapan Damon itu spontan membuat Heidi tertawa. Sedangkan Velvet memandang kesal pada Damon yang memang selalu menyebalkan dimatanya.


Tetapi Velvet lebih suka pertemuan yang seperti ini daripada pertemuan yang dramatis dan mellow. Itu membuatnya lebih rileks menghadapi Damon yang terlihat semakin matang dan tampan tentunya.


JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORIT DAN HADIAH YAA .............❤❤❤❤