
Velvet menutup dadanya dengan selimut. Kemudian dia menaruh ponselnya di telinganya.
"Will, are you okey? Dillon semalam yang menangani Jonah kesana," ucap Velvet.
'Ya, aku baik baik saja, Vel. Aku sudah berterima kasih pada Dillon tentang semalam,' jawab Willow.
"Nanti aku akan kesana," jata Velvet.
'Aku tak bisa menemuimu, Vel. Daddyku akan datang. Dan kami akan ke California,' jawab Willow.
"Kau akan pindah kesana?" tanya Velvet.
'Aku belum tahu, nanti kukabari. Terima kasih Vel,' ucap Willow.
"Hmm, be careful, Will. Aku menyayangimu. Jangan menyembunyikan apapun padaku. Kau harus berbagi masalahmu padaku apapun yang terjadi," kata Velvet.
'Thank you, bestie. Aku juga sangat menyayangimu. Bye, baby,' ucap Willow berpamitan.
"Bye," jawab Velvet lesu.
Damon menghampiri Velvet setelah Velvet menutup ponselnya.
Damon duduk di hadapan Velvet dan mengecup bibir Velvet.
"Good morning, baby," ucap Damon pelan.
Velvet tersenyum dan membelai wajah Damon. Lalu dia memegang hidung Damon yang sedikit lebam.
"Sorry," kata Velvet.
"Jangan lakukan hal itu lagi," ucap Damon mengusap bibir merah Velvet.
"Apa menurutmu aku masih sangat labil?" tanya Velvet.
"Aku yakin kau seperti itu karena mempunyai alasan yang sangat kuat. Hanya saja, kau harus lebih pintar lagi menahan emosimu," jawab Damon tenang.
Velvet mengangguk dan memeluk Damon.
"Jangan khawatir dengan Willow. Dillon akan mengawasinya selama dia di California," ucap Damon.
"Semalam Jonah mengatakan padaku jika dirinya pernah hampir memperkosaa Willow. Aku sangat marah mendengar hal itu. Bukan hanya marah karena apa yang sudah dilakukan Jonah pada Willow. Tetapi aku juga marah karena Willow tak pernah mengatakan hal ini padaku," kata Velvet menjelaskan perasaannya pada Damon sembari masih memeluknya.
"Aku akan memandikanmu. Kau harus berendam di dalam air hangat. Banyak lebam di tubuhmu," lanjut Damon dan melepaskan pelukannya.
Dia menangkup wajah Velvet dan menciumnya lagi. Damon tak pernah bosan melakukan hal itu.
Lalu dia menggendong tubuh Velvet menuju kamar mandi.
"Kau terlalu memanjakanku. Nanti aku bisa terlena dan terbiasa," ucap Velvet mengalungkan tangannya di leher Damon dan mengecup lehernya.
"Aku sengaja melakukannya agar kau tak bisa lepas dariku dan membuatmu berpikir jutaan kali jika ingin meninggalkanku," jawab Damon tersenyum.
Velvet tertawa pelan mendengar alasan Damon. Damon kemudian menurunkan Velvet di bathtub.
"Apa perlu ku temani?" tanya Damon.
"Hmm. Boleh juga," jawab Velvet.
Damon tersenyum dan membuka kaos putihnya hingga perut sixpacknya terlihat jelas di kata Velvet.
Velvet meraba perut Damon dan mendekatkan dadanya pada dada Damon.
"Oke oke. Aku tahu apa maumu," ucap Damon tertawa pelan.
"Aku hanya ingin meminta maaf padamu atas apa yang kulakukan semalam. Dan aku meminta maaf dengan cara ini saja. Itu lebih mudah dan menyenangkan bukan?" kata Velvet tersenyum menggoda.
"Kau sudah pintar menggoda rupanya," Damon merengkuh pinggang Velvet dan memasukkan tangannya ke dalam celana Velvet dan meremas bokong padatnya.
Tangan Velvet merayapi leher Damon. Kakinya berjinjit dan hanya bisa mencium dagunya saja karena Damon tak menundukkan kepalanya.
"Kau jual mahal padaku?" tanya Velvet karena hal itu.
Damon tertawa dan kemudian mengangkat tubuh Velvet hingga kakinya melingkar di pinggang Damon.
"Silahkan, nyonya," ucap Damon.
Velvet tersenyum dan langsung mencium bibir Damon dengan permainan lidahnya yang semakin mahir.
(Travelling lagi yuuuukkkk..) 😆🤣
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORIT DAN HADIAH YAA❤❤❤