
2 hari kemudian, Damon dan Velvet berada di mansion Galy karena semua keluarga Damon berkumpul disana.
"Morning mom," sapa Velvet dan menghampiri Galy di taman.
"Halo sayang, di mana Damon?" tanya Galy.
"Dia masih sibuk menelepon. Oh ya, sampai kapan mommy dan Daddy di sini?" tanya Velvet yang duduk disebelah Galy.
"Mungkin satu minggu lagi. Kalian harus di sini selama kami disini," jawab Galy.
"Hmm, baiklah. Aku juga merindukan mommy," ucap Velvet memeluk Galy dari samping.
Galy tersenyum dan mengusap lengan Velvet perlahan.
"Apa kau sudah datang bulan, sayang?" tanya Galy.
Velvet langsung mengingat ingat dan dia lupa bahwa dirinya sama sekali belum datang bulan sejak menikah degan Damon.
Velvet menegakkan duduknya.
"Aku benar benar lupa hal ini. Apa menurut mommy aku sedang hamil sekarang? Tapi aku belum mendapat tanda apapun dalam tubuhku," jawab Velvet sembari menoleh ke arah Galy.
"Nanti belilah testpack," kata Galy.
"Hmm. Jangan katakan hal ini dulu pada siapapun, mom. Aku ingin memastikannya dulu," ucap Velvet.
"Ya, ayo sekarang kita makan dulu. Para laki laki di keluarga ini sedang sibuk sendiri sepertinya," kata Galy.
"Dimana Thea?" tanya Velvet.
"Dia masih di resort pantai. Dia sedang menikmati hari liburnya selama seminggu disana," jawab Galy sambil mengambil makanan paginya.
Velvet pun mengambil makan paginya dan makan bersama Galy sambil mengobrol.
Tak lama kemudian, Damon dan Dillon datang dari dalam mansion menuju taman, tempat dimana Galy dan Velvet sedang menikmati makan paginya.
"Kau tak menungguku, baby?" tanya Damon mencium puncak kepala Velvet yang sedang menikmati makannya.
"Aku sudah sangat kelaparan," jawab Velvet.
Lalu Damon dan Dillon pun ikut makan pagi bersama kemudian disusul oleh Rey yang baru saja selesai mandi.
"Dimana Phoenix?" tanya Rey pada Galy.
"Dia masih menyukai Velvet, dad. Dan belum terima kalau aku menikahi gadis impiannya," ucap Damon tertawa pelan.
"Dia masih kecil Dam. Jangan membullynya terus," balas Galy.
"Bayimu sudah besar, mom. Jangan memanjakannya terus," jawab Damon.
"Karena kau selalu membullynya, sekarang Phoenix tak mau lagi dicium oleh mommy," ucap Galy.
"Sabar sayang. Tunggu saja cucu kita lahir. Kau akan bisa menciuminya dengan sepuas hatimu," kata Rey di sela sela makan paginya.
Damon mengusap punggung tangan Velvet dan menciumnya. Dia berharap Velvet bisa segera hamil secepatnya dan menambah anggota keluarga baru di keluarga besarnya.
"Jangan lupa pesan mommy tadi, sayang," kata Galy pada Velvet.
"Ya mom," jawab Velvet.
Siang harinya, Velvet dan Damon keluar dari mansion. Damon menaiki sepeda motornya berboncengan dengan Velvet.
Damon akan menuju mansion Francis karena mereka mengundang makan siang disana. Dan akan ada teman teman geng mereka dulu berkumpul disana.
"Dillon tak ikut juga? Akan ada Willow disana," kata Velvet.
"Dillon sangat sibuk hari ini bersama daddy di perusahaan. Nanti aku akan menyuruhnya kemari menjelang sore saja," jawab Damon memakaikan helm pada kepala Velvet.
Setelah memasangkan helmnya. Damon mencium bibir Velvet dan menyesapnya dalam dalam.
"Kau akan membuat bibirku sariawan, Dam," ucap Velvet dengan mencebikkan bibirnya.
"Bibirmu adalah makanan favoritku," jawab Damon tertawa pelan dan menekan kedua pipi Velvet dengan tangannya hingga bibir Velvet mengerucut.
CUP...
Damon kembali mengecup bibir Velvet dan mereka pun kemudian berangkat ke mansion Francis.
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORIT DAN HADIAH YAA...❤❤❤