FIGHTING GIRL VERSUS BADBOY

FIGHTING GIRL VERSUS BADBOY
#38



Seminggu berlalu. Akhirnya Velvet pun mulai mendatangi kampusnya. Rey memilihkan jurusan ekonomi bagi Velvet. Karena itu akan berguna jika Velvet mengelola perusahaan Heidi kelak.


Begitu detailnya Rey hingga dia sudah membahas hal ini dengan Heidi. Dan tentu saja, Heidi sangat setuju dengan hal ini. Heidi tak memiliki saat ini kecuali para asistennya dan Velvet.


"Aunty, aku berangkat dulu," kata Velvet pamit pada Heidi.


"Ya sayang, be careful," jawab Heidi.


Lalu Velvet pun pergi menggunakan mobil yang sudah Heidi siapkan untuk Velvet meskipun sebenarnya Velvet bisa membeli mobil dengan uangnya sendiri. Tetapi Heidi tak mengizinkan hal itu.


Setibanya di kampus, Velvet langsung menuju gedung fakultasnya. Sebenarnya Velvet sudah telat setahun masuk universitas karena pada awalnya dia masih enggan bersosialisasi ke dunia luar.


Diusianya yang menuju 19 tahun, penampilan Velvet masih seperti remaja.


"VEEEELLLLLL!!!!" tiba tiba ada seseorang yang memanggilnya.


Velvet berhenti karena sangat mengenal suara yang memanggilnya. Lalu orang itu tampak memegang bahu Velvet dan membalik tubuhnya.


Gadis didepannya itu tampak sudah menangis tersedu ketika melihat Velvet dan kemudian memeluknya dengan erat.


"Kau jahat Vel.... Mengapa kau tak mau menemui kami? Kau sudah melupakan kami," katanya.


"Sorry Will, kurasa kalian lebih baik tanpa aku dulu. Karena aku akan memalukan bagi kalian," jawab Velvet.


Willow melepaskan pelukannya dari Velvet dan memandang wajah Velvet yang sangat dirindukannya.


"Kau menyebalkan Vel. Bukankah kita tak akan berpisah sampai kapanpun apapun keadaan kita? Kau sendiri yang mengatakan hal itu?" kata Willow sembari mengusap air matanya.


"Maaf, maafkan aku," jawab Velvet dan matanya mulai berkaca kaca.


Lalu Willow memeluk Velvet lagi dan mereka pun saling berpelukan hingga menangis bersama dan berakhir dengan tertawa bersama.


"Mulai saat ini kau tak akan pernah berpisah dariku. Aku akan selalu menempel padamu," kata Willow mengusap air matanya begitu juga dengan Velvet.


Dan akhirnya merekapun tersenyum bersama.


Lalu Willow menarik tangan Velvet untuk duduk dikursi taman yang ada di dekat gedung kampusnya.


"Ya, aku baru saja akan mengambil jadwal kuliahku," jawab Velvet.


"Baiklah, ayo aku antarkan. Aku akan menjadi guidemu hari ini," kata Willow dengan wajah sumringah.


"Oke, ayo," jawab Velvet.


Dan merekapun saling begandengan dan tertawa bersama sembari mengobrol menuju ke gedung kampus Velvet.


Willow sudah semester 3 sekarang karena dia masuk kuliah sejak tahun kemarin. Bertemu dengan Velvet sangat membuat harinya cerah ceria begitu juga dengan Velvet.


Edna dan Vena tetap berada di California dan kuliah disana. Pertemuannya dengan Willow membuat Velvet merasa bahagia dan mulai menikmati masa mudanya kembali.


Dan Heidi menyuruh Willow untuk tinggal bersamanya juga karena selama ini Willow tinggal di apartemen sendirian sejak neneknya meninggal setahun yang lalu.


Tentu saja hal ini membuat Velvet dan Willow senang karena mereka akan menjalani hari hari mereka bersama. Vena dan Edna tahu akan pertemuan Willow dan Velvet. Mereka akan main ke New York ketika mereka liburan semester nanti.


Velvet menjalani kuliahnya dengan baik dari hari ke hari. Dia merasa kehidupannya kembali normal dan sekarang dia mempunyai tujuan yang pasti akan masa depannya sendiri.


Saat ini Velvet dan Willow tampak bersantai di kamar Velvet karena hari ini hari minggu. Aunty Heidi sedang pergi bersama Norman ke perusahaan karena ada meeting mendadak yang harus dilakukannya hari ini.


"Kau tahu Vel? Damon memiliki saudara kembar. Dan mereka benar benar mirip. Aku sampai mengusap mataku berkali kali ketika melihat mereka," kata Willow.


Velvet menghentikan kegiatan menulis jurnalnya dan menoleh pada Willow.


"Damon? Bagaimana kabarnya? Apa dia semakin brutal?" tanya Velvet yang tiba tiba teringat Damon.


"Dia sudah berbeda sekarang. Aku bertemu dengannya bulan lalu. Daddy mengajakku ke sebuah pesta para pengusaha dan aku melihatnya disana. Dan kata Daddy dia sekarang di Rusia. Dia dan saudara kembarnya benar benar tampan dan mereka benar benar menjadi pusat perhatian disana. Ya mungkin juga karena latar belakang keluarga mereka yang cukup terkenal reputasinya di dunia bisnis" jawab Willow.


"Hmm, baguslah," kata Velvet menanggapi dan menulis kembali jurnalnya.


"Kalian tak berpacaran dulu? Karena kulihat dia begitu peduli padamu dan tak pernah absen menjengukmu meskipun kau tak pernah mau menemuinya," ucap Willow dengan menopang dagunya melihat ke arah Velvet.


"Dia hanya berempati padaku atas nasib buruk yang menimpaku dulu, tidak lebih," jawan Velvet.


JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORIT DAN HADIAH YAA........