FIGHTING GIRL VERSUS BADBOY

FIGHTING GIRL VERSUS BADBOY
#74



Damon mengangkat tubuh Velvet dan membawanya ke atas meja marmer sebelum mereka masuk ke


dalam bathtub.


Velvet masih mencium bibir Damon dan tak melepaskannya. Dia masih asyik bermain disana. Damon merengkuh pinggang Velvet dan menariknya lebih dekat. Dada mereka saling menempel.


Tangan Velvet melingkar di leher Damon lalu Damon menciumi leher dan menyesapnya dengan dalam hingga tercipta beberapa tanda merah di sana.


Velvet mendesah keras ketika tangan Damon mulai merayap ke bagian sensitif Velvet dan ciumannya beralih ke dada Velvet.


"Aaaahh... Dam..," desah Velvet dengan tangan mencengkeram rambut Damon.


"Aku akan membuatmu benar benar tergila gila padaku," ucap Damon tersenyum nakal.


Velvet tertawa pelan dan mencium kembali bibir Damon yang tersenyum. Velvet selalu suka dengan senyuman Damon yang selalu terlihat sexy di matanya.


Damon kemudian masuk ke adegan inti. Tubuh mereka bergerak seirama dan tangan kanan Damon bertumpu di depan cermin yang ada di belakang tubuh Velvet.


Sedangkan tangan satunya memegang erat bokong Velvet. Damon menggerakkannya maju mundur dengan tempo sedang. Tak lama kemudian Damon mulai menggerakkan pinggulnya cukup cepat untuk mencapai klimakssnya.


Velvet memegang erat punggung kokoh Damon dan mengikuti gerak cepatnya hingga akhirnya mereka mencapai kepuasan bersama.


Mereka saling berpelukan dengan tubuh saling menempel sempurna. Velvet mengecup leher Damon dan Damon membelai punggung mulus Velvet.


Beberapa menit kemudian, Damon mengangkat tubuh Velvet ke dalam bathtub dan mereka pun mandi bersama.


Siang harinya Damon dan Velvet hanya berdiam diri di mansion. Mereka bersantai di taman sembari melihat ke arah kolam renang dan taman yang sangat luas itu.


Seminggu berlalu. Damon kembali sibuk ke aktivitasnya di perusahaan. Begitu juga dengan Velvet yang melanjutkan mengerjakan skripsinya serta kuliahnya yang padat.


Teman teman Velvet belum ada yang mengetahui bahwa dirinya telah menikah karena memang pernikahannya diadakan secara mendadak.


Isaac tak mau membiarkan Willow sendirian lagi dan akan lebih menjaganya dengan ketat. Velvet sedikit sedih dengan hal itu karena dia akan jarang bertemu dengan Willow lagi.


Vena sudah kembali ke California juga. Sedangkan Edna masih di New York karena Francis masih ada urusan di New York untuk 2 minggu ke depan. Edna bahkan menambah izin libur kuliahnya yang seharusnya sudah mulai masuk kuliah.


Edna tinggal di apartemen Francis jadi Velvet dan Edna masih sering bertemu selama Edna ada di New York.


Seperti saat ini. Edna ikut Velvet ke perpustakaan universitas. Edna pun ikut membaca buku. Edna sedang tak ada kegiatan dan Francis masih sibuk dengan pekerjaannya di cabang perusahaannya.


Siang menjelang, Velvet dan Edna makan siang di sebuah restoran dekat kampus Velvet. Mereka berduapun menuju ke restoran itu hanya dengan berjalan kaki saja.


"Vellll!!" panggil seseorang dari arah belakangnya.


Velvet dan Edna otomatis menoleh mendengar panggilan itu. Tampak Matias berlari menyusul di belakangnya.



"Ada apa Matias?" tanya Velvet.


"Kau sudah lama tak masuk kuliah. Apa kau baik baik saja?" tanya Matias.


"Ya, aku baik baik sja. Oh ya, apakah aku bisa meminjam catatanmu selama aku tak masuk kuliah? Sandra menyarankanku untuk meminjam buku catatanmu saja karena catatan Sandra tak terlalu lengkap," jawab Velvet.


"Tentu saja," ucap Matias.


"Baiklah, kita duduk di restoran itu saja. Sekalian aku akan mentraktirmu makan siang," kata Velvet.


"Oke," jawab Matias dengan senang hati.


JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORIT DAN HADIAH YAAAA