FIGHTING GIRL VERSUS BADBOY

FIGHTING GIRL VERSUS BADBOY
#90



Sebelum tidur, Velvet melihat pesan dari Damon. Dia sangat memahami jika Damon harus menunggu Dillon di rumah sakit. Tapi entah mengapa, Velvet merasa sedih karena Damon tak ada disampingnya saat ini.


Velvet tak bisa tidur dan duduk di balkon sendirian. Dia menatap langit malam sembari mengusap perutnya yang masih rata.



Velvet tak sabar memberitahu Damon tentang kehamilannya. Tetapi 2 hari ini, Damon terlalu sibuk dengan Dillon dan Velvet sangat mengerti dengan hal itu.


Tiba tiba air mata Velvet menetes. Dia memang merasa sedikit sensitif karena kehamilannya. Semakin lama tangisannya semakin menjadi hingga terdengar suara sesenggukan.


Velvet mengusap air matanya dengan tangannya. Lalu Velvet kembali ke ranjangnya dan memejamkan matanya. Tangisannya masih terdengar dan akhirnya dia tertidur karena lelah menangis.


Keesokan paginya, Velvet bangun lumayan segar dan senyumnya mengembang kembali karena hari ini dia akan pergi ke rumah sakit untuk menemui Damon sekaligus menjenguk Dillon.


"Sayang, ayo makan dulu. Kita akan pergi bersama ke rumah sakit," kata Galy.


"Ya mom," jawab Velvet tersenyum.


Galy, Rey dan Velvet pun makan pagi bersama. Rey rencananya akan menjenguk Dillon sebentar lalu langsung ke perusahaan karena harus menggantikan Dillon untuk meeting hari ini.


Setibanya dia rumah sakit, Velvet melihat Willow sudah ada di sana menunggu Dillon bersama Phoenix dan Thea. Sedangkan Damon tak terlihat.


"Thea, Phoenix, pulanglah. Mommy akan menjaga Dillon bersama Willow disini," kata Galy.


"Dimana Damon, Thea?" tanya Velvet.


"Kak Damon pulang ke apartemen dini hari tadi," jawab Thea.


Velvet hanya mengangguk lalu dia menghampiri Willow yang duduk di sebelah ranjang Dillon. Dan Dillon saat ini sedang tidur.


"Aku akan menemanimu disini, Will." ucap Velvet.


"Wajahmu sedikit pucat, Vel. Apa kau sakit?" tanya Willow lirih.


"Kau bisa membedakan Damon dan Dillon?" tanya Velvet.


Willow mengangguk.


"Mereka sama sama menyebalkan, Will. Kuharap kau sabar menghadapinya," ucap Velvet.


"Hei, aku mendengarmu," kata Dillon yang masih memejamkan matanya.


Galy tertawa mendengar percakapan itu.


"Jangan menyiksanya ketika kau sudah menikahi Willow, Dillon. Aku yang akan membuat perhitungan denganmu jika itu sampai terjadi," kata Velvet.


Dillon akhirnya membuka matanya dan menatap ke arah Willow tetapi Willow langsung menunduk.


"Aku akan menjadikannya perawatku saja selama aku sakit. Jika aku sudah sembuh, aku akan melayaninya dengan sangat baik dan manis," jawab Dillon.


Willow tak menanggapi apapun ucapan Dillon karena dia masih canggung berdekatan dengan Dillon. Bahkan Willow tak tahu bagaimana nanti dirinya akan merawat Dillon. Willow akan memikirkannya nanti.


Menjelang siang, Velvet kembali ke mansion bersama Galy. Damon masih belum menampakkan batang hidungnya karena kata Thea, Damon tak tidur semalaman kemarin malam. Jadi kemungkinan besar, Damon sedang tidur sepuasnya di apartemen.


"Kau tidak ingin kuantar ke apartemen, sayang? Damon ada disana," ucap Galy.


"Tidak mom. Damon mungkin sangat lelah menjaga Dillon semalam. Jadi ini waktunya dia beristirahat," jawab Velvet tersenyum.


"Hmm baiklah. Kau bersama mommy saja di mansion," ucap Galy tersenyum dan mengusap tangan Velvet dengan lembut.


Velvet mengangguk sembari tersenyum. Velvet bersyukur memiliki ibu mertua seperti Galy yang benar benar menganggapnya seperti anak kandungnya sendiri. Dan Velvet sangar menyayangi Galy serta Rey.


JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORIT DAN HADIAH YAAA