
5 HARI BERLALU...
Damon sudah ada di dalam pesawat menuju New York. Teman temannya dari California pun akan datang ke New York. Francis yang mengajak mereka semua karena pacar barunya berasal dari New York.
Selama 5 hari berpisah, Damon dan Velvet jarang berkomunikasi karena Damon amat sangat sibuk dan ada perbedaan waktu.
Begitu juga dengan Velvet yang fokus pada skripsinya dan tak terlalu memikirkan Damon karena sedang asyik bersama teman temannya di apartemen. Meskipun begitu, ada sedikit rasa rindu yang dirasakannya pada Damon.
Hari ini Edna mengajak Velvet dan yang lainnya untuk pergi ke club. Tapi tidak dengan Willow. Dia memang anak rumahan yang tak terlalu suka suasana ramai apalagi berdesakan seperti club.
Tetapi Velvet dan yang lainnya membujuknya sampai akhirnya mereka menyerah karena Willow tak mau diajak pergi.
"Will, kau harus menikmati masa mudamu. Kau benar benar tak asyik," kata Vena yang sedang sibuk berdandan di depan cermin.
"Jangan memaksanya. Uncle Issac selalu mengawasinya," ucap Velvet yang memasang anting di hidungnya.
"Aku ingin membuat itu juga, Vel," kata Edna melihat tindikan di telinga dan hidung Velvet.
"Hmm, cobalah. Besok akan kuantar kau ke tempat piercing langgananku," jawab Velvet yang kemudian memasang anting di bibirnya.
"Aku juga mau," kata Vena antusias.
Willow berbaring di ranjang dan asyik berselancar di dunia maya. Sebenarnya dia ingin bisa seperti teman temannya, tetapi dia tak bisa melakukan hal itu.
"Oh ya Will. Club itu dekat dengan apartemenmu. Bagaimana kalau kita menginap disana saja malam ini?" ucap Velvet.
"Baiklah, nanti aku akan pergi ke apartemenku," jawab Willow yang masih fokus dengan ponselnya.
"Apakah kau ingin titip dicarikan seorang pria tampan, Will?" tanya Edna yang memakai lipstiknya.
"Aku tak berniat menikah," kata Willow dengan santainya.
Dan tentu saja hal itu membuat ketiga temannya langsung menatap ke arah Willow bersamaan.
"Ada apa?" tanya Willow yang melihat heran ke arah teman temannya.
"Kau tak berbelok kan? Apa kau menyukai salah satu dari kami?" tanya Vena dengan wajah khawatir.
"Aku masih normal, Oh my... Aku hanya tak ingin terkekang dengan aturan laki laki," jawab Willow.
"Ah, syukurlah kalau begitu," kata Velvet mengelus dadanya.
"Sudahlah, pergilah kalian. Aku akan ke apartemenku 1 jam lagi," kata Willow.
"Berangkatlah sekarang bersama kami, ini sudah malam, Will. Ayo ganti baju," ujar Velvet.
"Baiklah nyonya," jawab Willow yang kemudian beranjak dari ranjang dan berjalan ke kamarnya untuk mengambil coatnya.
Kemudian langsung menuju apartemen Willow menggunakan mobil Velvet. Mereka tak berpamitan pada Heidi karena mereka sudah pamit ketika malam tadi dan sekarang Heidi sudah terlelap tidur.
Setelah menurunkan Willow mereka langsung menuju club yang jaraknya hanya 10 menit saja dari sana.
Velvet memakai pakaian serba hitam lengkap dengan semua tindikannya yang terpasang di telinga, hidung dan bibirny serta pusarnya.
"Ingat????? Jangan sampai mabuk, OK?" kata Velvet memperingatkan Edna dan Vena.
"Siap Bos," jawab Edna dan Vena secara bersamaan.
Lalu merekapun turun dari mobil dan masuk ke dalam ruangan yang suasananya remang remang. Music DJ dilantunkan sangat keras dan sangat banyak pengunjung hari ini.
Velvet booking satu meja untuk mereka bertiga dan melihat situasi disana terlebih dulu.
"HEI, LIHATLAH SIAPA DISANA," teriak Vena karena disana sangat bising.
Edna dan Velvet melihat ke arah yang ditunjuk Vena. Mereka melihat Francis dan teman temannya sedang duduk bersama di kursi sofa panjang dengan beberapa wanita.
Tak lama kemudian, datanglah Damon yang menuju meja Francis. Velvet tak tahu bahwa Damon sudah kembali dari Rusia.
Mereka tampak tertawa tawa dan wajah Velvet serta Edna terlihat sedikit kesal dengan hal itu. Edna kesal karena Francis tampak merangkul bahu seorang wanita sexy. Sedangkan Velvet kesal karena Damon tak mengabarinya bahwa Damon sudah pulang dari Rusia.
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORIT DAN HADIAH YAA....❤❤