FIGHTING GIRL VERSUS BADBOY

FIGHTING GIRL VERSUS BADBOY
#46



Lalu Damon mendekatkan tubuhnya di atas tubuh Velvet.


BUUGGG..


Velvet menendang perut Damon hingga tubuh Damon mundur beberapa langkah ke belakang,


"Kau kejam sekali pada pacarmu," ucap Damon memegang perutnya yang baru saja ditendang Velvet.


"Aku harus pergi," jawab Velvet beranjak dari sofa dan berjalan menuju kamarnya untuk berganti baju kembali.


"Aku akan mengantarmu," kata Damon.


"Aku naik mobil," jawab Velvet dan menutup pintu kamarnya.


"Aku yang menyetir," teriak Damon dari luar.


"Huuufftttt, pria ini benar benar memporak porandakan pertahananku," gumam Velvet sembari membuka kaosnya.


15 menit kemudian, Velvet keluar dari kamarnya dan Damon tampak menelepon seseorang dengan wajah yang serius.


Velvet menunggunya di sofa dan memperhatikan mimik wajah Damon yang berubah menjadi serius ketika sedang membicarakan pekerjaannya.


'Siapa yang akan menolak jika pria tampan ini menciummu? He is so hot. Dan sangat mudah baginya untuk membawa seorang wanita ke atas ranjang, termasuk diriku. Hah, menyebalkan. Semoga pertahananku benar benar kuat menghadapinya,' batin Velvet sambil menopang dagunya.


Tak lama kemudian, Damon menutup ponselnya lalu menghampiri Velvet.


"Ayo, kita kemana?" tanya Damon sembari memegang tangan Velvet.


"Kita ke cafe tadi, aku akan bertemu teman temanku disana," jawab Velvet.


Velvet membawa tas ranselnya yang berisi beberapa buku dan laptop. Lalu Damon mengambil ransel itu dari bahu Velvet dan menaruhnya di bahunya sendiri,


'Ck, manis sekali pria menyebalkan ini,' batin Velvet.


"Mana kunci mobilmu?" tanya Damon ketika mereka sudah tiba di parkir basement.


Velvet merogoh kantong jaketnya dan memberikan kunci mobilnya pada Damon. Lalu Damon menaruh tas Velvet di bangku belakang dan masuk ke dalam mobil begitu juga dengan Velvet.


Setibanya di cafe, Velvet dan Damon turun dari mobil.


"Tidak," jawab Damon.


"Lalu mengapa kau ikut turun?" tanya Velvet.


"Untuk membawa tasmu sampai ke dalam," jawab Damon mengambil tas Velvet dan memanggulnya di bahu.


"Aku bisa membawanya sendiri. Aku bukan wanita lemah," kata Velvet.


Damon tak menggubrisnya dan menggandeng tangan Velvet sampai ke dalam cafe. Lalu ada salah satu teman wanita Velvet yang melambaikan tangan pada Velvet .


Disana sudah ada 5 orang yang berkumpul dan Velvet mengambil tasnya di bahu Damon lalu Damon memberikannya.


"Telepon aku jika sudah selesai, aku akan ke perusahaanku dulu," kata Damon.


"Hmm," jawab Velvet singkat.


CUP...


Damon mengecup bibir Velvet dan mengusap pipi merahnya dengan lembut lalu pergi dari sana.


Velvet masih terpaku di tempatnya. Entah apa yang dipikirkan teman temannya melihat tindakan Damon padanya tadi.


Lalu Velvet pun mau tak mau menuju meja dimana teman temannya berkumpul.


"Apakah aku ketinggalan berita?" tanya Mariana, salah satu temannya.


"Jangan membahas ini. Ayo langsung kita mulai saja," kata Velvet dengan wajah datarnya.


"Dia tampan sekali, Vel. Dimana kau menemukannya?" tanya Julia, teman Velvet yang lain.


Velvet tak menjawabnya dan sibuk mengeluarkan buku dan laptopnya. Matias yang sejak tadi sudah datang tampak tak senang melihat adegan mesra Damon dan Velvet tadi.


Matias memang menyukai Velvet sejak pertama mereka masuk bangku kuliah. Dan Matias berusaha mendekati Velvet sebagai teman karena dia ingin Velvet nyaman bersama dirinya.


Tetapi melihat Velvet dan Damon tadi membuatnya menyesal mengapa dia tidak mengutarakan perasaannya pada Velvet sejak dulu.


JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORIT DAN HADIAH YAA......❤❤❤