
Acara pernikahan akan dimulai dan Velvet dijemput oleh supir memakai limusin. Wilow , Edna dan Vena ikut serta bersama Velvet. Mereka akan selalu mendampingi Velvet.
"Will, tanganmu dingin sekali," kata Velvet ketika Willow menggenggam tangannya.
"Sudah kubilang, aku gugup, Vel," jawab Willow.
"Kau terlalu sering mengurung diri, Will. Apalagi setelah kau bekerja. Kau sama sekali jarang keluar. Jikapun keluar, sering bersama aunty Heidi saja," kata Velvet.
"Aku hanya tak suka keramaian saja. Dan tak ada daddy disini yang biasanya selalu kugandeng tangannya," jawab Willow.
"Ya Tuhan. Kau bukan anak TK lagi, sayang," kata Edna tertawa pelan.
"Hmm. Aku hanya nyaman bersama daddy saja jika datang ke sebuah pesta. Aku sangat menyayangi daddyku," jawab Willow tesenyum.
"Kau sangat beruntung memiliki daddy seperti uncle Isaac," ucap Velvet mengusap punggung tangan Willow.
Willow mengangguk dan tersenyum.
"Tenanglah. Aku akan selalu menemanimu," kata Vena.
"Thank you, bestie," jawab Willow tersenyum.
Tak lama kemudian, mereka pun akhirnya sampai di mansion Damon. Velvet keluar dari mobil disambut oleh Galy dan Thea serta Yara, adik ipar Galy.
"Kau cantik sekali, Velvet," kata Thea terpesona melihat penampilang Velvet yang segar dan bersinar.
"Thank you," jawab Velvet tersenyum.
Lalu mereka pun masuk ke dalam mansion dan menuju halaman belakang dimana undangan sudah berkumpul termasuk Damon.
Damon menatap sang jantung hatinya berjalan perlahan ke arahnya mengenakan gaun putih yang indah. Mata biru Velvet terlihat bening dan indah di mata Damon.
Damon merasa sangat ingin berlari dan membawa Velvet ke kamar secepatnya ketika melihat sang calon istri yang begitu menggoda matanya.
Damon didampingi oleh Dillon disampingnya.
Dillon yang memegang cincin pernikahan Damon dan Velvet. Hingga akhirnya, Velvet tiba di tempat Damon dan Damon menggenggam tangannya.
"You're so beautiful, baby. Bersiaplah, setelah ini aku akan menghajarmu," bisik Damon di telinga Velvet dan Velvet hanya tersenyum cantik yang membuat Damon semakin ingin acara ini berjalan singkat dan cepat.
Beberapa menit kemudian, akhirnya Damon dan Velvet sah menjadi suami istri. Damon mencium bibir Velvet dengan begitu dalam karena sangat merindukan Velvet yang sejak pagi di sembunyikan oleh mommynya.
"Kalian bisa melanjutkannya nanti, Damon," bisik Dillon dari belakang Damon.
Dan hal itu membuat Damon dan Velvet tersadar bahwa mereka masih ada di acara pernikahan mereka. Willow tertawa pelan melihat hal itu dan Dillon melihat ke arah Willow yang ada di sebelahnya.
Mata mereka bertumbukan dan membuat WIllow menghentikan tawanya secara mendadak. Dillon tersenyum melihat hal itu.
"Tak ada yang melarangmu tertawa, nona," bisik Dillon yang sedikit mendekat pada Willow. Wilow otomatis melangkah sedikit menjauh dari Dillon.
Dillon berpikir mungkin Willow adalah tipe wanita pemalu karena langsung menjauh darinya.
Setelah acara pernikahan selesai, acar selanjutnya adalah makan malam kemudian dansa bersama di lantai dansa yang lumayan luas di tengah taman.
Damon berdansa bersama Velvet dan mereka saling bertatapan.
"I love you," kata Damon menempelkan hidungnya pada hidung mancung Velvet.
Velvet tersenyum dan berjinjit kemudian mengecup bibir Damon.
"Kita pergi sekarang?" bisik Damon.
Velvet mengangguk.
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORIT DAN HADIAH YAA...