FIGHTING GIRL VERSUS BADBOY

FIGHTING GIRL VERSUS BADBOY
#42



Mereka masih tampak bergulat di sofa hingga akhirnya Damon merengkuh pinggang ramping Velvet dan kemudian mengangkatnya ke bahu lebarnya.


"Hei turunkan aku!!! teriak Velvet ketika Damon mulai berdiri dan memanggul tubuh Velvet di bahunya.


"Damoooonnnn!!!! teriak Velvet lagi.


Damon tak menggubris teriakan Velvet dan membawanya ke kamar Velvet.


"Oh My God, mereka berisik sekali," gumam Heidi yang mendengar keributan sejak tadi dari dalam kamarnya.


Setibanya di kamar Velvet, Damon menurunkan Velvet pas di atas ranjangnya.


"Aku akan membunuhmu jika sampai berani menyentuhku," marah Velvet.


Damon tertawa kembali.


"Mengapa kau selalu tertawa?Aku tak suka," ucap Velvet.


"Sejak tadi kau mengamuk dan berteriak. Aunty Heidi pasti terganggu," kata Damon.


"Aunty Heidi sudah terbiasa dengan teriakanku. Aku heran mengapa aunty tak keluar ketika mendengar aku berteriak?" ucap Velvet.


"Karena dia tahu kalau aku yang menjadi korbanmu, bukan sebaliknya." jawab Damon.


Lalu Damon maju melangkah mendekati Velvet yang ada di atas ranjang.


"Kau mau apa? Jangan macam macam," kata Velvet.


Kemudian dengan secepat kilat, dia mengecup bibir Velvet dan langsung berbalik pergi. Dan Velvet masih terpaku dengan apa yang baru saja Damon lakukan padanya.


"Good night, gadis tengil," kata Damon didepan pintu dan itu membuat Velvet tersadar dari lamunannya.


"DAMOOOOOONNNN...." teriak Velvet dan Damon sudah membuka pintu depan dan keluar dengan senyuman lebarnya.


 


Setelah Damon pergi, Velvet menuju kamar mandinya dan berkaca di depan cermin besar itu. Dia mengusap bibir pelan bibirnya yang baru saja di cium oleh Damon.


"Akan kubalas kau. Dasar pria gila, berani beraninya kau mempermainkanku," gumam Velvet.


Dan Velvet memegang dadanya yang masih berdebar mengingat ciuman Damon, karena itu adalah ciuman pertamanya dengan seorang laki laki.


Setelah melepas celana hotpantsnya, Velvet langsung menuju ranjangnya. Dia melepas branya dan hanya menggunakan kaos croptop dan celanaa dalamnyaa saja ketika tidur.


Velvet selalu tidur seperti itu karena dia berpikir peredaran darahnya akan lancar jika tidur seperti itu. Ketika di lembaga pembinaan dia pun seperti itu tetapi dia memakai kaos oblong bigsize ketika tidur agar jika selimutnya tersingkap, tubuhnya masih tertutup kaos oblong.


 


Velvet biasanya akan melewatkan makan paginya dan Heidi tau hal itu. Heidi tau bahwa Velvet sering begadang untuk mengejarkan tugas dan skripsinya, jadi Heidi tak pernah mengganggunya ketika Velvet masih tidur.


Heidi berangkat ke perusahaan pun juga agak siang hari ini ketika jam sudah menunjukkan pukul 11. Ketika akan berangkat ke perusahaannya, tiba tiba bel apartemennya berbunyi dan dia pun segera membukanya.


"Damon?" kata Heidi.


"Maaf mengganggu. Apakah aku boleh mengajak Velvet keluar hari ini?" tanya Damon.


"Tentu saja. Tapi dia masih tidur. Dia sedang libur kuliah dan jika kau tak keberatan, kau bisa menunggunya didalam sampai dia bangun. Mungkin setengah jam lagi dia akan bangun. Biasanya begitu," jawab Heidi.


"Baiklah, terima kasih aunty, aku akan menunggu di ruang tengah," kata Damon.


"Baiklah, aunty akan pergi ke perusahaan dulu, bye," pamit Heidi.


Heidi percaya pada Damon bahwa Velvet akan aman bersamanya dan Heidi sangat mengenal keluarga Robert dengan baik.


Bukan Damon namanya jika hanya berdiam saja disana. Setelah Heidi pergi, Damon pergi ke kamar Velvet. Dia membuka pintunya dan terlihat gorden kamar Velvet masih tertutup.


Lalu Damon membuka sedikit gorden kamar Velvet agar tetap tak mengganggu tidur Velvet.


Damon berbalik dan melihat Velvet yang masih tertidur di atas ranjangnya dengan pose yang sangat sexy dan terbuka seperti model majalah dewasa.


Spontan hal itu membuat Damon bersiul mengeluarkan bunyi cat callingnya. Dan suara itu membuat mata Velvet langsung terbuka dan melihat Damon di depan ranjangnya dengan tangan yang terlipat di depan dada.


"Kau LAGIIIIIIII!!!!!!" teriak Velvet sembari mencari selimutnya dan ternyata sudah jatuh di atas lantai.


"Mau kubantu?" tanya Damon dengan wajah usilnya.


"KELUAAAARRRRR!!!!" teriak Velvet lagi dan mengambil selimutnya diatas lantai dan justru itu membuat gerakan yang terlihat sexy di mata Damon sehingga Damon bersiul lagi.


"Akan kubunuh kau!!!!" Velvet membelalakkan matanya dan menutupi tubuhnya dengan selimut.


"Aku menunggumu diluar, setelah ini kita akan berkencan," kata Damon dengan santainya.


Dan Velvet segera mengunci pintu kamarnya agar Damon tak bisa masuk sembarangan lagi ke dalam kamarnya.


"HUFFTTTT.. Aku selalu emosi jika berhadapan dengannya, menyebalkan," gumam Velvet yang masih kesal.


Kemudian Velvet langsung masuk kamar mandi dan sengaja berlama lama di bathtub agar Damon bosan menunggunya dan pergi dari apartemen ini.


Sedangkan Damon mencari buku di rak buku lalu mengambilnya satu kemudian membacanya di ruang tengah sembari menunggu Velvet selesai mandi dan bersiap siap.



JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORIT DAN HADIAH YAAA.....