
Tok tok tok....
Baru di bagian pemanasan, kegiatan Damon dan Velvet terganggu karena ketukan di pintu kamar mereka.
Tok tok tok....
Ketukan di pintu yang tak kunjung berhenti membuat Damon mengumpat pelan dan Velvet menahan tawanya melihat hasrat Damon yang harus tertunda karena hal ini.
"Aku tak habis pikir mengapa hal ini masih terjadi pada kita," kesal Damon menutup kembali kaos Velvet yang sudah dibuka hingga setengah dadanya telihat.
Damon kemudian memakai bajunya dan menuju ke arah pintu. Dia membuka kuncinya dan membuka pintu.
Didepan pintu tampak kedua anak kembarnya dengan senyum lebarnya yang lucu. Dan itu membuat Damon tak bisa marah dan rasa kesalnya hilang begitu saja.
"Kalian belum pergi?" tanya Damon.
"Kami sudah pergi tetapi uncle Phoenix kembali lagi dan menyuruh kami untuk mencium Mommy dan Daddy sedikit lebih lama karena kami akan berada di resort agak lama," jawab Jora dengan penjelasannya yang sangat jelas. Sedangkan Rocco hanya mengangguk saja.
"Jadi uncle yang menyuruh kalian?" tanya Damon pada kedua anak kembarnya.
Jora dan Rocco pun mengangguk.
"Dasar menyebalkan," gumam Damon berbisik menyumpahi Phoenix.
Lalu Damon menggendong kedua anak kembarnya bersamaan dan membawanya ke dalam kamar untuk dibawa kepada Velvet.
Jora dan Rocco memeluk Velvet lalu menciumi wajahnya bertubi tubi. Begitu juga dengan Damon. Si kembar juga menciumi wajah daddy tampannya itu.
Setelah itu, Damon dan Velvet mengantarkan si kembar ke luar lagi menuju halaman depan mansion dimana Phoenix dan Galy menunggu di dalam mobil.
"Bye honey," Velvet melambaikan tangannya ketika kedua anaknya sudah masuk ke dalam mobil.
"Jangan sampai kau memutar mobilmu kembali, Phoenix," kata Damon memperingatkan Phoenix.
"Bye ... sayang ...," pamit Galy pada Velvet.
"Bye Mom ... Be careful," jawab Velvet tersenyum.
Damon dan Velvet kali ini benar benar melihat kepergian mobil Phoenix dari gerbang mansion mereka dan memastikan bahwa mereka sudah pergi dari sana.
Lalu setelah beberapa menit, Damon dan Velvet berbalik masuk ke dalam mansion. Katika baru akan menginjakkan kakinya di pintu utama mansion terdengar klakson mobil berbunyi dan membuat mereka menoleh ke arah itu.
"Oh God ... Apalagi ini?" gumam Damon kesal.
"Itu Edna dan Francis, honey. Kurasa kita harus menunda kegiatan kita dulu dan melanjutkannya nanti malam," kata Velvet tertawa pelan.
Lalu Velvet menghampiri mobil Edna dan menyambut Edna kemudian memeluknya.
"I miss you bestie," ucap Velvet.
"Dimana si tampan?" tanya Velvet mencari anak Edna yang masih berusia 2 tahun itu.
"Kakek neneknya tak mengizinkan kami membawanya ke New York. Jadi dia ada di California," jawab Edna.
"Kau tak mengatakan akan kemari. Apakah ini kunjungan mendadak?" tanya Velvet yang menggandeng tangan Edna menuju masuk ke mansionnya.
"Ya, Francis ada urusan disini besok. Jadi kami menyempatkan diri kemari dulu. Kami akan pulang besok setelah urusan Francis selesai," jawab Edna.
Damon menunggu Francis di depan pintu tanpa harus menghampirinya.
"Ada apa dengan wajahmu, Dam?" tanya Francis tertawa pelan.
"Kau datang di waktu yang tak tepat, Fran," jawab Damon yang disambut tawa oleh Francis karena tahu apa yang ada di otak kotor Damon.
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORIT DAN HADIAH YAA