
"Lihatlah, mereka tampak bersenang senang disana. Dan para wanita mengerubungi mereka," kata Vena.
"I don't care," jawab Velvet.
"Me too," timpal Edna juga.
"Tapi tidak dengan wajah kalian. Kalian tak bisa menipuku, girls," kata Vena tertawa pelan.
"Sejak dulu kau selalu menjadi kompor, Ven," ucap Velvet yang kemudian meminum segelas kecil winenya.
"Ayo kita guncangkan club ini dengan tarian sexy kita. Let's go girl," teriak Vena dengan semangat.
"Oke , ayo kita beraksi," jawab Vena yang juga meminum winenya.
Lalu mereka bertiga pun langsung turun ke lantai dansa dan menari dengan asyiknya. Tampak beberapa pria mendekati mereka. Tetapi mereka tak terlalu peduli.
"Kau keren. Aku suka tindikanmu," kata seorang pria di samping Velvet.
Velvet hanya tersenyum miring dan tak menanggapi laki laki itu. Edna mengangkat tangan Velvet dan memutar tubuhnya sembari menari dan tertawa bersama.
Laki laki tadi masih kekeh mendekati Velvet dan semakin mendekatkan tubuhnya ke arah Velvet.
"Jangan menggangguku, aku tak suka," kata Velvet pada pria itu dengan mata birunya yang tajam.
"Kita bisa berteman," kata pria itu lagi.
"Aku tak menyukaimu, pergilah." Velvet memperingatkannya lagi.
Tetapi lelaki itu tak pergi. Dia malah mengajak beberapa temannya untuk mengerubungi Velvet, Edna dan Vena.
"Kami punya banyak uang. Kalian akan senang jika pergi bersama kami," ucap pria itu.
"HEIIII..... DON'T TOUCH ME!!!" teriak Edna ketika teman laki laki itu menyentuh pinggulnya.
BUUUUGGGG
Velvet memukul telak pipi laki laki yang memegang Edna. Dan laki laki itu mengumpat keras karena bibirnya berdarah lumayan banyak akibat pukulan Velvet.
"Kau menantangku ya?" kata pria yang tadi mendekati Velvet.
Lalu Pria itu tampak akan menarik tangan Velvet tetapi Velvet menahannya dan membanting tubuh pria itu di lantai.
Hal itu tentu saja membuat keributan di club apalagi 2 teman pria itu tampak akan menyerang Velvet tetapi Velvet kembali menendang telak perut salah satu pria dan Edna menendang organ vital pria satunya lagi dengan lututnya.
Karena keributan itu menjadi pusat perhatian disana akhirnya Damon melihat ke arah Velvet.
"OOHH SHITTT!!!!!" umpat Damon yang segera mematikan rokoknya dan berjalan ke arah Velvet begitu juga Francis ketika melihat Edna disana.
Damon berjalan dengan langkah lebar dan kemudian memukul tengkuk leher pria yang akan menyerang Velvet lagi dari belakang. Pria itu pingsan seketika.
"Apa yang kau lakukan disini, gadis nakal?" tanya Damon dengan wajah dinginnya.
Francis memandang 2 pria yang berulah tadi dengan tatapan mengintimidasi hingga membuat pria itu pergi.
"Ikut aku!" Francis langsung menarik tangan Edna pergi dari sana.
Sedangkan Velvet dan Damon saling bertatapan dengan tajam bagai pedang. Dan Vena duduk kembali ke kursinya karena dia takut dengan reaksi Damon.
"Kau tahu mengapa mereka menggodamu? Karena kau terlihat liar dan seperti wanita nakal," marah Damon.
"Itu bukan urusanmu," kesal Velvet dan pergi dari hadapan Damon.
Damon menahan tangan Velvet.
"Lepaskan aku!!!!" bentak Velvet.
"No, Kau akan pulang bersamaku. SEKARANG!!!" jawab Damon.
"Aku tidak mau," jawab Velvet.
Tanpa banyak bicara Damon langsung memanggul tubuh Velvet di atas bahunya dan membawanya keluar.
Sebelum itu, dia memberi tahu temannya untuk mengantarkan Vena pulang lebih dulu karena Velvet akan dibawanya ke mansion.
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORIT DAN HADIAH YAA....❤❤❤