
Francis memeluk Edna dengan sangat erat karena baru kali ini dia melihat Edna begitu serius mengucapkan bahwa dia ingin pergi darinya.
"Bagaimana jika aku pergi dari hidupmu selamanya? Apa kau akan merasa kehilangan aku?" tanya Edna lirih di ceruk leher Francis.
"Aku tak ingin berpisah denganmu. Aku tak akan membiarkanmu pergi. Jangan mengatakan hal itu. Mungkin aku kurang bisa memperlihatkan rasa cintaku padamu. Tapi aku sangat mencintaimu, honey," jawab Francis.
"Apa yang kau takutkan? Katakan padaku. Aku bisa membantumu mengatasinya. Aku ingin kita lebih terbuka," ucap Edna.
Francis melepaskan pelukannya dan menangkup pipi Edna lalu mencium bibirnya.
"Aku mengenalmu sejak kau masih remaja. Dan disaat itulah kau sudah mengikatku terlalu kuat. Kau terlalu penting bagiku hingga aku tak pernah bisa melepaskanmu. Aku tak menyangka kau membawa pengaruh yang kuat bagiku. Semakin lama aku justru semakin mencintaimu. Aku hanya takut menyakitimu suatu hari nanti karena kau terlalu berharga bagiku," jawab Fancis.
"Kau tak akan menyakitiku. Aku sangat mengenalmu," ucap Edna.
"Apa kita akan bicarakan ini sampai selesai?" tanya Francis.
"Hmm. Ini saatnya kita bicara serius, honey. Kita bukan anak anak lagi. Kita sudah sangat dewasa dan kita harus memperjelas hubungan ini. Aku hanya ingin kita tak main main lagi. Aku sudah lelah dengan hal itu. Kita sudah bertahun tahun menjalani hubungan ini," jawab Edna.
Meskipun usianya lebih muda dari Francis, tetapi pemikiran Edna sudah sangat dewasa. Edna adalah pribadi yang komplit. Dia wanita yang kuat secara mental, menyenangkan dan bisa menjadi pendengar yang baik. Itulah yang membuat Francis jatuh cinta padanya.
Dan berasal dari latar belakang keluarga yang sama sama broken home membuat Francis dan Edna saling mengisi satu sama lain. Bedanya, Edna memandang semua hal dengan lebih positif. Berbeda dengan Francis yang menilai bahwa semua pernikahan akan berakhir buruk seperti keluarganya.
Francis tampak terdiam lama sebelum menjawab pertanyaan Edna.
"Ibuku meninggal karena melahirkanku dan ayahku yang memaksanya hamil padahal rahim ibuku terlalu lemah untuk memiliki seorang anak. Dia tak peduli ketika ibuku meninggal. Dan dia sangat mengekangku untuk menjadi yang terbaik. Jika aku tak sesuai dengan apa yang diinginkan ayahku, dia akan menyalahkan mendiang ibuku karena aku tak sesuai ekspektasinya dan dia juga akan menyiksaku. Hingga ketika aku remaja, aku mulai melawannya dan selalu membuat masalah," kata Francis.
Baru kali ini Francis mengatakan hal ini pada Edna. Francis memang tak pernah menceritakan masalah dan kesedihannya pada Edna karena takut dianggap lemah. Tetapi justru inilah yang ingin diketahui Edna. Dia ingin Francis lebih terbuka padanya apapun itu.
Meskipun terlihat cuek dan ceria, tetapi Francis menyimpan semua kegundahannya untuk dirinya sendiri. Dia tak ingin membaginya pada orang lain termasuk para sahabatnya.
Edna kemudian memeluk Francis dan mengusap punggungnya perlahan.
"I love you, honey. Kau tak akan kehilangan diriku. Kau harus menerima takdir apapun yang diberikan Tuhan padamu. Kita tak bisa merubahnya. Aku sangat mengenalmu dan kau tak akan seperti ayahmu," lirih Edna.
Baru kali ini mereka berbicara dari hati ke hati seperti ini karena selama ini Francis selalu menghindari pembicaraan seperti ini. Dia tak ingin kelemahannya diketahui oleh siapapun termasuk Edna.
"Jangan pergi dariku. Aku akan berusaha memperbaiki hal ini. Beri aku waktu sedikit lagi karena ini tak mudah untukku," kata Francis.
Edna tak mengatakan apapun. Dia hanya memeluk Francis dengan hangat dan menjadi sandaran untuk kegalauan hati Francis.
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORIT DAN HADIAH YAA...❤❤❤