
Setelah satu jam lamanya, Velvet keluar dari kamarnya dan berharap Damon sudah tak ada disana lagi. Tetapi perkiraannya salah. Damon justru terlihat asyik membaca buku di kursi kebesaran aunty Heidi.
"Kau sudah selesai?" tanya Damon yang tau akan kehadiran Velvet di sampingnya.
"Hmm, Kita mau kemana?" tanya Velvet.
"Berkencan," jawab Damon menutup bukunya dan menaruhnya kembali di rak buku.
Lalu Damon menghampiri Velvet dan menggandeng tangannya. Velvet berusaha melepaskannya tetapi dia tak berhasil melakukannya karena Damon menggenggam tangannya dengan sangat erat.
Mereka pun keluar dari apartemen dan menuju basement parkir karena Damon memarkir motor ducatinya di sana.
Sesampainya di parkiran, Damon langsung memakaikan helm pada Velvet.
"Kau tetap saja pendek, kukira bertambah tinggi sedikit setelah bertahun tahun tak bertemu," ucap Damon yang sekali lagi membuat Velvet kesal lalu kakinya terangkat dan akan menginjak kaki Damon tetap Damon berhasil menghindari injakan kaki Velvet.
"Aku belajar dari masa lalu," Damon tersenyum meledek pada Velvet.
Setelah memasangkan helm pada Velvet, Damon menaiki motornya begitu juga dengan Velvet. Tanpa disuruh, Velvet langsung memeluk pinggang Damon dan itu membuat Damon tersenyum dibalik helmnya.
Lalu Damon pun melajukan motornya dengan kecepatan sedang. Damon memang masih lebih suka menaiki motornya dibanding mobil. Apalagi jika bersama Velvet. Itu akan membuat tubuh mereka menempel tanpa harus mencari alasan untuk memeluknya.
Damon mengarahkan motornya ke sebuah restoran untuk makan siang terlebih dulu. Karena jam sudah menunjukkan jam 1 siang.
Damon turun dari motornya dan membukakan helm Velvet. Velvet seperti bocah cilik karena Damon selalu melakukan hal itu padanya sejak dulu sampai sekarang pun juga.
Tetapi Velvet sama sekali tak protes karena didalam hati terdalamnya dia merasa senang dengan hal ini. Lalu Damon menggandeng tangan Velvet dan menariknya ke dalam.
Damon sama sekali tak melepaskan Velvet sama sekali termasuk pandangan matanya. Dia selalu menatap ke arah Velvet dan membuat Velvet salah tingkah. Entah mengapa dia sama sekali tak bisa cuek jika Damon sudah memandangnya seperti itu.
"Apakah aku terlalu cantik sampai kau selalu melihat wajahku?" ucap Velvet sembari memakan desertnya.
"Hmm, i love you," kata Damon yang tentu saja langsung membuat Velvet tersedak.
uhuk..uhuk..
"Hei, makanlah yang benar. Kau bisa mati tersedak," kata Damon memijat tengkuk leher Velvet yang langsung membuat tubuh Velvet merinding.
"Apa kau sedang stress, Damon?" tanya Velvet melepas tangan Damon di tengkuk lehernya.
"Tidak, aku memang terlalu jujur. Bukankah kita sama? kau juga seperti itu kan? jadi santai saja," kata Damon dengan santainya dan mulai memakan makanannya.
"Ayo cepat makan, setelah ini kita jalan jalan mengelilingi kota New York," kata Damon.
Lalu merekapun memakan makan siangnya sembari mengobrol ringan. Damon banyak menanyakan pertanyaan ringan pada Velvet.
Velvet menjawabnya dengan santai karena pertanyaan yang ditanyakan oleh Damon masih tergolong normal dan tidak absurd seperti sebelum sebelumnya.
Setelah mereka menyelesaikan makan siangnya, Damon dan Velvet beranjak dari tempat duduknya. Ketika akan berjalan keluar, seorang pengunjung restoran bertabrakan dengan Damon dan membuat baju Damon basah karena orang yang menabraknya membawa minuman.
"Ah maaf, tuan. Aku benar benar tak sengaja," kata wanita yang menabrak Damon itu.
Wanita itu langsung terpana melihat wajah tampan Damon dan membersihkan pakaian Damon menggunakan tisu.
"Tidak apa apa, aku akan membersihkannya sendiri," kata Damon memundurkan tubuhnya.
Tetapi wanita itu memaksa membersihkan baju Damon yang basah dengan maju kembali pada Damon dan Damon merasa risih karena hal itu.
"Aku yang akan membersihkannya. Pergilah," kata Velvet yang tak suka melihat keagresifan wanita itu.
"Maaf, aku hanya merasa bersalah karena ini salahku. Aku akan mengganti bajumu," kata wanita itu lagi.
"Tak perlu. Uangku sangat banyak untuk membelikannya baju di toko seberang itu," kata Velvet menunjuk outlet baju dengan branded DIOR.
Lalu Velvet menarik tangan Damon dan segera keluar dari sana.
"Menjijikkan sekali wanita itu," gumam Velvet dengan kesal.
Damon hanya tersenyum menanggapinya. Dan Velvet benar benar membawa Damon ke toko baju branded yang ditunjuknya tadi.
"Jadi kau mau membelikanku baju?" tanya Damon.
"Hmm, warisanku terlau banyak, dan aku bingung menghabiskannya" jawab Velvet.
Damon tertawa pelan dan menikmati hal ini karena Velvet masih menarik tangannya sampai mereka masuk ke dalam butik itu.
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORIT DAN HADIAH YAA .......❤❤❤