
"Ayo kita makan," kata Heidi memulai makan malamnya.
Damon selalu memandangi Velvet sembari makan. Dan Heidi melihat hal itu. Heidi hanya tersenyum melihat hal itu. Sedangkan Velvet sedikit terganggu dengan hal itu karena tatapan Damon benar benar membuatnya seperti tak bisa bergerak.
Mereka makan tanpa mengobrol hingga akhirnya mereka menyelesaikan makan malamnya.
"Aku akan mengajaknya keluar, apakah aunty mengizinkannya?" tanya Damon to the point.
"Tentu saja, bukankah kalian lama tak bertemu?" kata Heidi.
"Aunty, aku baru saja datang kuliah. Dan aku sangat lelah," ucap Velvet.
"Kalau begitu kalian mengobrol disini saja. Lagipula aunty akan masuk kamar dan langsung tidur. Besok akan ada meeting penting di perusahaan," jawab Heidi.
"Oh my. Bisakah kau pulang saja?" kata Velvet pada Damon.
"No," jawab Damon sembari meminum airnya.
"Kau selalu saja memaksa," ucap Velvet.
"Aku akan menempel padamu sekarang, bersiaplah. Aku tak akan kecolongan lagi," jawab Damon tersenyum smirk.
"Kau bukan siapa siapaku. Jangan mengaturku," kata Velvet.
"Hmm. Jadi kau ingin kita ada apa apa, begitu?" tanya Damon masih dengan santai.
Heidi membereskan piring mereka dan menaruhnya di mesin pencuci piring.
"Aunty ke kamar dulu. Kalian bernostalgialah," kata Heidi tersenyum.
"Huuuffttt," kata Velvet.
Lalu Damon beranjak dari kursinya dan menarik tangan Velvet menuju sofa ruang tamu. Merekapun duduk berdua.
Damon tampak memandangi wajah Velvet lagi.
"Kau tak suka bertemu denganku?" tanya Damon.
"Kau suka bertemu denganku?" tanya Velvet balik.
"Hmm, sangat," jawab Damon.
"Why? Tak ada yang istimewa dariku," tanya Velvet.
"Kau istimewa di mataku," jawab Damon dan Velvet menatap mata coklat Damon.
Velvet berpikir Damon menganggapnya seperti adik karena Damon selalu menyemangatinya melalui tulisan disuratnya ketika Velvet di lembaga pembinaan.
"Terima kasih, keluargamu sangat memperhatikanku. Tapi aku terlalu malu untuk bertemu kalian," kata Velvet menunduk.
Lalu Damon mengangkat tangannya dan mengusap lembut pipi Velvet.
"Lepaskan tanganmu dari pipiku," perintah Velvet ketika Damon semakin membuat dadanya berdebar karena usapan lembut jari Damon di pipinya.
"Why?" tanya Damon yang langsung tersenyum mendengar ucapan Velvet itu.
"Aku wanita normal," jawab Velvet menatap tajam mata Damon.
Damon tertawa seketika mendengar hal itu.
"Siapa bilang kau wanita tak normal?" balas Damon.
"Ck, pulanglah sana. Kau selalu membuatku kesal," kata Velvet.
"Kurasa aunty Heidi akan mengizinkanku tidur disini malam ini jika aku memintanya," ucap Damon.
"Apa maumu? Mengapa kau senang sekali menggangguku?" tanya Velvet.
"Jadilah kekasihku," jawab Damon.
"Jangan bercanda, candaanmu sungguh tak lucu," kata Velvet.
"Aku tak pernah bercanda untuk masalah seperti ini," jawab Damon sembari memandangi wajah cantik Velvet.
"Aku tak pernah percaya dengan mulut laki laki. Mereka suka berdusta," kata Velvet.
"Para pria di keluargaku tak ada yang pernah berdusta. Tanyakanlah pada mommy jika kau tak percaya," jawab Damon.
"Kau menyukaiku?" tanya Velvet.
"Tidak," jawab Damon.
Velvet langsung mengambil bantal kursi di sebelahnya dan memukul wajah tampan Damon dengan telak.
"Hei, apa yang kau lakukan gadis tengil?" teriak Damon sembari memegang hidung mancungnya.
"Kau pria paling menyebalkan yang pernah kukenal, pergilah!!!" kesal Velvet dan beranjak dari kursinya tetapi Damon menahan tangannya.
Damon tertawa pelan melihat kemarahan Velvet. Dan Velvet semakin kesal mendengar tawa Damon. Lalu Velvet mendongakkan kepalanya ke atas sembari menghembuskan nafasnya dengan keras kemudian mengambil bantal kursi itu lagi dan memukuli Damon bertubi tubi.
"Akan kusiksa kauuuuu, berani beraninya mempermainkanku, UUUrrghhhhh, i hate youuuu," teriak Velvet yang entah bagaimana sekarang posisinya sudah duduk di atas dada Damon dan Damon masih tertawa sembari menutupi wajahnya yang jadi sasaran pukulan dari Velvet
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORIT DAN HADIAH YAA........
IG AUTHOR : @ZARIN.VIOLETTA
FB AUTHOR: @ZARIN VIOLETTA
IKUTIN SEMUA SOSMED OTOR YA.. KARENA OTOR KALO NGADAIN GIVEAWAY CUMA DISANA..