
Francis, Edna, Damon dan Velvet akhirnya pergi dari restoran dan menuju mansionnya karena Velvet pun sudah menyelesaikan mata kuliahnya hari ini.
"Aku akan mengantar dan menjemputmu tiap hari, baby," kata Damon di dapur mansion mereka.
"Jadwal kuliahku tak tentu, sayang," jawab Velvet sembari mencicipi kue yang dibuat oleh Edna.
"Tak masalah. Aku akan menyesuaikan jadwalku dengan jadwalmu," jawab Damon yang duduk di meja bar dengan Francis.
"Kau takut aku tergoda pria lain?" tanya Velvet menghampiri Damon dan duduk berhadapan dengannya.
"Tidak," jawab Damon sambil menciumi punggung tangan Velvet.
"Lalu?" tanya Velvet.
"Mereka yang tergoda olehmu. Kau terlalu cantik untuk kulepas sendirian di luar sana," jawab Damon.
"Oh my. Kau terlalu berlebihan, Dam," ucap Velvet tertawa.
Francis dan Edna juga tertawa mendengar hal itu karena seorang Damon sudah benar benar menjadi bucin pada sang istri.
"Why? Apakah aku tak boleh seperti itu?" tanya Damon.
Velvet menangkup wajah tampan Damon dan mengecupinya dengan gemas.
"Kau sangat manis. Aku suka kau sebucin ini padaku. Dan aku sudah terbiasa. Teruskanlah," jawab Velvet dengan senyum menggodanya.
"Aku tahu hal ini akan berakhir kemana," ucap Francis yang duduk disebelah Damon.
Damon tertawa pelan dan beranjak dari kursinya lalu mengendong Velvet menuju kamar mereka.
"Lakukan apapun yang kalian suka disini. Tapi jangan mengganggu kami," kata Damon pada Francis dan Edna.
"Hei, jadi kau akan membiarkan masak sendirian, Vel?" tanya Edna.
"Ssssssttt. Don't disturb me," jawab Velvet pada Edna sembari mengerlingkan matanya.
Edna hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah pengantin baru yang sedang dimabuk asmara itu.
Dan akhirnya Damon serta Velvet masuk ke kamar mereka dan mengunci pintunya untuk melakukan hal panas di siang hari ini.
"Halo, untuk apa kau menelepon pacarku lagi?" tanya Francis karena tak suka Eliiot masih menghubungi Edna.
Edna yang menyiapkan kue di meja langsung menghentikan kegiatannya dan melihat ke arah Francis yang menatapnya tajam.
Entah apa yang dibicarakan Elliot pada Francis hingga Francis tiba tiba membanting ponsel Edna ke lantai hingga hancur.
"Apa yang kau lakukan? Kau merusak ponselku," tanya Edna marah dan menghampiri Francis.
"Aku akan membelikanmu yang baru," jawab Francis dengan santainya dan menyesap minuman kopinya.
"Kau tetap saja menyebalkan," kata Edna kesal.
"Aku tak suka dia masih selalu menghubungimu," jawab Francis.
"Dia akan terus menghubungiku selama aku masih belum menikah," kata Edna kembali mengatur kuenya dan memasukkan ke dalam 2 box berukuran sedang.
"Jadi dia ingin menikahimu?" tanya Francis.
"Dia sangat mencintaiku dan bahkan dia bilang akan menunggu jandaku jika nanti aku menikah dengan seseorang. Betapa beruntungnya aku," pancing Edna.
Francis menghampiri Edna dan memegang lengannya.
"Aku tak akan pernah melepaskanmu dan membiarkan dia mendekatimu sama sekali," geram Francis.
"Aku mencintaimu, honey. Tetapi aku tak akan selalu menunggumu seumur hidupku. Aku butuh seseorang yang akan menemaniku di masa tua. Dan mungkin saja Elliot adalah pilihan yang tepat," jawab Edna.
"Mengapa kau tiba tiba seperti ini? Hubungan kita mulai baik baik saja bukan?" ucap Francis.
"Aku melihat Velvet. Dan aku ingin dicintai. Bukan hanya mencintai," jawab Edna.
"Aku mencintaimu. Dan kau tahu itu," kata Francis menatap tajam mata Edna.
"Entahlah. Aku bahkan tak melihat hal itu darimu. Boleh aku jujur? Aku lebih melihat cinta di mata Elliot dari pada di matamu. Dan mungkin aku akan memikirkan tawarannya untuk menikahiku. Aku bisa belajar mencintainya. Kau masih sangat ragu denganku, Honey," jawab Edna.
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORIT DAN HADIAH YAA...❤❤