
Velvet kemudian melepaskan pelukan Damon dan beranjak berdiri. Tatapan matanya masih menuju ke arah Jonah yang dibawa oleh petugas security.
Velvet melangkah keluar dari lift dan Damon mengikutinya dari belakang.
"Kau mau kemana?" tanya Damon menahan tangan Velvet.
Velvet menghempaskan tangan Damon dengan keras. Tanpa menggunakan alas kaki Velvet berlari menuju ke arah Jonah dan menjatuhkannya lalu memukulkan kepalanya ke lantai berkali kali.
Damon yang mengejar Velvet segera mengangkat tubuh Velvet.
"I'll kill you, Bedebaaahh!!!" teriak Velvet.
"Dia sudah tak akan bisa mengganggumu dan Willow lagi. Tenanglah!" teriak Damon dan memeluk erat tubuh Velvet dari belakang.
"Lepaskan aku!!!" teriak Velvet.
Keributan itu menjadi bahan perhatian semua orang yang kebetulan sedang berada di lobby apartemen.
"STOP IT!!!" teriak Damon yang sekuat tenaga menahan tubuh Velvet yang ingin melepaskan diri.
"Aku tak bisa membiarkannya, Dam... Dia akan mati di tanganku!!" teriak Velvet lagi.
"Bawa dia pergi, Dillon!!" teriak Damon.
"Damon... Lepaskan aku atau aku akan membencimu!!" teriak Velvet lagi sembari mencoba melepaskan diri dari pelukan Damon yang sangat erat di perutnya.
"Aku yang akan menanganinya!" bentak Damon.
Velvet kemudian menghentakkan kepalanya ke belakang hingga hidung Damon terkena kepala Velvet dengan lumayan keras.
Hal itu membuat Damon kesakitan dan melepaskan pelukannya. Velvet lari dan Dillon mencegahnya untuk menuju Jonah yang masih ada di lantai bersama security.
Damon mengumpat keras sambil memegang hidungnya. Dia menuju ke arah Jonah dan memukulinya bertubi tubi.
"Ini yang kau inginkan bukan? Apa aku perlu menghabisinya agar kau berhenti??" teriak Damon melihat ke arah Velvet.
Dan Jonah sudah tak berdaya lagi karena pukulan Damon itu.
Akhirnya Velvet pun berhenti memberontak. Dillon melepaskannya. Velvet kemudian menghampiri Damon yang sudah menghentikan pukulannya pada Jonah.
"Jika kau membunuhku, kau tidak akan selamat lagi seperti dulu kau membunuh ayah tirimu, Vel," ucap Jonah lemah dan masih sempat sempatnya tersenyum.
Seketika itu Velvet menghentikan siksaannya pada Jonah. Jonah sudah terkapar tak berdaya.
Velvet menundurkan langkahnya. Damon beranjak berdiri dan kembali memeluknya.
"Aku membunuhnya karena dia layak mendapatkannya," lirih Velvet.
Damon mengusap punggung Velvet yang sepertinya mulai terpancing dengan kata kata Jonah tadi.
"Kau pembunuh. Kau hanyalah seorang pembunuh," ucap Jonah lagi.
Dillon menghampirinya kemudian memukul wajahnya.
Dengan sekali pukulan, Jonah pun akhirnya pingsan tak bicara lagi. Dillon menyuruh petugas security membawanya ke tempat pengamanan sampai polisi datang.
"Jangan mendengarkan kata katanya," ucap Damon yang kemudian mencium kepala Velvet.
Velvet masih terdiam. Sudah lama dia melupakan hal ini. Itu sudah bertahun tahun yang lalu dan Jonah mengungkitnya kembali. Dan ini sedikit membuatnya shock.
Damon menyuruh Dillon untuk menemui Willow.
"Temui Willow. Dan tenangkan dia. Katakan padanya bahwa Jonah telah ditangkap polisi," ucap Damon.
Dillon hanya mengangguk dan menuju kamar Willow.
Sedangkan Damon menggendong tubuh Velvet yang sama sekali tak berkutik dan hanya diam.
Damon membawa Velvet masuk ke dalam mobilnya. Sepanjang perjalanan, tak ada obrolan di antara mereka.
Pandangan Velvet hanya tertuju ke arah luar jendela mobil.
Damon memegangi tangannya dan menciuminya. Dia tahu apa yang kini dirasakan oleh Velvet. Kenangan buruk itu muncul kembali dan memenuhi otaknya.
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORIT DAN HADIAH YAA...❤❤❤