
Velvet berada di cafe sampai jam 11 malam. Dan Damon sempat pulang ke mansionnya dulu sebelum menjemput Velvet di Cafe.
"Apakah kau ingin pulang bersamaku, Vel?" Matias menawarkan bantuannya.
"No, thanks," jawab Velvet sembari menata buku dan laptopnya kemudian memasukkannya ke dalam tasnya.
Tak lama kemudian, Damon datang dan menjadi perhatian teman Velvet yang masih berada di sana.
Damon mengecup puncak kepala Velvet. Dan Velvet sedikit kaget kedatangan Damon yang sudah ada di belakangnya. Velvet menoleh dan mendongak ke atas melihat ke arah Damon yang tersenyum dengan manisnya.
"Kau sudah selesai?" tanya Damon.
"Ya, tunggu," jawab Velvet.
Lalu Damon membantu memasukkan membereskan tas dan laptop Velvet untuk dimasukkan ke dalam tas ranselnya.
Teman teman Velvet melihat hal manis itu dan lumayan terpukau dengan perlakuan manis pada Velvet.
Mereka tak menyangka bahwa Velvet yang cuek bisa memiliki kekasih, tampan pula. Karena selama ini, Velvet selalu menghindar jika ada laki laki yang ingin mendekatinya. Bahkan Velvet pernah memukul pria yang pernah memaksa mendekatinya karena Velvet terlalu risih dengan hal itu.
Tetapi berbeda dengan Damon yang langsung bisa menguasainya hanya dalam beberapa hari saja. Sikap dominan Damon yang sudah terbiasa memimpin membuat Velvet tak bisa berkutik.
Setelah memasukkan semua bukunya, Damon langsung membawa tas itu dan menggandeng tangan Velvet.
"Aku pergi dulu," kata Velvet pamit pada teman temannya.
"Be careful, Vel," jawab beberapa temannya.
Lalu Damon membawa Velvet keluar dan masih menggandeng tangannya sampai membukakan pintu mobilnya.
"Apakah sikapmu tak berlebihan, Damon?" tanya Velvet.
"Kau terlalu melayaniku," jawab Velvet.
"Oh, come on... Aku selalu seperti itu pada mommy dan adik perempuanku. Karena mereka special. Dan Kau juga special bagiku," kata Damon.
Velvet tak tahu apa yang harus dilakukannya dan merasa salah tingkah akan hal itu. Damon sangat jujur dengan perasaannya. Berbeda dengan Velvet yang masih enggan mengungkapkannya.
15 menit kemudian, mereka pun tiba di apartemen. Damon mengantar Velvet lebih dulu sampai keatas kamarnya.
"Kau tak menciumku sebelum aku pulang?" tanya Damon di depan pintu.
"Kau sudah menciumku lumayan lama, jadi sekarang jatah ciuman untukmu sudah habis," jawab Velvet membuka pintu apartemennya.
Bukan Damon namanya jika menerima penolakan. Damon langsung menarik tangan Velvet dan mencium bibirnya sampai menyesapnya dalam dalam. Hingga membuat seluruh tubuh Velvet sampai bergetar.
"Good night, honey," ucap Damon dengan bibir yang masih menempel dengan bibir Velvet yang merah.
Velvet tak menjawab dan hanya melihat Damon yang pergi dari hadapannya menuju lift. Damon langsung menuju basement dimana sepeda motornya diparkir dan langsung menaiki motornya untuk kembali pulang ke mansion.
Velvet langsung masuk ke kamarnya dan menaruh tasnya di lantai lalu merebahkan tubuhnya di ranjang empuknya dengan menelentangkan tangannya.
Pikirannya langsung menuju ke Damon. Damon sangat memperlihatkan rasa cintanya pada Velvet. Sedangkan Velvet masih ragu akan hal itu.
Tapi dia tak menampik bahwa dirinya juga tertarik dengan Damon. Sikap Damon padanya terlihat sangat perhatian. Seolah Damon tak ingin Velvet terluka.
Velvet takut, perasaan Damon padanya hanya karena rasa kasihan semata karena kejadian dulu.
"Apakah perasaan cintanya benar benar seperti rasa cinta pria pada seorang wanita?" gumam Velvet pada dirinya sendiri.
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORIT DAN HADIAH YAA ........