
Acara pernikahan Edna dan Francis diadakan di pinggir pantai dan temanya santai. Jadi Damon dan Velvet memakai baju santi. Damon hanya memakai kemeja putih dan celana pendek berwarna krem. Sedangkan Velvet memakai baju putih pendek dengan potongan simple.
Acara pesta pun langsung diadakan disana. Mereka memakai resort milik keluarga Robert. Keluarga Damon pun tampak hadir disana karena mereka Francis yang sudah mereka anggap keluarga.
Damon menarik tangan Velvet menuju lantai dansa dan mereka menari bersama dengan bahagia. Damon membuka 3 kancing bajunya dibagian atas dan melipat lengan bajunya agar lebih nyaman.
"Apa Dillon datang bersama WIllow?" tanya Velvet.
"Tidak, Willow datang bersama Vena," jawab Damon sembari meminum minumannya yang ada di tangan kanannya.
Tangan kiri Damon merangkul pinggang Velvet dan mereka menari santai bersama.
"Semoga Dillon tak mudah menyerah," ucap Velvet.
"Tenanglah. Klan keluarga kami mempunyai semangat yang besar dan tak mudah menyerah," jawab Damon.
Velvet tertawa pelan dan melingkarkan tangannya ke leher Damon lalu mencium bibirnya.
"Kita naik yacth besok. Aku ingin bercinta denganmu di tengah laut," ucap Damon dengan senyum miringnya yang menggoda.
"Itu akan sangat seru," jawab Velvet sambil mengerlingkan matanya.
"Apa kita perlu mencari pulau terpencil dan bercinta di tepi pantai?" tanya Damon random.
Velvet hanya tertawa menanggapinya dan memeluk tubuh Damon semakin erat karena merasa semakin gemas pada suami mesumnya itu.
"I love you, honey," bisik Velvet di ceruk leher Damon.
Damon memberikan gelasnya pada seorang pelayan yang kebetulan melintas di dekat mereka. Lalu tangannya memeluk tubuh Velvet dengan erat.
"I love you too, my love," jawab Damon.
"Mereka manis sekali," ucap Galy dengan tangan yang merangkul pinggang Rey.
"Hmm. Tapi lihatlah putramu yang satu lagi," ucap Rey sembari mellihat ke arah Dilllon yang duduk sendirian sembari memandangi Willow dari jauh.
"Apa kita harus turun tangan membantunya, sayang?" tanya Galy.
"Tidak perlu. Dia masih berusaha mendapatkannya. Kita lihat dulu sampai sejauh mana dia berjuang," jawab Rey, sang daddy,
Rey dan Galy selalu mengawasi putra mereka meskipun mereka tak tinggal bersama anak anaknya. Jadi Rey tahu segalanya tentang apa yang dilakukan oleh semua anak anaknya termasuk siapa saja yang mereka dekati.
"Sepertinya perjalanan cinta Dillon akan sedikit sulit. Tetapi aku yakin dia pasti akan bisa mendapatkan perhatian gadis cantik itu. Putraku terlalu mempesona untuk diabaikan," ucap Galy.
"Ya tentu saja. Mereka putraku," kata Rey narsis.
"OOhhh .. Kau mulai lagi," jawab Galy dengan menggelengkan kepalanya.
"Kau harus mengakuinya , baby. Meskipun itu sulit, tetapi itu kenyataannya," ucap Rey dan mengecup bibir sang istri.
"Aku sudah mengantuk. Ayo kita masuk. Kita tak boleh tidur terlalu malam agar kita tetap sehat dan melihat cucu cucu kita kelak," kata Galy.
Rey tertawa pelan.
Meskipun sudah memasuki usia tua, tetapi Galy dan Rey masih terlihat bugar dan good looking. Mereka masih rajin berolah raga dan selalu menjaga makanan mereka agar tetap sehat dan awet muda.
"Kau terlalu muda untuk dipanggil nenek, sayang," ucap Rey.
"Aku tahu. Tak usah memujiku. Aku sadar bahwa driku tak menua," kata Galy yang tak kalah narsis.
Rey kembali tertawa dan mencium kening Galy lalu menggandeng tangannya menuju kamar mereka di resortnya.
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORIT DAN HADIAH YAA..