FIGHTING GIRL VERSUS BADBOY

FIGHTING GIRL VERSUS BADBOY
#96



Keesokan harinya, Damon membawa Velvet ke Villa keluarganya yang sangat jarang dikunjunginya.


"Ini Villamu?" tanya Velvet dan melihat ke sekitar Villa itu.


"Hmm. Villa nenekku dulu dan keluarga besar kami jarang kemari," jawab Damon.


"Apakah ada pelayan yang membersihkan disini?" tanya Velvet kemudian memeluk pinggang Damon.


"Hmm. Karena Villa tak terlalu besar jadi hanya ada 2 pelayan disini. Mereka sepasang suami istri yang sudah agak tua. Dulu mereka pelayan di mansion mommy," jawab Damon lalu membawa Velvet masuk ke dalam.


Velvet merasa nyaman berada di villa ini karena suasananya sangat tenang dengan pemandangan pohon pohon tinggi yang rindang.


Sebelum berangkat ke Villa, Damon dan Velvet mengunjungi dokter kandungan terlebih dahulu untuk memeriksakan kandungan Velvet dan hasilnya sangat baik. Velvet hamil bayi kembar dan itu akan membuat moodnya lebih naik turun lagi.


Mereka tiba di villa ketika hari sudah menjelang sore. Dan mood Velvet sedang berada di level bahagia dan goodmood.


Paviliun pelayan terpisah dengan villa, jadi itu membuat Velvet dan Damon tetap bisa menjaga privasinya tanpa terganggu.


Velvet masuk ke dalam kamar yang memiliki jendela kaca raksasa yang amat sangat besar.


"Indah sekali pemandangan dari sini," guman Velvet tersenyum senang dan tangannya menempel di jendela melihat pemandangan hutan dari sana.


Damon membuka jaketnya dan menaruhnya di lengan kursi sofa. Dia senang mood Velvet lumayan baik hari ini meskipun tadi pagi Velvet muntah muntah.



Velvet berbalik dan melihat ke arah Damon sambil tersenyum cantik.


"Ada apa?" tanya Damon karena dia agak takut dengan reaksi Velvet yang selalu berubah ubah setiap saat.


"I'm in the good mood," ucap Velvet.


Damon memicingkan matanya karena belum tahu maksud Velvet dan takut salah mengartikan yang bisa saja mengakibatkan mood Velvet jungkir balik kembali.


"Aku ingin bercinta. Sekarang juga," jawab Velvet menghampiri Damon dan mencium bibirnya dengan sangat rakus.


Tangan Velvet bergerak cepat membuka kaos yang dipakai Damon dan Damon tentu saja langsung terpancing dengan tindakan Velvet yang menggodanya.


Damon membuka coat dan pakaian Velvet dengan cepat juga, karena dia takut Velvet berubah pikiran di tengah permainan mereka.


Damon mengangkat tubuh Velvet hingga kaki Velvet menjepit pinggang Damon. Tangan Velvet melingkar di leher Damon dengan dada yang saling menemper serta bibir yang saling bercumbuu mesra.


Damon membawa Velvet ke ranjang dan merebahkannya dengan perlahan disana. Dia menciumi leher Velvet hingga berakhir di kaki mulusnya.


Velvet melengkungkan tubuhnya ketika tangan Damon memasuki area intimnyaa. Mata birunya menatap mata coklat Damon dengan penuh gairaah.


Damon tersenyum dan mencium kembali leher Velvet lalu melanjutkan permainan panasnya yang masih di tahap pemanasan. Tangan Velvet meraba punggung Damon lalu membuka kancing celana jeans Damon.


"Kau sudah tidak sabar, baby?' tanya Damon tertawa pelan dan terdengar sexy di telinga Velvett.


"Hmm," jawab Velvet dengan nada mendesaah.


"Aku akan melakukannya perlahan. Ada anak anak kita disini," ucap Damon mengusap lembut perut Velvet yang masih rata.


"Tapi aku ingin bermain liar dan cepat. Aku tergila gila padamu, tuan," jawab Velvet dan membuat Damon tertawa kecil.


Lalu Damon mencium kembali bibir Velvet sembari membuka celananya. Kemudian dia memasukkannya dengan perlahan. Damon bergerak pelan tetapi tetap bisa membuat Velvet berada di kenikmatan tertingginya.


Tangan Velvet meremas rambut Damon ketika Damon menciumi area dada Velvet yang mulai membengkak karena hormon kehamilan.


Damon masih berada di atas tubuh Velvet dan tubuh mereka bergerak bersama dengan seirama. Damon tak akan menggunakan gaya bercinta macam macam karena kandungan Velvet masih sangat muda meskipun dokter sudah memberikan obat penguat kandungan pada Velvet.


"Katakan padaku jika kau lelah dan ingin mengakhirinya," bisik Damon di telinga Velvet.


"Aku ingin sedikit lama," jawab Velvet kemudian melumatt cuping telinga Damon yang membuat Damon mendesahh perlahan.


"Kau nakal, honey, " Damon tertawa pelan.


Setelah beberapa menit kemudian, mereka mengakhiri permainan panas ini dengan puas. Velvet menciumi dada Damon dan bibirnya.


"Berapa kali sehari kita boleh berhubungan?" tanya Velvet.


"Why? Kau masih kurang?" tanya Damon tersenyum miring sambil membenarkan rambut Velvet yang berantakan.


Velvet mnggigit bibirnya dan mengangguk.


Damon tertawa dan memeluk tubuh polosnya.


"Jangan terlalu sering. Kandunganmu masih sangat muda, sayang," jawab Damon.


"Sepertinya moodku akan berubah buruk sebentar lagi karena ucapanmu itu," kata Velvet mencebikkan bibirnya.


"Oh My God.. Apakah ini salahku lagi?" tanya Damon heran.


"Ya.. Ini salahmu. Kau menolakku," jawab Velvet kesal.


"Ya Tuhan. Kau lucu sekali, baby," ucap Damon tertawa dan menyesap dalam dalam bibir Velvet yang merah itu.


JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORIT DAN HADIAH..❤❤❤