
Rencananya Edna dan Vena akan berada di New York selama 2 minggu untuk menghabiskan liburan kuliah mereka. Mereka sama sama melanjutkan kuliah masternya dan juga karena orang tua mereka yang menyuruhnya.
Dan Heidi mengizinkan mereka berdua untuk tinggal di apartemennya. Jadilah apartemen Heidi dengan para wanita muda yang berisik.
Tetapi Heidi sangat bahagia melihat apartemennya ramai seperti itu. Itu tak membuatnya kesepian. Dan dia menganggap mereka berempat seperti putrinya sendiri.
"Aunty, apakah aunty mau menerimaku kerja di perusahaan aunty juga nanti?" tanya Edna.
"Tanya pada Velvet karena nanti dia akan memimpin perusahaanku," jawab Heidi.
"Huwaaaahhhh. Jadi kau akan menjadi seorang CEO, Vel? Baiklah, kalau begitu aku akan merayumu mulai sekarang," kata Edna.
"Aku juga," timpal Vena.
Willow tampak tertawa mendengar hal itu dan Velvet hanya menggelengkan kepalanya dengan masih asyik mengunyah makanannya.
Tak lama, ponsel Edna tampak berbunyi dan dia tak segera mengangkat ponselnya. Hingga merekapun melihat ke arah Edna.
"Edna, angkatlah. Itu sangat berisik," kata Velvet.
"Dia tak akan mengangkatnya karena itu dari Francis," jawab Vena.
"Kalian masih berhubungan sampai sekarang?" tanya Velvet.
"Mereka berpacaran, bertahun tahun dan selalu putus sambung. Dia sedang menjalani toxic relationship dengan Frencis." Vena menjelaskan.
"Ya ya ya... Dan aku sudah menyerah sekarang. Sudahlah abaikan saja telepon itu. Aku tak akan mengangkatnya," kata Edna yang langsung menghentikan makannya.
"Kau berpacaran dengan playboy itu? Oh God," ucap Velvet.
"Habiskan makanan kalian dulu baru nanti bercerita," kata Heidi.
Mereka pun akhirnya mengangguk dan menghabiskan makanannya. Setelah itu mereka membereskan semua makanan di meja dan mencuci piring bergantian.
"Seandainya kalian semua putriku, pasti aku akan sangat bahagia," gumam Heidi tersenyum sembari menata piring di lemari rak piring.
"Kami semua putrimu, aunty," jawab Velvet dan memeluk Heidi dari belakang.
"Aunty tahu? Kami berempat tak memiliki ibu. Jadi aunty adalah ibu kami," kata Willow sendu.
Ya, memang mereka berempat sudah tak memiliki ibu. Tetapi Edna memiliki ibu tiri. Hanya saja hubungan mereka tak akur dan Edna selalu menjadi prioritas terakhir oleh ayahnya karena ayahnya lebih memperhatikan adik laki lakinya yang dilahirkan oleh ibu tirinya.
Itulah sebabnya, Edna ingin pindah dari California ketika sudah lulus kuliah nanti karena ingin jauh dari keluarganya.
Jam 10 malam, mereka tidur berempat di kamar Velvet. Kamar Velvet lebih luas dari kamar Willow dan mereka memutuskan untuk tidur bersama selama Edna dan Vena di sini.
Sebelum tidur, biasanya mereka akan lebih dulu sharing tentang cerita mereka selama 5 tahun tak bertemu.
"Ceritakan tentang Francis," kata Velvet.
"Aku tak suka topik ini. Bisakah ke topik lain? Tentang pacar baruku misalnya," jawab Edna.
"Kau sama saja dengan Francis sepertinya. Kalian sama sama pemain," kata Willow.
"Itu lebih kepada sama sama saling memanasi kurasa," ucap Vena.
"Kalian seperti anak kecil saja," kata Velvet.
"Dia cinta pertamaku. I hate him so much, karena dia membuatku tak pernah bisa move on setiap kali aku berpacaran dengan pria lain," kesal Edna.
"Kalian sudah tidur bersama?" tanya Velvet.
Edna mengangguk lemah.
"Ck, pantas saja," jawab Velvet.
"Dan untuk apa dia meneleponmu lagi jika kalian sudah putus?" tanya Willow.
"Dia ingin menemuiku lagi. Aku tak suka selalu menjadi tempat pulangnya setelah dia bersenang senang dengan wanita lain. Kali ini aku tak akan luluh lagi padanya. Aku akan mencoba mencintai Elliot, pacarku yang sekarang. Dia pria yang sangat baik," kata Edna tegas.
"Aku tak percaya dengan ucapanmu. Kau sudah mengulanginya berulang kali padaku sejak bertahun tahun yang lalu," kata Vena yang disambut tawa oleh Willow dan Velvet.
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORIT DAN HADIAH YAA.....