FIGHTING GIRL VERSUS BADBOY

FIGHTING GIRL VERSUS BADBOY
#92



Sebelum kembali ke mansion, Thea dan Velvet mampir ke sebuah cafe dan mengobrol ringan disana sampai tak terasa sudah pukul setengah 12 malam.


Mereka pun akhirnya pulang. Ketika sampai di mansion, ponsel Thea berbunyi. Dia mengangkatnya sebentar dan kemudian langsung menutupnya lagi.


"Ada apa Thea?" tanya Velvet.


"Aku akan pergi sebentar. Aku ada urusan mendadak dengan temanku," jawab Thea.


"Apa aku tak perlu menemanimu?" tanya Velvet.


"Tidak perlu. Kau harus banyak istirahat karena ini sudah lumayan malam," jawab Thea.


"Apa tak masalah kau pergi sendirian?" tanya Velvet lagi.


"Come on. Aku pemegang sabuk hitam karate," jawab Thea tersenyum.


"Baiklah master... Hati hati dijalan," ucap Velvet.


"Hmm. Mungkin aku akan menginap di tempat temanku. Nanti aku akan bilang pada mommy, Bye..." kata Thea.


Lalu Velvet pun turun dari mobil dan masuk ke dalam mansion. Dia langsung menuju kamarnya dan terlihat kaget ketika ada seseorang yang duduk dalam kegelapan di kamarnya.


"Kau dari mana saja?" tanya sosok itu yang tak lain adalah Damon.


"OH GOD... Kau mengagetkanku, Dam," teriak Velvet kaget sampai memegang dadanya.


Damon berdiri dan menghampiri Velvet.


"Ini sudah sangat malam. Kau dari mana saja?" tanya Damon lagi.


"Aku pergi bersama Thea membeli buku," jawab Velvet.


"Apakah toko buku buka sampai tengah malam?" tanya Damon.


"Aku pergi ke cafe setelah itu, Hei kenapa kau seperti menginterogasi aku?" tanya Velvet yang tiba tiba kesal karena wajah Damon yang sama sekali tak menyenangkan ketika melihatnya.


Bukankah seharusnya Damon memeluknya dan tersenyum padanya karena mereka sudah lama tak bertatap muka? Itulah yang ada di pikiran Velvet.


"Kau tak memberitahuku bahwa kau akan keluar. Seharusnya kau mengatakannya padaku," kata Damon dengan wajah lelahnya.


"Kau sedang lelah, Dam? Dan sekarang kau melampiaskannya padaku?" tanya Velvet


Velvet baru sadar bahwa ponselnya ada di ranjang dan dia tak memasukkannya ke tasnya tadi.


"Aku lupa membawa ponselku. Aku tak suka nada bicaramu. Kau marah padaku?" bentak Velvet.


"Oh God.. Sudahlah, aku tak ingin memperpanjang masalah ini. Sudah 2 jam aku dirumah dan aku menyia nyiakan waktuku disini," ucap Damon yang kemudian masuk menuju kamar mandi.


Velvet tak suka dengan sikap Damon yang seperti itu dan tiba tiba langsung melempar bungkusan plastik berisi buku buku tadi ke arah pintu kamar mandi ketika Damon menutup pintunya.


Damon yang sudah masuk ke kamar mandi, akhirnya membuka pintunya kembali karena perbuatan Velvet tadi.


"Apa yang kau lakukan?" kata Damon menahan suaranya agar tak membentak Velvet.


"Kau membentakku?" tanya Velvet yang matanya sudah berkaca kaca.


"Come on baby. Aku tak membentakmu sama sekali," jawab Damon dengan wajah dinginnya.


Velvet memandang tajam ke wajah Damon yang terlihat tak terlalu jelas karena memang kamar masih dalam keadaan remang remang dimana hanya lampu balkon dan kamar mandi saja yang menyala.


Velvet diam tak mengatakan apapun sama sekali.


"Baiklah. Aku yang salah. Aku minta maaf padamu. Aku yang salah karena aku datang tiba tiba dan tak memberitahumu. Kau sama sekali tak bersalah disini. Semua salahku, Ok?" ucap Damon dan dia masuk kembali ke kamar mandi.


Tiba tiba dada Velvet terasa sakit karena perkataan Damon itu. Hormon kehamilannya mulai menguasainya lagi. Velvet menangis di tempatnya berdiri tadi dan tak beranjak dari sana.


Semakin lama Velvet semakin tak bisa menahan tangisannya hingga Velvet sesenggukan dan bahunya bergerak karena tangisannya itu. Velvet amat sangat jarang menangis dan tak ada kata menangis di dalam kamusnya kecuali ketika kematian ibunya dulu.


Tapi hari ini Velvet benar benar tak bisa menahan emosi di dadanya dan meluapkannya dengan menangis.


Damon memang sangat lelah hari ini karena sang daddy sempat mengajaknya untuk ikut meeting diperusahaan menggantikan Dillon. Setelah itu diapun kembali menjaga Dillon yang akan memulai operasi keduanya besok siang.


Malam ini, Damon harus menjaga Dillon lagi karena kondisi Dillon harus benar benar stabil sebelum operasi. Galy pun turut menjaga Dillon di rumah sakit bersama Rey.


Damon bisa saja menyuruh perawat untuk menjaga Dillon tetapi dia tak bisa melakukan hal itu. Dia ingin benar benar memastikan sendiri keadaan Dillon baik baik saja.


Velvet amat sangat mengerti hal itu. Itulah sebabnya dia belum mengatakan tentang kehamilannya pada Damon dan keluarganya agar perhatian mereka tak terpecah. Velvet masih bisa menjaga kandungannya yang sama sekali tak bermasalah. Hanya masalah emosi saja yang cukup mengganggunnya.


JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORIT DAN HADIAH YAA..❤❤