FIGHTING GIRL VERSUS BADBOY

FIGHTING GIRL VERSUS BADBOY
#44



Lalu Damon memilih baju berbahan denim yang sama dengan jaket jeans yang dipakai oleh Velvet dan celana hitam.


Velvet menunggu di sofa sembari mengecek ponselnya. Dia menunggu kabar dari Willow karena sejak kemarin, Willow sama sekali tak menghubunginya.


Tak lama kemudian, Damon keluar dari ruang ganti. Velvet melihat baju dan celana Damon hampir sama dengan miliknya.


"Ya Tuhan. Whatever," gumam Velvet melihat hal itu.


"Let's go, baby," kata Damon menari tangan Velvet dan keluar dari butik itu karena Damon sudah membayarnya sebelum Velvet membayar.


Damon dan Velvet pun hanya berkeliling kota saja menaiki sepeda motor. Itu sudah cukup membuat Velvet terhibur.


Mereka tak berkencan alas remaja. Tetapi Damon lebih memilih kepada pendekatan secara personal.


Setelah cukup puas berkeliling, Velvet meminta Damon untuk mengantarnya ke perpusatakaan universitas saja karena dia ingin meminjam buku.


Damon tak ingin meninggalkan Velvet sendirian. Jadi dia ikut kemanapun Velvet pergi termasuk mencari buku di setiap rak.


"Bisakah kau duduk saja?" bisik Velvet.


"No," jawab Damon dengan menggeleng.


Tangannya dimasukkan ke kantong celananya dan dengan santainya mengikuti Velvet kemanapun Velvet berjalan.


"I hate you," bisik Velvet kesal.


"But I love you," jawab Damon tersenyum miring.


Ingin rasanya Velvet menjambak rambut Damon karena sikap menyebalkannya itu.


Setelah menemukan 3 buku, Velvet akhirnya keluar dari perpustakaan setelah mengisi formulir peminjaman.


"Aku ingin beli kopi sebentar," kata Damon.


Lalu mereka menuju sebuah cafe dan Damon memesan kopi. Sedangkan Velvet memesan segelas es coklat hazelnut.



"Dillon???" panggil seorang wanita dari seberang kursi mereka.


Damon menoleh pada seseorang yang memanggilnya.


Dan terlihat wajah Damon menjadi malas melihat Ciara. Sejak awal, Damon memang tak terlalu suka dengan Ciara karena terlalu munafik.


"Oh maaf, bagaimana kabar Dillon?" tanya Ciara dengan suara lembutnya.


"Dia sedang bekerja, kuharap kau tak mengganggunya lagi," jawab Damon to the point.


Wajah Ciara langsung berubah tak enak setelah mendengar ucapan Damon.


"Baiklah, salam untuknya," kata Ciara.


"Tidak, aku tak akan menyampaikannya, maaf," jawab Damon jujur.


Velvet hanya menggelengkan kepalanya melihat ke frontalan Damon yang selalu to the point dan apa adanya jika berbicara apalagi apada orang yang tak disukainya.


Setelah setengah jam berada disana, merekapun langsung pergi.


"Kita langsung pulang? Kau tak ingin kemana mana lagi?" tanya Damon menggandeng tangan Velvet lalu menciumnya yang membuat dadanya seketika berdebar.


"Hmm," jawab Velvet singkat.


"Oke," kata Damon tersenyum yang pasti akan meluluhkan hati semua wanita yang melihatnya termasuk Velvet.


15 menit kemudian, merekapun sampai di apartemen Velvet.


"Kau tidak langsung pulang?" tanya Velvet yang melihat Damon turun dari motornya dan membuka helm Velvet dan helmnya sendiri.


"Aku akan makan malam disini nanti. Aunty Heidi mengirim chat padaku tadi," jawab Damon dan mengecup bibir Velvet sewaktu Velvet mendongakkan kepalanya ketika Damon membuka helmnya.


"Oh my God. Kau semakin tidak sopan padaku," kata Velvet menatap tajam mata Damon.


"Kita berpacaran bukan? jadi itu hal yang wajar untuk dilakukan oleh kita," jawab Damon.


"What??? Tak ada deklarasi apapun diantara kita," kata Velvet.


"Dengan ciuman itu , aku mendeklarasikan bahwa kau adalah pacarku. Kau tak setuju? I don't care. Kau tidak mencintaiku? Aku sangat bisa membuatmu jatuh cinta padaku, We'll see," jawab Damon tersenyum.


JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORIT DAN HADIAH YAA❤❤❤