
"Pesanlah makanan, Matias," kata Velvet.
"Ya, Thank you," jawab Matias.
"Oh ya, kenalkan dia Edna, temanku," ucap Velvet.
"Hai. Aku Matias. Senang berkenalan denganmu," kata Matias ramah.
"Aku Edna," jawab Edna tersenyum.
Lalu mereka bertigapun makan siang bersama dimana Velvet dan Matias mengobrol seputar skripsi dan mata kuliah mereka. Beberapa menit kemudian, datang 2 pria lagi yang merupakan teman satu kelas Velvet dan Matias yaitu Zack dan Asher.
Mereka berempat mengobrol. Sedangkan Edna sibuk dengan ponselnya karena sedang berbalas pesan dengan Francis.
Edna melihat ponselnya dan membalas pesan dari Francis. Dia memotret mereka berlima dan mengirimnya pada Francis untuk melaporkan kegiatannya.
Tak lama kemudian, ada teman Matias memanggil Matias karena ada dosen yang mencarinya.
"Aku pergi dulu, Vel. Nanti aku akan menemuimu lagi," kata Matias.
"Hmm. Thank you, Mat," jawab Velvet tersenyum.
Matias pun pergi dari sana bersama 2 teman lainnya yang tadi setelah berpamitan pada Edna juga.
"Dia menyukaimu," kata Edna.
"Tidak, kami hanya berteman. Dia pria yang baik. Apa kau ingin kujodohkan dengannya?" tanya Velvet.
"Oh God. Aku membahasmu, nyonya. Bukan diriku," jawab Edna tertawa pelan.
"Apakah kali ini hubunganmu dan Fransis serius, Edna?" tanya Velvet.
Edna hanya mengedikkan bahunya.
"Kau harus tegas, Edna. Francis akan selalu meremehkanmu jika kau selalu menerimanya di kala dia ingin kembali padamu. Bagaimana hubunganmu dengan Elliot? Apakah dia menerima ketika kau memutuskannya?" tanya Velvet.
"Dia tak mengatakan apapun. Elliot sangat mencintaiku dan aku tak pernah mencintainya. Dia pantas mendapatkan yang lebih baik dariku," jawab Edna.
"Aku mencintai Francis dan tak akan pernah bisa melupakannya, Vel. Dan aku akan selalu menerimanya kapanpun dia kembali padaku," lanjut Edna.
"Terkadang aku merasakan cintanya. Tetapi terkadang dia begitu dingin padaku. Dan dia masih belum ingin menikah," jawab Edna.
"Aku memang bodoh. Tak bisa lepas dari bayang bayangnya," lanjut Edna.
"Dia belum pernah merasa benar benar kehilanganmu. Itulah sebabnya dia belum terlalu menganggapmu penting," ucap Velvet.
"Hmm. Mungkin Dia akan merasakan hal itu jika aku mati," jawab Edna tertawa kecil.
"Jaga ucapanmu, Edna. Itu tidak lucu," ucap Velvet.
"Hei, come on. Semua mahluk pasti akan mati. Tapi aku ingin menikah dulu sebelum Tuhan memanggilku," jawab Edna tersenyum.
"Paksa dia menikahimu. Jika tidak mau, pilih Elliot saja. Elliot tampan dan mapan. Aku akan memilih Elliot jika menjadi dirimu," kata Velvet.
"Aku tak bisa. Francis terlalu mempesona untuk kuabaikan. Dia sangat bisa membuatku tergila gila padanya dan membuatku hanya melihat padanya saja," jawab Edna.
"Ya, I feel you. Dan itu terjadi padaku. Aku sangat tergila gila pada Damon. Dan aku tak bisa terlalu lama jauh darinya. Ooohh, itu membuatku gila," ucap Velvet yang disambut tawa oleh Edna.
"Kurasa mereka memang memliki mantra untuk mengikat para wanita. Apakah geng mereka ikut sekte tertentu yang membuat mereka memiliki pesona semenakjubkan itu?" kata Edna yang masih tertawa.
"Mungkin saja," jawab Velvet yang ikut tertawa.
"Apa yang kalian tertawakan?" tanya Francis dari belakang mereka.
"Kurasa hati kalian sedang sangat senang dan bahagia hari ini," ucap Damon yang juga berada di belakang Velvet.
Edna dan Velvet langsung menoleh ke asal suara yang sangat dikenalnya itu.
Tampak Francis dan Damon yang sudah berdiri di belakang mereka. Damon mencium puncak kepala Velvet dan duduk di sebelah kursi Velvet.
"Kau menjemputku, Honey?" tanya Velvet pada Damon.
"Ya, aku tak mau istriku digoda oleh banyak laki laki di kampusnya karena kau masih terlihat seperti gadis muda yang menyegarkan di mata mereka," jawab Damon.
Velvet memandang heran pada Damon karena tak mengerti ucapannya. Sedangkan Edna mengerti hal itu karena tadi Edna mengirimkan foto Velvet dan 3 teman prianya pada Francis. Dan kemungkinan besar tadi Francis sedang bersama Damon tadi.
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORIT DAN HADIAH YAA..❤❤