FIGHTING GIRL VERSUS BADBOY

FIGHTING GIRL VERSUS BADBOY
#72



Setibanya di mansion, Velvet langsung keluar dari mobilnya tanpa menunggu Damon keluar.


Dia langsung masuk ke dalam mansion dan menuju kamarnya. Velvet membuka jasnya dan langsung merebahkan dirinya di atas ranjang.


Damon segera menyusul Velvet ke kamar. Damon melihat Velvet berbaring di ranjang. Dia menghampirinya dan berlutut di samping ranjang sembari melihat ke arah Velvet.


Damon membelai lembut pipinya hingga mata Velvet terbuka. Mata birunya tampak menatap ke arah Damon.


Mereka saling bertatapan hingga akhirnya Damon mengecup bibirnya.


"I love you," ucap Damon pelan.


"Thank you," bisik Velvet.


"Jangan khawatir. Aku tidak apa apa. Aku tak akan menangis karena aku wanita yang kuat," lanjut Velvet dengan suara yang sangat lirih.


"Aku tahu," jawab Damon tersenyum.


Lalu Damon mengambil kotak obat dan mengobati wajah dan tangan Velvet yang sedikit terluka karena perkelahiannya dengan Jonah tadi.


"Aku akan tidur. Aku sangat lelah," ucap Velvet pelan.


"Hmm. Tidurlah, baby. Aku akan mengobati lukamu," ucap Damon.


Lalu Velvet memejamkan matanya. Damon melanjutkan kegiatannya mengobati luka Velvet sembari memandangi wajah Velvet yang penuh tekanan meskipun Velvet mengatakan dirinya baik baik saja.


Setelah mengobati luka Velvet, Damon masuk ke kamar mandi dan membersihkan dirinya dan mengganti bajunya.


Dia kemudian kembali ke ranjang dan membuka baju Velvet dengan sangat perlahan agar tak mengganggu tidurnya.


Hingga akhirnya gaun Velvet terlepas dan Damon memakaikan selimut pada tubuh Velvet yang polos.


Damon kemudian merebahkan dirinya dan memeluk Velvet dari belakang. Dia membelai tangan Velvet dengan lembut.


"I love you," bisik Velvet yang didengar oleh Damon.


Damon tersenyum dan mencium tengkuk leher Velvet tanpa mengatakan apapun.


Damon dan Velvet tertidur lelap berdua sampai pagi menjelang.


Keesokan paginya Damon mendapat telepon dari pengacaranya bahwa kasus Jonah sudah ditindak lanjuti oleh polisi.


Mereka membawa bukti CCTV yang ada didalam lift dimana Jonah yang memulai menyerang Velvet terlebih dahulu.


Pengacaranya sudah membereskan masalah ini dan memastikan bahwa Jonah tak akan bisa mengganggu Velvet serta Willow lagi sampai kapanpun.


Damon menaruh ponselnya kembali setelah menerima telepon dari pengacaranya. Dia kembali memandang wajah Velvet yang tampak lebam di pipinya.


Damon beranjak dari ranjang dan mengambil obat krim untuk mengobati Velvet.


Damon memakaikan krim itu di wajah Velvet. Setelah menyelesaikannya dia mengecup bibir dan wajah Velvet.


Velvet masih menikmati tidurnya meskipun Damon sejak tadi menciumi wajah dan bibirnya.


Karena tak kunjung bangun, akhirnya Damon membiarkannya tetap tertidur.


Damon beranjak kembali dari ranjangnya dan masuk ke dalam kamar mandi. Setengah jam kemudian, dia keluar dan memakai bajunya.


Damon keluar dari kamar. Dia menelepon Dillon dan menanyakan keadaan Willow.


"Dillon, bagaimana keadaan Willow semalam?" tanya Damon.


'Dia tak mau membuka *pintu***nya*. Aku duduk di depan pintunya sampai satu jam lamanya sambil menjelaskan bahwa Jonah sudah ditangkap polisi. Dia tetap tak mau membuka pintunya. Jadi kami saling berbicara di balik pintu," ucap Dillon*.


"Kau tak mengatakan yang terjadi pada Velvet, kan?" tanya Damon.


'Tidak. Tentu saja tidak. Jangan khawatir. Dan dia sudah baik baik saja,' jawab Dillon.


"Oke, thanks," ucap Damon dan menutup teleponnya.


Damon kembali masuk ke kamar dan melihat Velvet sudah terbangun, dia tampak akan sedang menelepon seseorang.


JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORIT DAN HADIAH YAA...❤❤❤