FIGHTING GIRL VERSUS BADBOY

FIGHTING GIRL VERSUS BADBOY
#39



3 TAHUN KEMUDIAN.....


Velvet ada di tahun terakhirnya kuliah. Sedangkan Willow sudah lulus dari kuliahnya. Willow bekerja di perusahaan Heidi. Dia memutuskan hal itu karena tidak ingin kembali ke California.


Alhasil hal ini sedikit membuat daddynya sedikit marah. Daddynya masih bisa memahami hal ini apalagi saat ini Jonah sudah bebas dari penjara. Hal itu semakin membuat Willow semakin enggan untuk kembali ke kampung halamannya.


"Apa kau perlu bantuan, girl?" tanya Willow yang baru keluar dari kamar mandi dan baru saja datang dari kantornya.


Velvet memang sedang sibuk sibuknya menyiapkan skripsinya. Dan bahkan terkadang dia tak tidur untuk menyelesaikan tugas sekaligus menggarap skripsinya yang masih di tahap awal.


"Tidak perlu Will. Istirahatlah, bukankah kau sangat lelah setelah bekerja seharian. Oh ya apakah aunty Heidi menyiksamu lagi hari ini?" tanya Velvet.


"Ya. Dan itu gara gara aku meracunimu untuk mengganti warna rambutmu lagi," jawab Wiilow tertawa pelan.


"Kurasa warna biru ini memang tak cocok bagiku. Aku akan mencoba pirang bulan depan," kata Velvet tersenyum sembari memegang rambutnya yang kini berwarna biru.


Velvet tak pernah memanjangkan rambutnya sejak dulu karena dia sangat merasa risih jika rambutnya panjang. Mungkin suatu saat nanti.


"Aku tak sabar melihat reaksi aunty Heidi dan teriakan Legendnya itu," kata Willow tertawa kembali dan naik ke ranjang Velvet.


"Kau sudah seminggu tidur di kamarku, Will," kata Velvet.


"Hmm, aku sangat nyaman disini. Aku tak suka sendirian. Sudahlah aku tidur dulu. Goodnight baby," kata Willow yang mulai memejamkan matanya,.


"Kurasa kau harus cepat cepat mencari suami agar ada yang menemanimu tidur," kata Velvet.


"Hmm, seandainya hal itu bisa kulakukan....," lirih Willow.


Velvet kemudian melanjutkan tugasnya kembali dan fokus pada laptopnya. Dan Willow sudah berada di alam mimpinya


 


"Honey, bagaimana kabar Velvet sekarang?" tanya Galy pada Rey.


"Dia sangat baik dan sekarang sedang menyiapkan skripsinya. Nyonya Heidi selalu melaporkan kegiatannya padaku," jawab Rey disela sela waktu senggangnya bersama sang istri tercinta.


"Apakah sudah saatnya kita mempertemukan mereka berdua? Damon sudah sangat matang dan dia ada di New York sekarang. Begitu juga dengan Velvet yang sudah semakin dewasa dan membuatnya semakin bijak," kata Galy.


"Damon belum lama ada di New York. Biarkan mereka bertemu secara natural dan jika dalam waktu 2 bulan mereka belum bertemu, aku baru akan turun tangan," jawab Rey tersenyum.


"Hmm, kapan kita akan ke New York? Kita sudah terlalu lama di Paris," kata Galy.


"Putra putraku sudah memegang semua perusahaanku jadi kita bisa kemanapun yang kita mau, baby," ucap Rey mengecup bibir Galy.


"Baiklah tuan, terserah padamu saja. Pelayan pribadimu ini akan selalu mengikutimu kemanapun kau pergi," kata Galy tertawa pelan dan mencium pipi Rey.


 


Hari ini Heidi mengajak Willow untuk meeting bersama pemimpin baru perusahaan relasi Heidi. Mereka akan meeting di sebuah restoran milik keluarga Robert.


"Damon?" gumam Willow pelan.


Damon tampak melihat pada Willow dan tentu saja dia mengingatnya.


"Kau teman Velvet bukan?" tanya Damon.


Willow hanya mengangguk.


"Halo Tuan Damon. Maaf membuatmu menunggu," kata Heidi bersalaman dengan Damon sedangkan Willow tidak.


"Tidak nyonya, kami juga baru datang, silahkan duduk," jawab Damon tersenyum.


Damon datang bersama 2 asistennya, begitu juga dengan Heidi yang datang bersama Wiilow dan Norman.


Satu jam kemudian, meeting ini pun selesai dan berjalan dengan lancar.


"Will, pulanglah terlebih dulu bersama tuan Norman ke perusahaan, karena aku akan langsung pulang," kata Heidi pada Willow.


"Baiklah aunty," jawab Willow.


Kemudian Willow dan Norman pamit pada semua orang disana dan pergi.


"Aku mengundangmu makan malam besok. Mungkin anda berkenan datang. Tuan Robert sangat baik padaku dan Velvet. Jadi aku ingin sedikit membalas budinya melalui dirimu," kata Heidi pada Damon.


Heidi memang tak tahu hubungan antara Velvet dan Damon karena Velvet memang tak pernah menceritakan sosok Damon selama mereka tinggal bersama.


Heidi hanya berpikir Rey membantu Velvet karena rasa kemanusiaan saja karena dulu Damon membantu Velvet.


"Anda tinggal bersama Velvet?" tanya Damon.


"Ya, dia bersamaku sekarang. Oh ya kau pasti mengenalnya kan? bukankah kau dulu yang dulu membantu kami ketika tokoku di serang? terima kasih. Waktu itu aku belum sempat mengucapkan terima kasih padamu," kata Heidi tersenyum mengingat kejadian itu.


"Bagaimana kabarnya?" tanya Damon dengan ekspresi yang tak bisa ditebak.


"Dia sedang di tahun terakhir kuliahnya. Dulu Tuan Rey yang mendaftarkannya kuliah. Sekali lagi aku sangat berterima kasih pada keluargamu karena telah banyak membantu kami," kata Heidi.


Damon tak tahu bahwa daddynya mengawasi dan menjada Velvet sampai sedetail ini. Ada kelegaan yang besar di hati Damon mendengar hal ini.


"Baiklah, besok aku akan memenuhi undangan dari anda," kata Damon.


"Asistenku akan mengirim alamat apartemenku padamu nanti. Baiklah, aku pulang dulu, Tuan," kata Heidi berpamitan.


"Ya, terima kasih banyak nyonya," jawab Damon mengangguk hormat.


JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORIT DAN HADIAH YAA........❤❤❤❤❤