
Velvet mandi terlebih dulu dan selesai setengah jam kemudian. Dia keluar hanya menggunakan handuk saja karena tak mungkin dirinya menggunakan bajunya semalam untuk bertemu dengan orang tua Damon.
"Damon, pinjam bajumu. Aku tak mungkin menggunakn bajuku yang semalam," kata Velvet pada Damon yang sedang asyik melihat ponselnya sambil tersenyum.
Damon pun menoleh pada Velvet dan bersiul melihat lekuk tubuh Velvet yang hanya dibalut oleh handuk mini itu.
"Aku tidak sedang bercanda. Cepat ambilkan bajumu untukku, " kata Velvet yang mulai akan pusing menghadapi keusilan Damon.
Lalu Damon beranjak dari ranjangnya dan menghampiri Velvet kemudian mengecup bibirnya. Ciumannya beralih ke leher putihnya dan mulai merambat ke dadanya.
"Damon!!!" bentak Velvet dan menangkup wajah Damon agar tak melanjutkan kegiatan mesumnya itu karena bisa jadi Velvet juga akan terbuai.
"Hmm... Okey," jawab Damon menjilat pipi Velvet.
"Ya Tuhan, pria ini benar benar menyebalkan," geram Velvet sembari mengusap pipinya yang basah karena jilatan Damon.
Damon hanya tertawa pelan dan mengambil kaos putih di lemarinya.
"Beri aku hadiah dulu, baru akan kuberi baju ini padamu," ucap Damon tersenyum usil.
Velvet mulai menyipitkan matanya karena dia tahu apa isi otak Damon.
"Buat tanda merah disini," kata Damon menunjuk lehernya.
"Kauuuuu," geram Velvet sembari mencoba mengambil baju di tangan Damon. Tetapi Damon mengangkat bajunya ke atas hingga Velvet tidak bisa mengambilnya dan hampir saja membuat handuknya lepas.
"Aku akan memanggil aunty saja jika begitu," kata Velvet.
"Panggil saja dengan menggunakan handuk itu," jawab Damon tertawa pelan.
"Kau akan terpancing jika aku menciummu disana," ucap Velvet.
"Tidak, paling aku hanya akan memegang bokongmu saja," jawab Damon yang ucapannya memang selalu tak pernah di saring.
"Ayo lakukan sekarang," kata Damon dan tubuh Velvet terkunci erat oleh tangan Damon.
Velvet mendongakkan kepalanya dan menatap mata Damon.
"Come on, baby. Mommy sedang menunggu kita," ucap Damon.
"Baiklah kalau begitu, aku saja yang membuat tanda di leher indahmu itu," lanjut Damon karena Velvet masih terdiam.
Lalu Velvet pun mencium leher Damon dan menyesapnya hingga terbentuk tanda merah kecil disana. Damon memegang bokong Velvet dibalik handuk itu lalu menarik handuk Velvet. Velvet sudah mengenakan pakaian dalamnya di dalam kamar mandi tadi.
Setelah Velvet mencium leher Damon, Damon tersenyum dan mengecup bibir merah Velvet. Kemudian dia memakaikan baju berwarna putih pada tubuh Velvet.
"Aku akan sering sering memasangkan bajumu jika kita sudah menikah nanti," lirih Damon dan merapikan rambut Velvet yang berantakan dan sedikit basah.
Velvet tersenyum hanya dengan kata kata manis Damon. Dia tak menyangka Damon segila ini padanya.
"Aku mandi dulu. Kau bisa keluar lebih dulu jika kau ingin menemui mommy," kata Damon.
Velvet hanya mengangguk dan langsung memakai celana hitam panjangnya setelah Damon masuk ke kamar mandi.
Setelah bercermin dan merapikan rambutnya, Velvet pun langsung keluar dari kamar. Dan dia sedikit kaget karena bukan hanya keluarga inti Damon saja yang ada di mansion. Tetapi hampir ada 20 orang keluarga Damon sedang berkumpul di ruang tengah dan dapur.
"Oh My God," gumam Velvet lirih.
"Halo honey, kemarilah," panggil Galy sembari tersenyum kemudian memeluk Velvet dengan sangat erat karena Galy amat sangat merindukannya.
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORIT DAN HADIAH YAA.........