
Menjelang malam, Edna dan Francis kembali ke mansion Damon karena Velvet ingin makan malam bersama. Edna dan Francis sudah membaik kembali. Edna memberi kesempatan pada Francis untuk memperbaiki hubungan mereka.
Edna menunggu Francis untuk memutuskan nasib hubungan mereka ke depannya karena Francis sangat mencintai Edna.
"Ponselmu ada di lantai dapur tadi. Kalian baik baik saja?" tanya Velvet.
"Ya, kami baik baik saja," jawab Edna di sela sela makan malam mereka.
"Apa karena Elliot? Pria tampan yang meneleponmu setiap malam?" tanya Velvet sengaja memanasi Francis.
Francis melihat ke arah Edna.
"Dia meneleponmu setiap malam?" tanya Francis.
"Ya. Sudah kubilang dia sangat mencintaiku, bukan?" jawab Edna mengedikkan bahunya.
"Dia sangat tampan, Francis. Aku yakin jika Edna bersamanya lebih lama, Edna akan melupakanmu dengan sekejap mata. Sayang sekali kau merebut Edna kembali ke genggamanmu, " kata Velvet.
"Oh God, Vel. Apa yang kau katakan?" ucap Edna.
Damon hanya tertawa pelan melihat situasi ini.
"Kau menertawakanku, Dam?" tanya Francis.
"Tidak. Aku hanya membayangkan jika kau pergi ke pernikahan Edna dan hanya sebagai tamu, Fran," jawab Damon yang kemudian tertawa.
"Itu tidak lucu, Dam," ucap Francis.
Velvet ikut tertawa mendengar hal itu.
"Oooh my. Kalian benar benar pasangan yang sangat serasi," balas Francis.
"Ya itu bisa saja terjadi jika kau tak kunjung melamarku, honey," kata Edna tesenyum.
"Aku akan mengacaukan pestamu jika itu sampai terjadi," jawab Francis mengancam.
"Uuuuhhh.. Aku takut sekaliiiii," jawab Edna.
Dan mereka pun tertawa bersama kecuali Francis yang menjadi bahan bullyan di pembicaraan ini.
Setelah makan malam, Edna dan Francis pulang kembali ke apartemen. Di dalam mobil, Francis memegang tangan Edna sepanjang perjalanan.
"Dia meneleponmu setiap malam?" tanya Francis.
"Aku cemburu," jawab Francis.
Edna menatap ke arah Francis dan tertawa.
"Aku sudah beberapa kali berpacaran dan kau biasa saja dengan hal itu," jawab Edna.
"Ini berbeda. Dia berani melamarmu dan aku tak suka hal itu," ucap Francis.
"Aku tak bisa memaksa orang untuk tak mencintaiku. Seandainya aku tak mencintaimu, mungkin aku sudah menikah dengannya sekarang," jawab Edna.
"Kau menyebalkan, honey," kata Francis.
"Aku bosan kuliah dan aku ingin segera lepas dari orang tuaku. Elliot tahu hal itu. Dan itulah mengapa dia ingin cepat menikahiku. Dia manis sekali bukan? Aku merasa menyia nyiakan pria sebaik dia. Semoga saja aku tak menyesal menolak lamarannya," ucap Edna.
"Oh my God. Gadis ini benar benar menguji kesabaranku," kata Fancis kesal dan menghentikan mobilnya di pinggir jalan yang cukup sepi.
Lalu Francis mencium bibir Edna dengan gemas karena sejak tadi Edna selalu memancing kekesalannya.
Edna tersenyum di dalam ciuman mereka. Meskipun sudah menjalin hubungan selama 5 tahun, tetapi tak pernah menyurutkan cinta dan gairahh Edna pada Francis.
Fancis kemudian melepaskan ciumannya dan menatap wajah Edna.
"Kau tak bosan denganku?" tanya Edna mengusap pipi Francis yang dipenuhi jambang.
"Tidak pernah. Mantra apa yang sudah kau berikan padaku, gadis cantikku?" tanya Francis.
"Aku bukan gadis lagi kurasa," jawab Edna.
Francis tertawa pelan dan kembali mencium bibir Edna.
"Kita lanjutkan di apartemen saja," kata Edna menahan dada Francis agar Francis melepaskan ciumannya.
Francis tersenyum dan mengecup hidung mancung Edna. Lalu Francis melajukan mobilnya lagi menuju apartemennya.
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORIT DAN HADIAH..