
"Ayo sayang, Aunty kenalkan pada beberapa kerabat kami," kata Galy sembari menarik tangan Velvet ke arah keluarga sedang berkumpul.
Pembawaan Velvet yang santai membuatnya cukup mudah membaur dan kini semua sudah mengenal Velvet. Galy juga mengatakan pada para kerabatnya bahwa Velvet dan Damon akan segera menikah.
"Halo calon kakak iparku, aku Thea," kata Thea mencium kedua pipi Velvet.
Velvet tersenyum melihatnya dan menyambut uluran tangan Thea.
"Ayo kita ke kolam renang," ajak Thea.
"Tidak. Aku tak membawa baju renang," jawab Velvet.
"Tidak, bukan berenang. Kami akan ada permainan nanti," kata Thea.
"Jadi aku harus ikut?" tanya Velvet sembari berjalan ke arah kolam.
"Ya, dan kita satu tim. Lawan berat kita adalah keluarga uncle Bryce. Mereka lawan yang tangguh. Dan juga kak Damon," jawab Thea.
"Damon satu tim dengan siapa?" tanya Velvet.
"Tentu saja kak Dillon." jawab Thea.
Lalu tiba tiba dari belakang, tubuh Velvet dipeluk oleh seseorang dan itu pasti Damon.
"Kau ikut bermain, baby?" tanya Damon mengecup leher Velvet.
"Damon, bisakah kau tak menggelayutiku?" kata Velvet melepas pelukan Damon di perutnya.
"Kak, dia timku. Lepaskan dia," kata Thea.
"Tidak, dia timku. Kau bersama Dillon saja atau Phoenix," jawab Damon.
"Kakak!!" kata Thea kesal.
"Dia milikku Thea, MILIKKU," jawab Damon.
Velvet benar benar dibuat bingung dengan perselisihan dua kakak beradik ini.
"Kak Thea, kau bersamaku saja," kata Phoenix yang baru datang dari dalam mansion.
Dia tampak terpesona melihat Velvet.
"She's mine," kata Damon tanpa suara dan hanya menggerakkan bibirnya sembari menunjuk tanda di lehernya yang dibuat oleh Velvet tadi pada Phoenix.
Damon tahu bahwa Phoenix masih sangat menyukai Velvet. Itulah alasannya tadi dirinya meminta Velvet untuk mencium lehernya agar bisa mematahkan harapan Phoenix seterusnya. Damon tak ingin bersaing dengan adiknya sendiri.
"Dia sangat baik, kau tak perlu menanyakannya," kata Damon sebelum Phoenix menjawabnya.
"Kau benar benar menyebalkan kak," kesal Phoenix.
"Siapkan tenaga kalian. Karena kami yang akan memenangkan permainan kali ini," ucap Damon menarik tangan Velvet.
"Jangan terlalu percaya diri kak," jawab Phoenix tak terima.
"Kau mau konser? Bajumu terlalu bagus untuk lomba ini," kata Damon.
"Ini styleku kak. AKu masih muda dan kau sudah tua," jawab Phoenix meledek.
Damon tertawa pelan dan melepas tangan Velvet. Lalu Damon menghampiri Phoenix yang masih menggunakan sepatu dan jaket kulitnya. Dengan cepat Damon mengangkat tubuh Phoenix dan memanggulnya di bahunya lalu lari ke arah kolam renang.
BYUUURRR....
Damon menceburkan Phoenix ke dalam kolam renang.
"KAKAAAAAKKKKK!!!" teriak Phoenix.
Semua tampak tertawa melihat hal itu.
"Dia juga sering melakukan hal itu padaku, aku dalam masalah besar rupanya," gumam Velvet sembari menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Damon yang benar benar usil.
"Tak ada yang pernah menang melawannya kecuali kak Dillon. Tetapi mereka sama sekali tak pernah bertengkar," jawab Thea.
"Hmm, kau benar. Aku harus mencari cara untuk menghadapinya, karena aku selalu kalah," ucap Velvet mengangguk.
"Kalah dalam hal apa?" tanya Thea kepo.
"Itu rahasia," jawab Velvet.
"Ck. Kau pelit," ucap Thea.
Velvet tertawa pelan.
Kemudian permainan pun dimulai. Tiap tim terdiri dari 2 orang saja. Satu ada di dalam kolam dan satunya lagi ada di atas untuk mengambil dan merima barang yang diambil oleh peserta dari dasar kolam.
Mereka memang selalu melakukan hal itu jika sedang berada di mansion Damon karena Damon memiliki kolam renang berukuran olympic.
Permainan berlangsung seru dimana Damon dan Velvet menjadi pemenangnya. Damon memiliki tubuh jangkung dan membuat sangat mudah berenang dengan cepat. Begitu juga dengan Velvet yang gerakannya sangat gesit.
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORIT DAN HADIAH YAA....❤❤❤