
Velvet bangun di pagi harinya dan melihat Damon masih tertidur disampingnya. Velvet tersenyum memandangi wajah tampan Damon yang tertidur pulas.
Seakan lupa kejadian semalam, Velvet menciumi wajah Damon dan membelai pipinya. Damon mulai membuka matanya dan melihat wajah cantik Velvet yang tersenyum.
Damon ikut menyunggingkan senyumnya melihat wajah Velvet yang tampak sumringah pagi ini.
'Sepertinya hari ini moodnya akan sangat baik, syukurlah,' batin Damon yang mengecup hidung dan bibir merah Velvet.
"Ayo kita mandi bersama," kata Velvet.
"Dengan senang hati," jawab Damon dan kemudian beranjak dari ranjangnya lalu menggendong Velvet menuju kamar mandi.
Damon menyalakan kran air hangat yang semakin lama memenuhi bath tub. Lalu Velvet masuk ke dalam bath tub dan melihat ke arah Damon.
"Kemana kau semalam?" tanya Velvet.
'Oh nooo.. ternyata drama ini belum berakhir,' batin Damon lagi.
"Aku tak jadi makan malam dan aku sibuk mencarimu," jawab Damon jujur.
"Really? Maafkan aku. Apa kau marah padaku karena hal itu?" tanya Velvet dengan wajah polosnya.
"Tidak baby, ini bukan salahmu. Ini salahku karena tak memberitahumu sebelumnya," jawab Damon cari aman.
"Apakah menurutmu aku menjadi semakin aneh?" tanya Velvet.
"Aku memahami keanehanmu," jawab Damon.
Velvet memeluk Damon dan melingkarkan tangannya di leher Damon lalu duduk diatas pangkuan Damon.
"Thank you..." Ucap Velvet lirih.
"I love you, bagaimana pun dirimu," jawab Damon mengusap punggung basah Velvet.
Velvet melepas pelukannya dan menangkup rahang Damon lalu mencium bibirnya.
"Aku semakin mencintaimu. Kau tahu itu? Kau adalah yang terbaik untukku," ucap Velvet dengan senyum manisnya.
"Kau manis sekali hari ini, sayang. Apa kita akan bercinta setelah ini? Karena kau membuatku bergairaah dengan ucapan manismu itu," jawab Damon tersenyum.
Dan moment ini tentu saja di manfaatkan sebaik baiknya oleh Damon. Dia mengangkat tubuh Velvet dan membawanya kembali ke kamar.
Damon merebahkan tubuh Velvet di ranjang dan mulai membelai tubuh polosnya. Mereka bermain pelan pagi ini meskipun sebenarnya Damon sangat gemas ingin membolak balik tubuh Velvet dan bermain liar.
Tetapi dia menahan itu semua karena Velvet sedang hamil. Damon menikmati bibir Velvet dan menautkan tangannya di tangan Velvet.
Kemudian tangan Velvet menyusuri punggung Damon ketika Damon sudah memulai adegan inti dari permainan panas ini.
"Aaaahhh..." desah Velvet dengan mata yang saling bertatapan dengan Damon.
Permainan pagi ini dilakukan tak terlalu lama oleh Damon mengingat Velvet tak boleh terlalu lelah dan karena perutnya sudah terlihat membesar.
Setelah selesai melakukan semua itu, mereka pun langsung melanjutkan kegiatan mandi mereka yang tadi terpending karena iklan panas yang lewat.
"Kau tak telat ke perusahaan?" tanya Velver ketika makan pagi bersama Damon.
"Tidak, aku tak ke perusahaan hari ini. Mommy, daddy dan Thea akan kemari," jawab Damon.
"Benarkah? Mengapa Mommy tak mengabariku?" tanya Velvet.
"Baru semalam Thea mengabariku. Daddy ada sedikit urusan disini," jawab Damon.
"Aku senang Mommy dan Thea akan kemari. Itu artinya aku tak akan kesepian di mansion. Dan aku tak akan membuatmu repot lagi," kata Velvet.
"Kau boleh merepotkanku kapanpun kau mau, Baby," jawab Damon mengusap lembut pipi Velvet.
"Aku akan tidur bersama Thea jika Thea di sini. Kau tak masalah, kan?" tanya Velvet.
"Tidak boleh. Kau harus tidur bersamaku," jawab Damon tegas.
"Ck.. Ternyata kau sangat posesif padaku," ucap Velvet.
"AKu tak bisa tidur jika tak ada kau di sampingku," jawab Damon.
"Kau benar benar pintar menggombal, Honey," kata Velvet mencebikkan bibirnya dan Damon hanya tertawa menanggapinya.
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORIT DAN HADIAH YAA...❤❤❤