FIGHTING GIRL VERSUS BADBOY

FIGHTING GIRL VERSUS BADBOY
#49



1,5 jam kemudian, Velvet dan Willow pun selesai melakukan ritualnya di salon. Willow langsung pulang ke apartemen mengendarai mobilnya sendiri sedangkan Velvet menunggu jemputan dari Damon.


Mereka berdua memang jarang pergi kemanapun meskipun hari libur. Velvet dan Willow lebih suka menghabiskan waktunya di apartemen. Velvet mengikuti kebiasaan Willow yang memang tak pernah kemanapun. Meskipun tampak ceria, tetapi sebenarnya Willow adalah wanita introvert.


Dan Velvet bisa menyesuaikan dirinya dengan Willow sejak dulu. Terkadang Velvet heran, Willow yang memiliki wajah cantik dan kehidupan yang sempurna tak mempunyai keinginan sama sekali untuk mencari seorang kekasih.


Sejak mengenal Willow dulu. Velvet tak pernah melihat Willow bersama seorang pria sama sekali. Berbeda dengan Edna dan Vena yang sama sekali tak pernah jomblo.


Padahal Willow tidak pernah sibuk dalam perkerjaannya dan lebih banyak menganggur jika sudah pulang dari kantor. Tetapi dia lebih memilih untuk mendekam di apartemen.


Willow juga tak pernah mau diajak hangout oleh Velvet jika bersama teman temannya juga. Velvet berpikir mungkin daddy Willow sangat mengekang Willow dan Willow adalah tipe wanita penurut sejak dulu.


Setelah 10 menit menunggu, akhirnya Damon datang dan Velvet langsung keluar dari salon. Velvet menghampiri Damon dan seperti biasa Damon memasangkan helm pada Velvet.


"Kau semakin terlihat pucat dengan warna rambut itu. Dan kau terlihat seperti Vampir," gumam Damon sembari memasangkan helm ke kepala Velvet.


"Diamlah," jawab Velvet dengan mencebikkan bibirnya.



Dan tentu saja itu membuat Damon gemas hingga langsung mencium bibir Velvet dan menyesapnya dalam dalam hingga berbunyi kecupan yang lumayan keras.


"Kau sama sekali tak tahu tempat ya?" kesal Velvet.


"Tidak, jika bersamamu," jawab Damon sembari tersenyum smirk.


Lalu Velvet pun naik ke atas motor Damon.


"Aku tak mau ke mansionmu," kata Velvet.


"Why?" tanya Damon.


"Nanti kau akan memperkosaku," jawab Velvet yang membuat Damon tergelak mendengarnya.


"Baiklah, kita ke apartemen saja. Kau akan aman disana. Mungkin bibirmu saja yang tidak aman," jawab Damon.


Velvet memukul bahu Damon dengan lumayan keras.


"Oh God. Kau selalu membuatku menjadi samsak tinju," ucap Damon dan segera menyalakan mesin motornya kemudian langsung tancap gas menuju apartemen Heidi.


Setibanya disana, mereka langsung masuk ke dalam apartemen. Velvet melihat Willow dan Heidi tampak sudah rapi seperti akan keluar.


"Kalian mau pergi kemana?" tanya Velvet.


"Relasiku mengajakku bertemu hari ini, sayang. Jadi aku mengajak Willow untuk menemaniku," jawab Heidi.


"Oh begitu, baiklah. Be careful aunty, Willow," kata Velvet.


"Oke, Aunty pergi dulu, bye Damon," ucap Heidi.


"Bye Vel, Bye tuan Damon," kata Willow tersenyum dan hanya menganggukkan kepalanya.


Dan merekapun pergi. Kini tinggal Damon dan Velvet saja di dalam apartemen itu. Karena lapar, Velvet langsung menuju dapur untuk makan siang.


Velvet melewatkan makan siangnya dan baru makan menjelang sore.


Lalu Velvet mengambilkan sepiring makanan yang berisi daging dan kentang panggang serta salad sayur lalu memberikannya pada Damon.


"Thank you baby," ucap Damon.


Mereka duduk bersama di meja makan minimalis itu. Seperti biasa, Damon selalu memandang ke arah Velvet dan Velvet sudah terbiasa dengan hal itu sekarang.


"Kau akan melakukan apa setelah ini?" tanya Damon sembari makan.


"Aku akan sedikit melanjutkan skripsiku," jawab Velvet.


"Mau kubantu?" tanya Damon lagi.


"Tidak, kau akan mengacaukannya nanti. Kau cukup melihatku saja," jawab Velvet.


Damon hanya tertawa pelan.


Setelah menghabiskan makanannya, Velvet masuk ke kamarnya untuk berganti baju. Sedangkan Damon menunggu di ruang tengah.


Karena tak kunjung keluar dari kamar, Damon menuju ke kamar Velvet dan mengetuk pintunya.


"Masuklah," teriak Velvet dari dalam.


Damon membuka pintunya dan masuk ke kamar Velvet. Ternyata Velvet sedang duduk di kursi dan sibuk di depan laptopnya. Damon menuju ranjang dan duduk disana.


"Kau berangkat ke rusia jam berapa?" tanya Velvet.


"Nanti malam," jawab Damon yang kemudian membuka kancing baju denimnya.


"Kenapa kau membuka bajumu?" tanya Velvet yang menghentikan kegiatan mengetiknya untuk melihat Damon.


"Aku kepanasan, sudahlah lanjutkan saja pekerjaanmu. Aku akan melihatmu dari sini," jawab Damon.


Velvet melihat dada bidang dan perut sixpack Damon yang jelas terlihat dibalik bajunya. Velvet kemudian kembali melanjutkan tugasnya mengetik. Tetapi kali ini konsentrasinya benar benar kacau. Dan itu karena Damon.


Damon tidur menyamping sembari melihat ke arah Velvet dengan pakaian yang sudah tak terkancing lagi.



"Ck, kau tunggu di luar saja. Aku tak bisa konsentrasi jika kau disini," kata Velvet akhirnya.


"Aku hanya diam saja dari tadi. Dan aku tak mengganggumu sama sekali," jawab Damon santai yang menopang tubuhnya dengan siku di ranjang Velvet.


"Kau berniat menggodaku, iya kan? Kau menyebalkan sekali," kata Velvet.


"Jadi kau tergoda?" tanya Damon tersenyum miring.


Velvet hanya diam saja dan tak menjawab lalu kembali mengalihkan pandangannya lagi pada laptopnya. Damon beranjak dari ranjang dan menuju tempat Velvet yang hanya berjarak 2 langkah kakinya saja.


Tangannya menarik pinggang Velvet dan membuat Velvet berdiri. Lalu bibirnya mulai mencium bibir Velvet dengan lembut. Tanpa sadar, Velvet mengalungkan tangannya ke leher Damon dan menikmati serta membalas ciuman Damon.


TBC...........


JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORIT DAN HADIAH YAA ........❤❤❤