
"Jadi mereka akan menikah?" tanya Velvet pada Damon.
"Ya. Kita akan ke California 2 minggu lagi. Francis meneleponku tadi siang," jawab Damon dan menarik tangan Velvet agar duduk di pangkuannya.
"Akhirnya. Aku sangat bahagia mendengarnya. Berapa lama kita di California nanti?" tanya Velvet sembari melingkarkan tangannya ke leher Damon.
"Kau ingin berapa lama?" tanya Damon balik kemudian mengecup bibir Velvet yang ada didepannya dan tak bisa diabaikannya.
"Hmm. Satu bulan?" kata Velvet.
"Baiklah. Beri aku hadiah agar aku mewujudkan keinginanmu," jawab Damon.
"Aku tahu isi otakmu kotormu itu. Baiklah kau ingin pelayanan seperti apa? Cepat atau lambat?" tanya Velvet tersenyum menggoda.
"Terserah padamu," jawab Damon mengusap bibir merah Velvet yang selalu nampak menggoda di matanya.
"Baiklah. Tapi besok saja karena hari ini aku harus menyelesaikan skripsiku di bab terakhir. Bantu aku menyelesaikannya," kata Velvet.
"Dulu kau tak mau dibantu," jawab Damon tersenyum.
"Kau sangat pintar bukan? Sayang sekali jika aku tak bisa memanfaatkan suami pintarku ini," ucap Velvet mengecup bibir Damon dan menggigitnya kecil.
"Aku butuh tenaga untuk melakukannya. Beri aku bahan bakar terlebih dulu," jawab Damon yang kemudian membuka kaos Velvet dan mencium belahan dada Velvet.
"Ya Tuhan. Kita akan melakukannya besok bukan?" tanya Velvet.
"Kau yang akan melayaniku besok. Hari ini aku yang akan melayanimu," jawab Damon merebahkan tubuh Velvet di sofa lebar itu dan membuka semua pakaian Velvet dengan cekatan.
Velvet tertawa pelan dan menerima saja apapun yang dilakukan Damon pada tubuh polosnya itu.
Tangan Velvet masuk ke dalam kaos Damon dan membelai punggungnya. Lalu akhirnya Damon membuka bajunya itu dan kembali menciumi tubuh Velvet.
Damon mengangkat tangan Velvet ke atas kepalanya dan menciumi lengan bawah Velvet hingga membuat Velvet geli.
"Apa kau ingin kita berbulan madu setelah kau menyelesaikan skripsimu?" tanya Damon menatap mata biru Velvet yang bening.
"Hmm, boleh juga," jawab Velvet sembari menahan desahannya karena tangan Damon sudah menjelajah ke pangkal pahanya.
Velvet mencium dan membuat tanda merah di dada bidang Damon. Kening Velvet sudah sedikit berkeringat karena kegiatan panas ini. Damon mengusap peluh itu dengan menggunakan tanganya.
"I love you so much," ucap Damon diatas bibir Velvet.
Velvet hanya tersenyum dan menikmati permainan slow dari Damon. Damon bergerak perlahan tetapi cukup dalam dan intens hingga membuat tubuh Velvet bergetar dibuatnya.
Beberapa menit kemudian, merekapun menuntaskan permainan panas mereka ini. Damon menutup tubuh polos mereka dengan selimut bulu hangat yang ada di atas kursi sofa itu.
Velvet membalik tubuhnya dan menghadap ke arah Damon. Dia meraba wajah Damon mengecupinya.
"Temanmu ada yang melamar magang di perusahaanku," kata Damon.
"Siapa?" tanya Velvet.
"Tebaklah," jawab Damon tersenyum sembari mengecup bibir Velvet.
"Matias?" tebak Velvet.
"Hmm. Dia cukup terkejut melihatku. Dan aku suka melihat ekspresinya itu," ucap Damon tertawa pelan.
"Dia mahasiswa pintar dan berprestasi. Kuharap kau memberinya kesempatan bekerja disana. Aku mengenalnya cukup lama. Dan dia pria yang sangat baik dan bertanggung jawab," kata Velvet.
"Itu terdengar seperti sebuah pujian. Aku tak suka mendengarnya dari mulutmu, baby," ucap Damon.
Velvet tertawa pelan.
"Kau cemburu?" tanya Velvet.
"Hmm. Kau memuji pria lain di depan suamimu," jawab Damon.
Velvet kembali tertawa kemudian mencium bibir Damon dan menyesapnya gemas. Damon memeluk tubuh Velvet dan membalas ciuman Velvet lalu menggendongnya ke kamar.
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORIT DAN HADIAH YAA...❤❤❤