
Keesokan harinya, Damon dan Velvet bangun agak siang karena semalam mereka bertempur tak kenal waktu.
Mereka bangun pun karena bunyi dering telepon dari ponsel Damon yang tak kunjung berhenti. Damon meraba meja nakas di sebelah ranjangnya untuk mengambil ponselnya.
"Halo?" tanya Damon dengan suara yang masih mengantuk.
'Damon, kami sudah di resort. Kau kesini jam berapa?' tanya Francis.
"Mungkin menjelang sore aku baru kesana," jawab Damon sambil memeluk perut Velvet yang tidur kembali.
'Oke, bye. Sorry mengganggumu," ucap Francis dan menutup teleponnya.
Damon kemudian meletakkan ponselnya kembali di meja nakas lalu meciumi bahu dan punggung Velvet yang terpampang mulus di depannya.
"Dam... Don't disturb me," kata Velvet dengan suara serak.
Tapi Damon tak menggubris ucapan Velvet. Ciuman justru semakin merambat kemana mana. Damon masuk kedalam selimut dan menciumi paha Velvet.
Karena merasa geli, Velvet menjambak rambut Damon agar tak melanjutkan petualangan liarnya itu.
Damon kemudian mencium pinggang Velvet yang membuat Velvet benar benar kegelian dan akhirnya melepaskan tangannya di rambut Damon.
"Damoooonn!!!!" kesal Velvet yang akhirnya bangun.
Lalu Damon muncul dari balik selimut di atas dada Velvet dengan senyumnya yang menyeringai usil. Velvet memukul bahunya karena merasa tidurnya diganggu.
"Ayo mandi. Kita belum makan pagi dan ini sudah siang," ucap Damon sembari mengecupi dada Velvet yang terbuka.
"Atau kita lanjutkan sekali lagi permainan panas kita," lanjut Damon dan melumaat puncak dada Velvet.
Tangannya sudah bergerilnya di bagian bawah tubuh Velvet sehingga membuat Velvet merasakan gairaahnya lagi.
"Aku suka wangi tubuhmu," lirih Damon dan mencium bibir Velvet lagi.
Kemudian adegan panaspun dimulai. Damon memasukkannya dan bergerak perlahan di atas tubuh Velvet. Matanya menatap netra biru Velvet yang indah. Memandanginya seperti itu membuat Damon semakin tergila gila pada Velvet yang sekarang sudah menjadi istrinya.
Gadis yang dulu menarik perhatiannya hingga membuatnya menunggunya selama bertahun tahun dan berharap bisa bertemu lagi dengannya. Dan hal itu akhirnya terwujud.Velvet telah menjadi miliknya seutuhnya yang akan melahirkan anak anaknya kelak.
"Do you love me, baby?" tanya Damon.
"I love you... so much.." Ucap Velvet lirih dan membuat Damon tersenyum puas lalu mencium bibirnya dengan penuh cinta.
Hal yang sangat ingin didengar Damon dari bibir Velvet akhirnya terucap juga.
Damon mulai bergerak cepat dan berada di akhir permainannya. Tangan Velvet mencengkeram erat punggung kekar Damon hingga mereka menyelesaikannya dengan diakhiri kata kata cinta yang indah.
"Apakah teman temanku sudah ada di pantai?" tanya Velvet yang beranjak dari ranjang dan menuju kamar mandi bersama Damon.
"Aku tidak tahu. Francis tak mengatakannya tadi," jawab Damon dan mereka berdua masuk ke kamar mandi.
Setelah setengah jam, mereka akhirnya keluar dan berganti baju dengan baju yang di bawakan supirnya semalam.
Kemudian mereka pun langsung menuju ke restoran hotel untuk mengisi perut mereka yang sangat kelaparan karena telah banyak membuang energinya semalaman hingga tadi.
Setelah itu, mereka berangkat ke resort milik keluarga Damon di daerah pantai. Sesampainya disana, Velvet dan Damon langsung masuk dan melihat sudah banyak orang berkumpul disana. Galy dan Rey tak ikut karena akan mempersiapkan keberangkatannya ke Rusia nanti malam.
Dan semalam Damon dan Velvet sudah berpamiitan pada Rey dan Galy sebelum mereka berdansa.
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORIT DAN HADIAH YAA....❤❤❤