FIGHTING GIRL VERSUS BADBOY

FIGHTING GIRL VERSUS BADBOY
#66



Malam harinya, diadakan acara barbeque di tepi pantai dengan semua teman teman Damon serta kerabatnya.


"Will, ayo keluar atau aku akan menggendongmu," ucap Vena kesal karena sejak tadi Willow hanya sibuk membaca buku dan melihat ponsel saja.


"Aku benar benar malas Ven," jawab Willow dengan malas.


"Kau tidak menghargai Velvet dan Damon kalau begitu," ucap Vena.


Lalu Willow pun terpaksa mengikuti ucapan Vena karena memang dia tak ingin mengecewakan Velvet.


Willow mengambil jaket tebalnya dan memakainya.


"Are you kidding, Will? Ini pantai dan sekarang musim panas," ucap Vena melihat pakaian Willow yang tak pas untuk acara ini.


"Aku lebih nyaman seperti ini, sudahlah, ayo keluar," kata Willow.


Lalu mereka berdua pun keluar dari kamar dan menuju ke tepi pantai. Willow mendekap tangannya di depan dada.


Velvet melihat Willow dan Vena datang. Kemudian merekapun duduk bertiga tanpa Edna karena Edna masih bersama Francis di kamarnya.


Damon sedang bercengkrama dengan teman temannya. Lalu menuju tempat barbeque dan memberi tanda pada Velvet untuk menghampirinya.


"Ayo kita ambil makanan," kata Velvet menarik tangan Willow.


Willow berjalan dengan langkah malasnya dan selalu menghindar ketika berpapasan dengan seorang pria.


Velvet menarik tangan Willow dan Vena berjalan dibelakang mereka. Velvet menghampiri Damon dan Damon berjejer dengan Dillon tetapi Velvet sangat bisa membedakannya.


"Aku akan mengambilkan untukmu," kata Damon sembari mengecup bibir Velvet.


Velvet tersenyum dan mengangguk.


"Kau ingin kuambilkan?" tanya Dillon pada Willow.


"Tidak. Aku bisa mengambilnya sendiri," jawab Willow.


Vena sengaja menyenggol Willow agar lebih dekat dengan Dillon karena Dillon tampak menyukai Willow. Hal itu membuat tubuh Willow menyentuh lengan Dillon cukup keras dan posisi yang sangat dekat.


Willow berteriak dan segera menjauh dari Dillon.


"Apa yang kau lakukan, Vena?" tanya Willow dengan nada marah.


"Maaf, aku tak sengaja," kata Vena tersenyum.


"Itu sangat tidak lucu!!" marah Willow.


Kemarahan Willow membuat Velvet dan Vena heran karena ini adalah hal yang sepele.


"Kau tak perlu ikut campur!" marah Willow.


"Willow, tenanglah," kata Velvet menengahi.


Tetiba Willow tersadar dengan apa yang dilakukannya. Dan dia sadar bahwa mungkin orang orang akan memandangnya dengan aneh.


"Ma..maaf. Aku akan ke kamar saja," kata Willow.


"Tidak, kau belum makan Willow. Sejak siang kau belum makan. Baiklah, maafkan aku atas hal ini," kata Vena.


Dillon merasa sedikit kesal karena melihat kemarahan Willow yang terlalu berlebihan hanya karena menyentuh lengannya saja.


"Kau benar benar berlebihan," kata Dillon sebal.


"Maaf. Aku tak bermaksud seperti itu," ucap Willow menunduk minta maaf dan mundur tetapi dia justru menabrak seorang pelayan laki laki yang membawa minuman hingga membuat Dillon otomatis menarik tangan Willow agar tak terjatuh.


Tetapi Willow justru menghempaskan tangan Dillon yang memegangnya.


"DON'T TOUCH ME!!" teriak Willow spontan.


"Hei, aku tak menyakitimu, nona," balas Dillon dengan berteriak juga.


"Dillon, sudahlah," kata Damon menengahi.


"Come on, Dam. Aku hanya memegang tangannya bukan melecehkannya," Kata Dillon tak terima.


"STOP IT!!" teriak Willow.


Velvet otomatis memeluk Willow dan mengusap punggungnya.


Damon memberikan tanda pada Dillon agar segera pergi dari hadapan Willow.


"Tenanglah Will," kata Velvet menenangkan Willow.


Willow tiba tiba menangis dan memeluk erat Velvet.


"Maafkan Dillon. Dia hanya ingin menolongmu saja tadi," ucap Velvet.


"Maaf. Aku yang berlebihan. Maafkan aku, Vel," kata Willow sesenggukan karena merasa telah membuat kecewa Velvet.


Dillon yang masih berada di dekat sana menoleh ke arah Willow yang menangis di pelukan Velvet.


JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORIT DAN HADIAH YAA...❤❤❤